LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Berita

Senin, 18 Januari 2021 - 13:06 WIB

Waspada, Gelombang Pesisir Timur Berpotensi Ketinggian 2,5 Meter

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

FOTO : Gelombang Tinggi Januari bisa Sampai Februari 2021

TANJAB BARATGelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi di prediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, Zulfikri saat di konfirmasi, Senin (18/01/20).

Bahkan Zul menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai Februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,” sebutnya.

BACA JUGA :  Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan

Lebih lanjut dikatakannya hingga saat ini gelombang tinggi berpotensi bisa terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,” katanya.

Zulfikri menyampaikan bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut. Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

BACA JUGA :  AKBP Guntur : Penanggulangan dan Pengendalian Covid-19 Tak Harus Bermain di Warna Zona

“Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,” himbau Zulfikri.

Informasi yang diterima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

BPBD ; 7 Kecamatan Di Tanjabbar Rawan Karhutla

Berita

Ratusan Anak dan Remaja Ikuti FASI IX Kabupaten Tanjab Barat 2019

Berita

Lagi, 5 Warga Tanjabbar Terpapar Positif Covid-19

Berita

Wabup Amir Sakib Buka Training Center (TC) Kafilah MTQ Tanjabbar

Berita

Danrem 042 Pimpin Pelepasan Pasukan Satgas Teritorial Gelombang III ke Papua

Berita

KPU; Logistik Pemilu Mulai Tiba di Masing-Masing Desa

Berita

Januari Hingga Mei 2020, BNNK Tanjab Timur-Tanjab Barat Ungkap 7 Kasus Narkoba

Berita

Komisi III Akan Tinjau Pembangunan Jembatan Suak Samin