YTUBE
Modusnya Terekan CCTV Toko, Pencuri 2 Bal Rokok Class Mild Diringkus Polisi Dua Kali Lakukan Pemerkosaan di Geragai, Pelaku Dibekuk Polisi Saat Hendak Kabur ke Medan DPC AJWI Audiensi dengan Disdik Bogor 2 Nelayan Kuala Tungkal yang Hilang Akibat Mati Mesin Ditemukan, Begini Kondisinya Mendagri Beri Sinyal Pengendalian Inflasi, Pemda Tanjab Barat Jaga Stabilitas Harga Komoditi

Home / Kesehatan

Rabu, 24 Agustus 2022 - 00:49 WIB

15 Desa dari 7 Kecamatan di Tanjab Barat Lokus Stunting

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Zaharudin. FOTO : ARY/LT

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Zaharudin. FOTO : ARY/LT

KUALA TUNGKAL – Sebanyak 15 Desa yang tersebar di 7 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah ditetapkan menjadi lokus penanganan stunting pada 2022.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Barat H. Zaharudin, Selasa (23/8/22) siang.

Penetapan desa prioritas lokus stunting terintegrasi Kabupaten Tanjab Barat tahun 2022, ditetapkan pada Anggaran Tahun 2021 lalu ini, karena menyesuaikan program kegiatan dan sub kegiatan yang ada di organisasi perangkat daerah yang ada di rencana kerja organisasi perangkat daerah yang terkait di dalam tim penanggulangan stunting.

”Untuk menentukan desa prioritas locus stunting ini, kami menggunakan data sebagai baselinenya. Diantaranya, desa rawan pangan, desa penanganan kemiskinan ekstrim dan desa dengan prevalensi dan jumlah stunting yang tinggi atau absolute,“ katanya.

BACA JUGA :  Kerusakan Masjid Syaikh Utsman Pengunjung Sarankan Pemda Lakukan Perbaikan

Disampaikan Zaharudin bahwa berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), angka balita stunting tahun 2020 dari 44,% turun menjadi 21,8 %, sedangkan pada tahun 2021 angka stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat turun menjadi 19,8%, yang mana Tanjab Barat termasuk dalam tiga Kabupaten terbaik dalam penurunan angka  stunting berdasarkan Survei Gizi Nasional (SGI).

“Target penurunan stunting sudah dicantumkan di dalam RPJMD 2021-2026, sehingga pada masa akhir kepemimpinan Bupati Anwar Sadat dan Wakil Bupati Hairan pada tahun 2024 sudah harus mencapai 14%, hal tersebut tidak terlepas dari peran dan kerjasama kita semua untuk menekan dan mencegah stunting di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan,” ungkap Zaharudin.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Ibu dan Bayi Meninggal Pasca Melahirkan di Kamar Hotel, Polisi Amankan Pria dan Perempuan Mengaku Bidan

Menurutnya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah gizi, baik sebab secara langsung seperti kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit Infeksi, mau pun sebab tidak langsung seperti pola asuh yang salah, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, hygiene sanitasi lingkungan yang kurang sehat, rendahnya sosial ekonomi masyarakat serta karena ketiadaan lapangan pekerjaan.(Ary)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Wanita Lebih Suka Pria yang Disunat, dr. Boyke Mengungkap Alasannya

Kesehatan

Gubernur Apresiasi Kerjasama IDI dan Polda Jambi di Bidang Pelayanan Kesehatan

Advetorial

Polres Tanjab Barat Gelar Baksos Donor Darah

Kesehatan

Antisipasi Covid-19, Kapolres Tanjabbar Sosialisasi PHBS di TK Kemala Bhayangkari

Investigasi

Empat Wilayah Ini Masuk dalam Kategori Rawan Endemis Demam Berdarah

Kesehatan

Warning Terbaru WHO Soal Bahayanya Rokok Elektrik

Kesehatan

Mantap! Pemkab Tanjab Barat Raih Sertifikat Eliminasi Filariasis

Kesehatan

Manajemen dan Nakes RSUD KH Daud Arif Disuntik Vaksin Sinovac C-19