LIVE TV
Danrem 042/Gapu Serahkan Koleksi Harimau Sumatera yang Sudah Diawetkan ke Museum Siginjei Jambi Rotasi Jabatan, Acep Vicky Rosnidar Jabat Kasi Datun Kejari Tanjabbar Di Addendum, Larangan Mudik 2021 Maju Mulai 22 April, Ini Peraturan Lengkapnya Bupati Ikuti Rakor Pembatasan Mudik Lebaran dengan Pj Gubernur dan Kapolda Jambi Pemkab Tanjab Barat Audensi dengan Bappenas RI

Home / Tanjab Barat

Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:45 WIB

Tradisi Warga Tanjab Barat, Akhir Bulan Safar Baca Do’a Tolak Balak

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

KUALA TUNGKAL – Tradisi tahunan setiap akhir bulan Safar bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih kental diperingati atau dlakukan dengan kegiatan membacakan do’a tolak balak di tengah jalan atau setiap persimpangan.

Seperti yang dilakukan warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal dan sekitarnya, masyarakat berkumpul bersama ditengah jalan untuk membacakan do’a yang dipimpin oleh seorang ustadz, Rabu (14/10/20).

Dalam acara semacam ini warga membawa air minum dan makanan yang diletakkan di tengah tengah untuk dibacakan do’a tolak balak. Selesai dibacakan do’a tolak balak air minum dan makanan dibawak pulang untuk diminumkan atau dimakan pada sanak keluarga mereka yang diyakini untuk terhindar dari pada balak dan musibah pada bulan safar.

BACA JUGA :  Tingkatkan Displin Prokes di Tengah Ramadhan, Wabup Bersama Satgas Covid-19 Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

Hari ini, tepatnya pada 14 Oktober 2020 ini merupakan akhir bulan Safar. Biasanya diyakini masyarakat sebagai bulan penuh kesialan (ada naas). Dimana pada bulan Safar ini, ada satu hari yang diyakini pada hari itu akan turun ribuan penyakit dan musibah.

Hal ini diungkapkan tokoh agama Saiful Anwar bahwa Hari ini disebut Rebo Wekasan yang biasanya terjadi tiap Rabu terakhir bulan Safar. Yang biasa disebut sebagai Arba Musta’mir.

Ia mengatakan, pada hari Rebo Akhir Safar biasanya masyarakat Tanjung Jabung Barat, menyiapkan air minum dan makanan di tengah tengah tempat pembacaan do’a tolak balak.

BACA JUGA :  Sepekan Ramadhan, Pemudik Mulai Meningkat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal

“Hari ini disebut juga Arba Mustamir, hari rabu terakhir dari pada bulan Safar. Yang sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Tanjung Jabung Barat untuk menolak balak setiap tahun,” ucapnya.

Karena menurutnya, keterangan dari orang alim yang ahli kasyab hari ini terjadi balak yang turun kurang lebih 320 ribu balak, sumber penyakit dan 20 ribu bencana.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjabbar Batasi Gedung Balai Pertemuan Untuk Umum

“Dengan dibacakan bersama do’a tolak balak ini semoga kita terhindar dari segala pada balak, cobaan dan musibah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, hal Ini yang dilakukan oleh orang alim terdahulu, oleh para wali dan sebagainya.

“Mereka (para wali-red) membuat rajah lafazd jalalah yang di tuliskan oleh mereka.Kita hanya meneruskan saja adat adat tersebut selama tidak melanggar akidah,” pungkasnya.(MR)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Ini Pesan Bupati Tanjab Barat Saat Meninjau Pemungutan Suara di TPS Pilkada Serentak 2020

Tanjab Barat

Polsek Pengabuan Rakor Sinergi Pengamanan Pemungutan Suara Pilkada 2020

Tanjab Barat

Gudang Kayu di Kuala Tungkal Alami Kebakaran

Tanjab Barat

PLN Targetkan GI Tungkal, Beroperasi Tahun 2022

Tanjab Barat

Wabup Hadiri Paripurna IV Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019

Tanjab Barat

Penguatan Pencegahan Klaster Pilkada, Kapolres Sambangi Komunitas Pengemar Catur dan Domino

Tanjab Barat

Kedatangan Penumpang Melalui Jalur Laut di Pelabuhan Roro Meningkat

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Luncurkan Kartu Berobat Gratis di RSUD KH Daud Arif