LIVE
Inovasi Pusling Library Goes To Blok Hunian Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Kapolri Ungkap Alasan Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri Bupati Anwar Sadat Lepas 123 Kafilah MTQ ke 50 Tanjab Barat Umy Hj. Fadhilah Sadat Tinjau Kesiapan Beberapa Spot Lokasi Sentra Promosi MTQ Atlet Dayung Jambi Sabet Mendali Perak di PON XX Papua

Home / Nasional

Selasa, 27 Juli 2021 - 21:31 WIB

COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi

COVID-19 Varian AY.1 'Delta Plus' Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi/Ilustrasi

COVID-19 Varian AY.1 'Delta Plus' Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi/Ilustrasi

JAKARTA – Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio membenarkan ‘varian Delta Plus’ atau varian bernama resmi AY.1 sudah masuk Indonesia.

Disebutkan, sudah ada tiga kasus varian ‘Delta Plus’ yang tersebar di dua wilayah Indonesia.

“Sudah ada di Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi,” demikian jelas Prof Amin melalui pesan singkat kepada detikcom Selasa (27/07/21).

Kemunculan varian Delta Plus di India beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan lantaran dikhawatirkan bisa memicu gelombang baru COVID-19.

BACA JUGA :  Panen Raya Padi di Danau Embat, Wabup : Petani Jadi Prioritas Fadhil-Bakhtiar

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) varian ‘Delta Plus’ masuk ke dalam variant of concern (VoC). ‘Varian Delta Plus’ sudah diidentifikasi di 11 negara, termasuk Amerika Serikat, berdasarkan laporan NBC News per 2 Juli lalu.

Sementara, Sunit K. Singh Professor of Molecular Immunology and Virology, Institute of Medical Sciences, Banaras Hindu University menyebut mutasi yang terdapat dalam varian Delta Plus adalah K417N. Mutasi yang juga ditemukan dalam varian Beta.

BACA JUGA :  Warga dan Satgas TMMD ke 112 Berjibaku Buat Jalan dan Drainase

“Varian Beta dengan mutasi ini telah menunjukkan kemampuan untuk lolos dari antibodi yang diberikan oleh vaksinasi COVID, setidaknya sampai batas tertentu. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin COVID-19 tidak akan melindungi dari mutasi ini secara efektif,” jelas Sunit mengingatkan bahaya mutasi K417N dalam varian Delta Plus.

Dikutip dari Hindustan Times, pakar virologi India menilai gejala varian Delta Plus tidak memiliki perbedaan signifikan dengan varian Delta dan varian Beta (B1351). Beberapa di antaranya adalah:

  • Batuk
  • Diare
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
  • Nyeri dada
  • Sesak napas.(*)
BACA JUGA :  Atlet Dayung Jambi Sabet Mendali Perak di PON XX Papua

 

 

 

*Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul : Sudah Masuk RI, COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Ada di 2 Wilayah Ini.

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Tanjab Barat Buka Seleksi Tes Calon Taruna STP Rayon Daerah

Nasional

Refly Harun : 7 Partai Bermufakat untuk Singkirkan Demokrat dan PKS

Nasional

Menpan RB Keluarkan SE Terbaru PNS dan PPPK Dilarang Mudik Lebaran

Nasional

Natal, 11.669 Napi Dapat Remisi, 195 Langsung Bebas

Nasional

Angka Pengangguran Muda Indonesia Masih Tertinggi se-Asia Tenggara

Nasional

Tingkatkan SDM Penerangan TNI AD, Dispenad Selenggarakan Pendidikan Public Speaking

Pilkada

Kampanye Pilkada 2020 Bertema Penanganan Covid-19

Nasional

Kapolri Ungkap Alasan Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri