indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Kepedulian Demokrat, Jamal Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Peringati May Day ke-30 KSBSI Jambi Gelar Baksos Sembako Kodim 0415/Jambi Laksanakan Vaksiansi Massal Booster Soal Rehab Rumah Korban Kebakaran Sekda : Kita Akan Konsultasikan dengan BPKP Tinjau Progres TMMD ke-113, Tim Wasev Mabes TNI AD Hadir di Bukit Indah dan Sungai Muluk

Home / Tanjab Barat

Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:45 WIB

Tradisi Warga Tanjab Barat, Akhir Bulan Safar Baca Do’a Tolak Balak

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

KUALA TUNGKAL – Tradisi tahunan setiap akhir bulan Safar bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih kental diperingati atau dlakukan dengan kegiatan membacakan do’a tolak balak di tengah jalan atau setiap persimpangan.

Seperti yang dilakukan warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal dan sekitarnya, masyarakat berkumpul bersama ditengah jalan untuk membacakan do’a yang dipimpin oleh seorang ustadz, Rabu (14/10/20).

Dalam acara semacam ini warga membawa air minum dan makanan yang diletakkan di tengah tengah untuk dibacakan do’a tolak balak. Selesai dibacakan do’a tolak balak air minum dan makanan dibawak pulang untuk diminumkan atau dimakan pada sanak keluarga mereka yang diyakini untuk terhindar dari pada balak dan musibah pada bulan safar.

BACA JUGA :  Seminar Pelayanan Publik, Diharapkan Menunjang Kegiatan Kemasyarakatan

Hari ini, tepatnya pada 14 Oktober 2020 ini merupakan akhir bulan Safar. Biasanya diyakini masyarakat sebagai bulan penuh kesialan (ada naas). Dimana pada bulan Safar ini, ada satu hari yang diyakini pada hari itu akan turun ribuan penyakit dan musibah.

Hal ini diungkapkan tokoh agama Saiful Anwar bahwa Hari ini disebut Rebo Wekasan yang biasanya terjadi tiap Rabu terakhir bulan Safar. Yang biasa disebut sebagai Arba Musta’mir.

Ia mengatakan, pada hari Rebo Akhir Safar biasanya masyarakat Tanjung Jabung Barat, menyiapkan air minum dan makanan di tengah tengah tempat pembacaan do’a tolak balak.

“Hari ini disebut juga Arba Mustamir, hari rabu terakhir dari pada bulan Safar. Yang sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Tanjung Jabung Barat untuk menolak balak setiap tahun,” ucapnya.

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Barat Tanandatangani Addendum Kerjasama dengan PDTI-STTD

Karena menurutnya, keterangan dari orang alim yang ahli kasyab hari ini terjadi balak yang turun kurang lebih 320 ribu balak, sumber penyakit dan 20 ribu bencana.

“Dengan dibacakan bersama do’a tolak balak ini semoga kita terhindar dari segala pada balak, cobaan dan musibah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, hal Ini yang dilakukan oleh orang alim terdahulu, oleh para wali dan sebagainya.

“Mereka (para wali-red) membuat rajah lafazd jalalah yang di tuliskan oleh mereka.Kita hanya meneruskan saja adat adat tersebut selama tidak melanggar akidah,” pungkasnya.(MR)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Perda Segera Diterapkan, Ini Sanksi bagi Warga Tak Patuhui Protokol Kesehatan di Tanjab Barat

Tanjab Barat

Urgent, PT LPPPI dan PT WKS Timbun Jalan di Desa Teluk Pengkah

Tanjab Barat

Postingan Survei dan Poling Kandidat Mulai Dipertanyakan Kredibilitasnya

Tanjab Barat

BPD di Dua Desa Kecamatan Batang Asam Resmi Dilantik

Tanjab Barat

AKBP Guntur : Penanggulangan dan Pengendalian Covid-19 Tak Harus Bermain di Warna Zona

Tanjab Barat

Bupati Anwar Sadat Kukuhkan 9 Anggota Paskibraka Tanjab Barat 2021

Berita

Kajari Tanjabbar di Ganti, Ini Sosok Pengantinya 

Covid-19

Tanjabbar Kembali Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19