YTUBE
Ironis, Ditinggal Suami Mancing Istri Masukan Duda ke dalam Rumah Haji 2023 Tanjab Barat Dapat Kuota 407 Porsi, Prioritas CJH Lansia Tim Sultan Polres Tebo Uangkap Tindak Pidana PETI Sejumlah Orang Diamankan 700 Peserta Lulus Bahan Penerimaan PPPK Formasi Guru di Tanjab Barat Nikahi Janda, Samsul Mukmin Berikan Mas Kawin Linggis

Home / Ekonomi

Rabu, 4 Desember 2019 - 21:47 WIB

2020 UMK Tanjabbar Naik, Perusahaan Diminta Menyesuaikan

FOTO : Ir. H. Agus Sanusi, M.Si, Sekda Tanjab Barat

FOTO : Ir. H. Agus Sanusi, M.Si, Sekda Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya yang bekerja di perusahaan yang beroperasi di Tanjab Barat. Passlnya, per 1 Januari 2020 mendatang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tanjabbar mengalami kenaikan hingga Rp.2,685,000,-.

Hal itu dibenarkan Sekda Tanjab Barat H. Agus Sanusi, bahwa UMK di Tanjabbar tahun 2020 mendatang yakni Rp.2,685,000,- jumlah ini mengalami kenaikan daripada tahun 2019 yakni Rp.2,463,353,71.

Kenaikan UMK Tanjab Barat itu, kata Agus, telah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jambi Nomor : 1308/Kep.Gup/Disnakertrans-3.3/2019 tanggal 03 Desember 2019 tentang Penetapan UMK Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2020 sebesar Rp 2.685.000,-.

BACA JUGA :  Peringati Isra Miraj, Pemkab Tanjabbar Hadirkan Buya Arrazy Hasyim

Dijelaskan Sekda Penetapan upah minimum Kabupaten ini, sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah stakeholder termasuk dewan pengupahan dan serikat kerja.

Penetapan UMK ini sebenarnya berdasarkan hasil dari sidang dewan pengupahan Kabupaten Tanjabbar, itu terdiri dari federasi buruh, serikat pekerja bersama dengan perwakilan Asosiasi masing-masing perusahaan.

BACA JUGA :  700 Peserta Lulus Bahan Penerimaan PPPK Formasi Guru di Tanjab Barat

“Sudah dirapatkan dengan Tripartit tinggal lagi menunggu SK Gubernur,” ungkap Sekda.

Sekda Tanjab Barat H. Agus Sanusi menegaskan, penetapan UMK baru ini wajib diikuti oleh seluruh perusahaan di Tanjabbar per 1 januari 2020. Sebab hal ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan karyawan itu sendiri.

“Kalaupun UMK tidak sesuai dibayar mereka (Serikat Buruh) biasanya akan melapor ke Disnakertrans. Artinya bila ada perusahaan tidak menerapkan siap-siap di sanksi,” sebut Sekda.(abs)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Fahrori; Ketersedian Bahan Pangan Pokok Masih Aman

Ekonomi

Mendekati Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Kuala Tungkal Merangkak Naik

Ekonomi

Pedagang Di Tanjab Barat Dapat Bantuan dari Kementerian Perdagangan

Ekonomi

Susu Gambar Beruang Juga Ikut Langka di Kuala Tungkal

Ekonomi

Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

Daerah

Bupati Safrial Terus Cari Solusi Fluktuasi Harga Kelapa Bersama KOPEK

Ekonomi

Ngopi di Halaman Rumah Dinas, Bupati Padukan Dengan UMKM Bangkitkan Ekonomi

Ekonomi

Cabai Merah di Pasar Sembubuk Muaro Jambi Tembus 80 Ribu, Ayam Potong 40 Ribu