LIVE TV
Bersihkan Lahan dengan Dibakar Warga Senyerang Ditangkap Polisi Jumat Bersih, Polsek Pengabuan dan Warga Bersihkan Embung Air Danrem 042 Gapu Hadiri Pelantikan Bupati Tanjab Barat dan Batanghari Baru Dilantik Jadi Bupati, H. Anwar Sadat Ditunjuk Jadi Ketua DPD PAN Tanjab Barat 2021- 2025 Anwar Sadat-Hairan Tancap Gas Realisasi Janji Kampanye

Home / Nasional

Rabu, 18 November 2020 - 17:59 WIB

2,2 Persen Kampanye Tatap Muka Melanggar Aturan

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan ada 13.646 kampanye tatap muka yang dilakukan peserta Pilkada 2020. Menurut dia, hanya 2,2 persen dari jumlah kampanye tatap muka itu yang melanggar ketentuan batas maksimal 50 orang.

“Dari tiga belas ribu lebih itu lebih kurang 2,2 persen terjadi pelanggaran di atas 50 orang,” kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat seperti dikutio nasional.tempo.co, Rabu, (18/11/20).

BACA JUGA :  Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jadi Wakasad

Namun Tito tidak menyebut 2,2 persen pelanggaran itu tersebar daerah mana yang menyelenggarakan pilkada serentak tahun ini.

Tito hanya mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menindak pelanggaran-pelanggaran tersebut dengan baik.

“Cara yang digunakan Bawaslu ialah pembubaran langsung, teguran, dan mengekspos kepada publik agar elektabilitas peserta Pilkada 2020 terdampak,” kata Tito.

Tito pun menyebut angka pelanggaran 2,2 persen itu tergolong kecil dibanding jumlah kampanye tatap muka yang taat pada batas maksimal 50 orang.

BACA JUGA :  Baru Dilantik Jadi Bupati, H. Anwar Sadat Ditunjuk Jadi Ketua DPD PAN Tanjab Barat 2021- 2025

“Bukan berarti kita menolerir tetapi ini cenderung kecil,” kata dia.

Tito Karnavian menuturkan data Satgas Covid-19 menunjukkan ada penurunan status dari zona merah di daerah-daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Ua menyebut daerah Pilkada 2020 yang berstatus zona merah pada September lalu sebanyak 45 daerah.

Jumlah tersebut turun menjadi 18 daerah pada November ini. Tito mengklaim pengurangan jumlah daerah zona merah ini lantaran kepatuhan terhadap protokol Covid-19.

BACA JUGA :  Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Upacara Ops Gaktib dan Yustisi Polisi Militer

“Dari sini kita lihat kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat memengaruhi penyebaran Covid-19,” kata mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini.

Tito mengatakan Kemendagri terus mendorong calon kepala daerah untuk membagikan masker kepada masyarakat. Dia mencontohkan, dua pekan lalu pemerintah Kepulauan Riau membagikan 5 juta masker yang berasal dari sumbangan pemerintah daerah dan pasangan calon.

“Jadi melalui mekanisme ini tahapan kampanye masuk hari ke-54 relatif terkendali,” kata Tito.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tiba di Aceh, Kasad Andika Perkasa dan Istri Disambut Upacara Adat Peusijuek

Daerah

Kasdam II/SWJ Sambut Jenazah Serda Rikson Yang Gugur Di Papua

Betara

Purwodadi Juara Liga Desa Nusantara 2019 Seri Tanjab Barat

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Buka Seleksi Tes Calon Taruna STP Rayon Daerah

Advetorial

Tanam Magrove Meriahkan Peringatan HKAN 2019 Di Tanjab Barat

Covid-19

Ahli Waris Dua Pahlawan Kesehatan TNI AD yang Gugur dalam Penanganan Covid-19 Terima Santunan Asabri

Nasional

406 Taruna STP Jakarta 2019 Digembleng Lanal Banten

Nasional

Resmi, Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 11 November 2019