indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Polri Gelar Lomba Menulis Surat Untuk Kapolri, Ini Syaratnya IPDA Yohanes Chandra Kaget Dapat Kejutan dari Istri dan Anggota Polsek Sungai Gelam Kapolres Batanghari Pimpin Sertijab Wakapolres Antisipasi Gangguan, Petugas PLN ULP Kuala Tungkal Melakukan Pembebasan Tanam Tumbuh Antusias Masyarakat Tinggi, 95 Peserta Calon Staf Baznas Mengikuti Seleksi Tertulis

Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 13:06 WIB

Waspada, Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 Meter

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

TANJAB BARATGelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi di prediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, Zulfikri saat di konfirmasi, Senin (18/01/20).

Bahkan Zul menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai Februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,” sebutnya.

BACA JUGA :  Peringati May Day ke-30 KSBSI Jambi Gelar Baksos Sembako

Lebih lanjut dikatakannya hingga saat ini gelombang tinggi berpotensi bisa terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,” katanya.

Zulfikri menyampaikan bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut. Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

BACA JUGA :  Halal Bihalal, Majelis Daerah KAHMI Tanjab Barat Bahas Panitia Musda

“Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,” himbau Zulfikri.

Informasi yang diterima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Polda Jambi Amankan Ratusan Keping Papan dan Kayu Ilegal di Hutan Perbatasan Jambi-Sumsel

Berita

Himbauan SMAN 1 Tanjabbar Terkait Pesantren Ramadhan Siswa ‘The Class of 21 Great Party’

Berita

Kapolda Jambi Hadiri HUT Brimob ke-76

Berita

Sukses, Desa Teluk Kulbi Juara 1 Lomba HATINYA PKK Tingkat Kabupaten

Berita

Pusterad : Di Era Modern Saat Ini Informasi Sangat Penting dan Menjadi Kebutuhan Sehari-Hari

Berita

Semangat Gotong Royong TNI-Rakyat di Lokasi Pra TMMD Ke-112 Kodim 1002/HST

Berita

Kodam II/Sriwijaya Berangkatkan 126 Personel Satgas BKO Apter ke Wilayah Indonesia Timur

Berita

Bawaslu Tanjab Barat Gelar Sosialisasi Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif