LIVE
Resmikan Lapangan Tenis Pelindo II Telainai Pura, Al Haris Berharap Tumbuh Generasi Muda Petenis Jambi Bupati dan Ketua DPRD Merangin Bantu Warga Korban Kebakaran Hairan, Pemkab Targetkan 40 Hingga 50 % Masyarakat Sudah Divaksin Sebelum Pelaksanaan MTQ Diduga Keracunan di Tangki Bensin, 2 Orang Pria di Kuala Tungkal Meninggal Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok

Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 13:06 WIB

Waspada, Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 Meter

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

TANJAB BARATGelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi di prediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, Zulfikri saat di konfirmasi, Senin (18/01/20).

Bahkan Zul menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

BACA JUGA :  Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai Februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya hingga saat ini gelombang tinggi berpotensi bisa terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,” katanya.

BACA JUGA :  Kapolda dan Gubernur Jambi Sambut Kedatangan Kapolri dan Panglima TNI

Zulfikri menyampaikan bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut. Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

“Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,” himbau Zulfikri.

BACA JUGA :  Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Ke 50 Tahun 2021

Informasi yang diterima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Dansatgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST Tinjau Perbaikan Jembatan

Berita

Kini dari Senyerang-Teluk Nilau Ke Kuala Tungkal Bisa Naik Damri

Berita

Tim Gabungan TNI Polri dan Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman Karhan di Desa Margo Rukun Senyerang

Berita

Coklit di Betara Terkendala Corona, KPU Tunggu Rekom Gugus Tugas

Merangin

Tak Hanya Doa, Al Haris Kirim Ramuan Daun Sungkai untuk Bupati Muaro Jambi

Berita

Satgas Covid-19 Tanjabbar Lakukan Penguatan Prokes di Kawasan PPKM Wisata Kuliner

Berita

Wabup Amir Sakib Hadiri Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja di Desa Sungai Jering

Berita

Kapolres Tanjabbar Harapkan Desa Betara Kanan Tetap Zona Hijau