LIVE
Besok DPRD Tanjab Barat Akan Gelar Vaksinasi 1.000 Dosis Bupati Kolaka Timur Disebut Terjaring OTT KPK Semangat Satgas TMMD Ke-112 Kodim HST Bangun Jembatan Pedesaan Tegas! Bupati Tanjabbar Minta Perusahaan dalam Forum TJSLP Jujur dan Terbuka Pemkab Tanjab Barat Gelar Rapat Kerja dengan 57 Perusahaan Forum TJSLP

Home / Nasional

Rabu, 18 November 2020 - 17:59 WIB

2,2 Persen Kampanye Tatap Muka Melanggar Aturan

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

GAMBAR : Ilustrasi Kampanye Langsung

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan ada 13.646 kampanye tatap muka yang dilakukan peserta Pilkada 2020. Menurut dia, hanya 2,2 persen dari jumlah kampanye tatap muka itu yang melanggar ketentuan batas maksimal 50 orang.

“Dari tiga belas ribu lebih itu lebih kurang 2,2 persen terjadi pelanggaran di atas 50 orang,” kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat seperti dikutio nasional.tempo.co, Rabu, (18/11/20).

BACA JUGA :  TNI Buka Pendaftaran Calon Perwira Prajurit Karir 2021 Lulusan D4-S1, Ini Persyaratan dan Ketentuannya

Namun Tito tidak menyebut 2,2 persen pelanggaran itu tersebar daerah mana yang menyelenggarakan pilkada serentak tahun ini.

Tito hanya mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah menindak pelanggaran-pelanggaran tersebut dengan baik.

“Cara yang digunakan Bawaslu ialah pembubaran langsung, teguran, dan mengekspos kepada publik agar elektabilitas peserta Pilkada 2020 terdampak,” kata Tito.

Tito pun menyebut angka pelanggaran 2,2 persen itu tergolong kecil dibanding jumlah kampanye tatap muka yang taat pada batas maksimal 50 orang.

BACA JUGA :  Bupati Kolaka Timur Disebut Terjaring OTT KPK

“Bukan berarti kita menolerir tetapi ini cenderung kecil,” kata dia.

Tito Karnavian menuturkan data Satgas Covid-19 menunjukkan ada penurunan status dari zona merah di daerah-daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Ua menyebut daerah Pilkada 2020 yang berstatus zona merah pada September lalu sebanyak 45 daerah.

Jumlah tersebut turun menjadi 18 daerah pada November ini. Tito mengklaim pengurangan jumlah daerah zona merah ini lantaran kepatuhan terhadap protokol Covid-19.

BACA JUGA :  TNI Buka Pendaftaran Calon Perwira Prajurit Karir 2021 Lulusan D4-S1, Ini Persyaratan dan Ketentuannya

“Dari sini kita lihat kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat memengaruhi penyebaran Covid-19,” kata mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ini.

Tito mengatakan Kemendagri terus mendorong calon kepala daerah untuk membagikan masker kepada masyarakat. Dia mencontohkan, dua pekan lalu pemerintah Kepulauan Riau membagikan 5 juta masker yang berasal dari sumbangan pemerintah daerah dan pasangan calon.

“Jadi melalui mekanisme ini tahapan kampanye masuk hari ke-54 relatif terkendali,” kata Tito.(Edt)

Share :

Baca Juga

Nasional

KPK Benarkan OTT Bupati Probolinggo dan Suami

Nasional

TNI AL Tangkap Kurir Narkoba Bawa 38,4 Kg Sabu dan 40 Ribu Pil Ekstasi

Pendidikan

Persiapkan New Normal Pendidikan yang Berorientasi Pada Siswa

Nasional

Selama PPKM Darurat, KUA Tak Layani Pendaftaran Nikah

Nasional

Prasetyo Minta Mendagri Kaji Ulang Kewajiban Pakai Aplikasi SIPD

Nasional

Satgas Yonif Raider 142 KJ Dorong Logistik ke Pos Garis Depan Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Nasional

Mendagri Minta Kades Tak Langsung Dipidana Jika Salah Administrasi Dana Desa

Nasional

Pilkada 2020 Tetap Digelar agar Tak Ada Plt Kepala Daerah