LIVETV
Danrem 042/Gapu Memberi Pembekalan Bela Negara Kepada 168 Siswa Diktuk Bintara Polri Solar Lancar, Nelayan Kuala Tungkal Kembali Mulai Melaut Pemkab Tanjab Barat Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peringatan Hari Santri Nasional Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Kabag Ops, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Twibbon Hari Santri 22 Oktober 2021




Home / Tanjab Barat

Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:45 WIB

Tradisi Warga Tanjab Barat, Akhir Bulan Safar Baca Do’a Tolak Balak

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

FOTO : Warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal Melaksanakan Acara Rebo Mustamir, Rabu (14/10/20).

KUALA TUNGKAL – Tradisi tahunan setiap akhir bulan Safar bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih kental diperingati atau dlakukan dengan kegiatan membacakan do’a tolak balak di tengah jalan atau setiap persimpangan.

Seperti yang dilakukan warga Jalan Balai Marga, Kelurahan Tungkal II Kuala Tungkal dan sekitarnya, masyarakat berkumpul bersama ditengah jalan untuk membacakan do’a yang dipimpin oleh seorang ustadz, Rabu (14/10/20).

Dalam acara semacam ini warga membawa air minum dan makanan yang diletakkan di tengah tengah untuk dibacakan do’a tolak balak. Selesai dibacakan do’a tolak balak air minum dan makanan dibawak pulang untuk diminumkan atau dimakan pada sanak keluarga mereka yang diyakini untuk terhindar dari pada balak dan musibah pada bulan safar.

BACA JUGA :  Sekda Leher Gubernur, Sekda tak Berfungsi, Gubernur Berjalan tanpa Leher

Hari ini, tepatnya pada 14 Oktober 2020 ini merupakan akhir bulan Safar. Biasanya diyakini masyarakat sebagai bulan penuh kesialan (ada naas). Dimana pada bulan Safar ini, ada satu hari yang diyakini pada hari itu akan turun ribuan penyakit dan musibah.

Hal ini diungkapkan tokoh agama Saiful Anwar bahwa Hari ini disebut Rebo Wekasan yang biasanya terjadi tiap Rabu terakhir bulan Safar. Yang biasa disebut sebagai Arba Musta’mir.

Ia mengatakan, pada hari Rebo Akhir Safar biasanya masyarakat Tanjung Jabung Barat, menyiapkan air minum dan makanan di tengah tengah tempat pembacaan do’a tolak balak.

BACA JUGA :  Kapolres Muaro Jambi Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolsek dan Kasat

“Hari ini disebut juga Arba Mustamir, hari rabu terakhir dari pada bulan Safar. Yang sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat Tanjung Jabung Barat untuk menolak balak setiap tahun,” ucapnya.

Karena menurutnya, keterangan dari orang alim yang ahli kasyab hari ini terjadi balak yang turun kurang lebih 320 ribu balak, sumber penyakit dan 20 ribu bencana.

BACA JUGA :  Majelis Raudatul Jannah Balai Marga Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Swadaya

“Dengan dibacakan bersama do’a tolak balak ini semoga kita terhindar dari segala pada balak, cobaan dan musibah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, hal Ini yang dilakukan oleh orang alim terdahulu, oleh para wali dan sebagainya.

“Mereka (para wali-red) membuat rajah lafazd jalalah yang di tuliskan oleh mereka.Kita hanya meneruskan saja adat adat tersebut selama tidak melanggar akidah,” pungkasnya.(MR)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

25 Personil Polres Tanjab Barat Naik Pangkat di Hari Bhayangkara ke 75

Tanjab Barat

Ini Penyebab Padamnya Aliran Listrik ke Tanjab Barat

Tanjab Barat

Personil Polsek Betara di Rapid Test, Begini Hasilnya

Tanjab Barat

Putus Rantai Covid-19, Polsek Tungkal Ilir Gencar Operasi Yustisi

Tanjab Barat

Sampaikan Aspirasi Buruh, Bupati Tanjab Barat Surati Presiden

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Lelang BMD Berupa Mobil dan Motor Dinas

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Sambut Silaturrahmi Basarnas Provinsi Jambi

Tanjab Barat

Pemkab Tanjabbar Batasi Gedung Balai Pertemuan Untuk Umum