indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Cara Setting Chat WhatsApp Langsung Hilang Setelah Dibaca BREAKING NEWS : Pria Dewasa di Temukan Tidak Bernyawa di Kamar Hotel Yello Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

Home / Nasional

Rabu, 18 November 2020 - 17:59 WIB

2,2 Persen Kampanye Tatap Muka Melanggar Aturan

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan ada 13.646 kampanye tatap muka yang dilakukan peserta Pilkada 2020. Menurut dia, hanya 2,2 persen dari jumlah kampanye tatap muka itu yang melanggar ketentuan batas maksimal 50 orang.

“Dari tiga belas ribu lebih itu lebih kurang 2,2 persen terjadi pelanggaran di atas 50 orang,” kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat seperti dikutio nasional.tempo.co, Rabu, (18/11/20).

Namun Tito tidak menyebut 2,2 persen pelanggaran itu tersebar daerah mana yang menyelenggarakan pilkada serentak tahun ini.

Tito hanya mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menindak pelanggaran-pelanggaran tersebut dengan baik.

BACA JUGA :  Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

“Cara yang digunakan Bawaslu ialah pembubaran langsung, teguran, dan mengekspos kepada publik agar elektabilitas peserta Pilkada 2020 terdampak,” kata Tito.

Tito pun menyebut angka pelanggaran 2,2 persen itu tergolong kecil dibanding jumlah kampanye tatap muka yang taat pada batas maksimal 50 orang.

“Bukan berarti kita menolerir tetapi ini cenderung kecil,” kata dia.

Tito Karnavian menuturkan data Satgas Covid-19 menunjukkan ada penurunan status dari zona merah di daerah-daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Ua menyebut daerah Pilkada 2020 yang berstatus zona merah pada September lalu sebanyak 45 daerah.

BACA JUGA :  4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB

Jumlah tersebut turun menjadi 18 daerah pada November ini. Tito mengklaim pengurangan jumlah daerah zona merah ini lantaran kepatuhan terhadap protokol Covid-19.

“Dari sini kita lihat kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat memengaruhi penyebaran Covid-19,” kata mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini.

Tito mengatakan Kemendagri terus mendorong calon kepala daerah untuk membagikan masker kepada masyarakat. Dia mencontohkan, dua pekan lalu pemerintah Kepulauan Riau membagikan 5 juta masker yang berasal dari sumbangan pemerintah daerah dan pasangan calon.

“Jadi melalui mekanisme ini tahapan kampanye masuk hari ke-54 relatif terkendali,” kata Tito.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Terapkan BPJS Kesehatan Jadi Persyaratan Jual Beli Tanah

Nasional

Satgas Covid-19 Buka Rekrutmen Tracer Covid-19 Posko Satgas Desa/Kelurahan 11 Provinsi, Tertarik?

Nasional

Peringati HUT RI ke-76, TNI Sinergi dengan POLRI dan Tokoh Masyarakat Napak Tilas di Puncak Tertinggi Distrik Kanggime

Nasional

Syarat dan Ketentuan Cuti Karyawan Swasta Saat Nataru 2021

Nasional

Laziswaf Al Hilal Selenggarakan Ekspedisi Wakaf Al Qur’an untuk Pulau Sumatera

Berita

Ini Surat Edaran Mendagri Nomor 025/4660/SJ Tentang Pakian Dinas Hitam

Nasional

Kasad Buka MTQ Nasional TNI AD

Nasional

Postingan Instagram Bupati Banjarnegara Pasca Ditahan Buat Geger KPK