indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Tinjau Progres TMMD ke-113, Tim Wasev Mabes TNI AD Hadir di Bukit Indah dan Sungai Muluk Pemprov Jambi Terima WTP dari BPK yang ke 10 Seminar Pelayanan Publik, Diharapkan Menunjang Kegiatan Kemasyarakatan Kebakaran di Kampung Nelayan 4 Rumah Ludes 2 Rusak Berat BREAKING NEWS : Musibah Kebakaran Landa Parit 4 Kampung Nelayan Tanjab Barat

Home / Ekonomi

Rabu, 2 Januari 2019 - 14:59 WIB

UMK Tanjab Barat Tahun 2019 Naik 8,03 Persen

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Pemerintah Provinsi Jambi secara resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk 11 kabupaten/kota se-Jambi tahun 2019.

Untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri mengalami kenaikan sebesar 8,03 persen atau sebesar Rp 183.104 sehingg menjadi Rp 2.463.353,71.

Sebelumnya (2018) UMK Kabupaten Tanjab Barat sebesar Rp 2.280.249,66.

Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanjab Barat, Noor Setyo Budi, S.Sos, menyebut kenaikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Jambi Nomor: 1270/KEP.GUB/DISNAKERTRANS-3.3/2018 Tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten Tanjabbar Tahun 2019, diputuskan bahwa besaran UMK yaitu sebesar Rp.2.463.353,71.

BACA JUGA :  Nama-Nama 43 Pejabat di Lingkungan Pemkab Tanjab Barat yang Dilantik dan Dikukuhkan Hari Ini

“Dari penerimaan UMK saja, buruh di Tanjab Barat sudah dikatagorikan tinggi jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi,” katanya.

Penetapan upah minimum Kabupaten ini, kata Budi pihaknya sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah stake holder.

“Penetapan UMK ini sebenarnya berdasarkan hasil dari sidang dewan pengupahan Kabupaten Tanjab Barat, itu terdiri dari federasi buruh, serikat pekerja bersama dengan perwakilan Asosiasi masing-masing perusahaan dan lain sebagainya,” sebutnya.

Dia mengegaskan, penetapan UMK baru ini wajib diikuti oleh seluruh perusahaan di Tanjab Barat. Sebab hal ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan karyawan itu sendiri.

BACA JUGA :  Kebakaran di Kampung Nelayan 4 Rumah Ludes 2 Rusak Berat

“Kalaupun UMK tidak sesuai dibayar mereka (Serikat Buruh) biasanya akan melapor ke Disnakertrans. Artinya bila ada perusahaan tidak menerapkan siap-siap di sanksi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, kenaikan UMK sendiri hanya berlaku untuk perusahaan menengah ke atas, namun bila ada perusahaan yang karena beberapa hal belum bisa mengikuti ketetapan UMK yang baru maka pihaknya akan melakukan survei untuk mencari alasan perusahaan itu sendiri.

“Biasanya kalau perusahaan kecil tidak akan mempedomani penetapan UMK tersebut sebab tidak sanggup, nantinya bakal kita bina terlebih dahulu,” tandasnya.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pastikan Stok Sembako Aman Saat Nataru, Gubernur Jambi Sidak Pasar

Ekonomi

Harga Minyak Goreng Naik Imbas dari Naiknya Harga CPO 

Ekonomi

Stabilitas Pasar, Bupati Tanjab Barat Lepas 8 Ton Beras Medium

Ekonomi

6 PertaShop Tersebar di Tanjab Barat, Dimana Saja

Ekonomi

Grup PTPN Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng dan Teh di Tiga Tempat

Bisnis

Antisipasi Covid-19, Warkop Ini Tutup Dipintu Tulis Gini “Buka 24 Jam Kami Didalam, Dirumah Aja Minumnya

Berita

Bantuan Alat Tangkap Nelayan, Netty : Kita Sudah Surati Provinsi dan Pusat, Tapi Belun Direspon

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Safrial Resmikan Pasar Kuliner Ramadhan