LIVE
Komisi II DPRD Dorong Pemkab Tanjabbar Beli Mesin PCR Besok, Sejumlah Pelanggan PLN di Wilayah Ini Alami Pemadaman Listrik Dewan Minta Pemkab Tanjabbar Kaji Ulang Kontrak PetroChina Satgas Covid-19 Buka Rekrutmen Tracer Covid-19 Posko Satgas Desa/Kelurahan 11 Provinsi, Tertarik? Bupati Anwar Sadat Pimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi

Home / Tanjab Barat

Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:45 WIB

Tradisi Warga Tanjab Barat, Akhir Bulan Safar Baca Do’a Tolak Balak

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

KUALA TUNGKAL – Tradisi tahunan setiap akhir bulan Safar bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih kental diperingati atau dlakukan dengan kegiatan membacakan do’a tolak balak di tengah jalan atau setiap persimpangan.

Seperti yang dilakukan warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal dan sekitarnya, masyarakat berkumpul bersama ditengah jalan untuk membacakan do’a yang dipimpin oleh seorang ustadz, Rabu (14/10/20).

Dalam acara semacam ini warga membawa air minum dan makanan yang diletakkan di tengah tengah untuk dibacakan do’a tolak balak. Selesai dibacakan do’a tolak balak air minum dan makanan dibawak pulang untuk diminumkan atau dimakan pada sanak keluarga mereka yang diyakini untuk terhindar dari pada balak dan musibah pada bulan safar.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjabbar Jalin Kerjasama dengan DJKN Sumsel dan BPKP Jambi

Hari ini, tepatnya pada 14 Oktober 2020 ini merupakan akhir bulan Safar. Biasanya diyakini masyarakat sebagai bulan penuh kesialan (ada naas). Dimana pada bulan Safar ini, ada satu hari yang diyakini pada hari itu akan turun ribuan penyakit dan musibah.

Hal ini diungkapkan tokoh agama Saiful Anwar bahwa Hari ini disebut Rebo Wekasan yang biasanya terjadi tiap Rabu terakhir bulan Safar. Yang biasa disebut sebagai Arba Musta’mir.

Ia mengatakan, pada hari Rebo Akhir Safar biasanya masyarakat Tanjung Jabung Barat, menyiapkan air minum dan makanan di tengah tengah tempat pembacaan do’a tolak balak.

BACA JUGA :  Dewan Minta Pemkab Tanjabbar Kaji Ulang Kontrak PetroChina

“Hari ini disebut juga Arba Mustamir, hari rabu terakhir dari pada bulan Safar. Yang sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Tanjung Jabung Barat untuk menolak balak setiap tahun,” ucapnya.

Karena menurutnya, keterangan dari orang alim yang ahli kasyab hari ini terjadi balak yang turun kurang lebih 320 ribu balak, sumber penyakit dan 20 ribu bencana.

BACA JUGA :  Susu Gambar Beruang Juga Ikut Langka di Kuala Tungkal

“Dengan dibacakan bersama do’a tolak balak ini semoga kita terhindar dari segala pada balak, cobaan dan musibah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, hal Ini yang dilakukan oleh orang alim terdahulu, oleh para wali dan sebagainya.

“Mereka (para wali-red) membuat rajah lafazd jalalah yang di tuliskan oleh mereka.Kita hanya meneruskan saja adat adat tersebut selama tidak melanggar akidah,” pungkasnya.(MR)

Share :

Baca Juga

Olahraga

Lepas Atlet PABBSI Tanjabbar Ikuti Uji Tanding, Bupati Pesan Jaga Nama Baik Daerah

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Terima Penghargaan Innovative Government Award 2020

Tanjab Barat

Kapolres Tanjabbar Zoom Meeting Evaluasi Zona Integritas Polri Tahun 2020 dengan Tim Kemenpan RB

Tanjab Barat

TNI-Polri di Tanjab Barat Pertebal Pengamanan Rangkain Ibadah Paskah

Tanjab Barat

Alat Pengeruk Rusak, Sampah di TPA Desa Lubuk Terentang Menggunung

Advetorial

Bupati Tanjabbar Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih HUT RI ke 75

Tanjab Barat

Dampingi Peserta Vaksin, Tubagus: Kita Sukseskan Pekan Vaksinasi Lansia

Tanjab Barat

Temuan LHP BPK di Tanjabbar Capai Rp3 M, Pengembalian Baru Ratusan Juta