indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Rumah Panggung di Tahtul Yaman Ludes Terbakar, Tetangga Sekitar Buyar Dua Kapolres di Jajaran Polda Jambi Diganti Kodim 0419/Tanjab Gandeng Pemda Hingga Perusahaan Sukseskan TMMD ke-113 Warga Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi Keluhkan Jalan Hancur Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

Home / Nasional

Selasa, 27 Juli 2021 - 21:31 WIB

COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi

COVID-19 Varian AY.1 'Delta Plus' Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi/Ilustrasi

COVID-19 Varian AY.1 'Delta Plus' Dikabarkan Sudah Terdeteksi di Jambi/Ilustrasi

JAKARTA – Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio membenarkan ‘varian Delta Plus’ atau varian bernama resmi AY.1 sudah masuk Indonesia.

Disebutkan, sudah ada tiga kasus varian ‘Delta Plus’ yang tersebar di dua wilayah Indonesia.

“Sudah ada di Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi,” demikian jelas Prof Amin melalui pesan singkat kepada detikcom Selasa (27/07/21).

Kemunculan varian Delta Plus di India beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan lantaran dikhawatirkan bisa memicu gelombang baru COVID-19.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) varian ‘Delta Plus’ masuk ke dalam variant of concern (VoC). ‘Varian Delta Plus’ sudah diidentifikasi di 11 negara, termasuk Amerika Serikat, berdasarkan laporan NBC News per 2 Juli lalu.

BACA JUGA :  Menpan RB Stop Sementara Jabatan Fungsional

Sementara, Sunit K. Singh Professor of Molecular Immunology and Virology, Institute of Medical Sciences, Banaras Hindu University menyebut mutasi yang terdapat dalam varian Delta Plus adalah K417N. Mutasi yang juga ditemukan dalam varian Beta.

“Varian Beta dengan mutasi ini telah menunjukkan kemampuan untuk lolos dari antibodi yang diberikan oleh vaksinasi COVID, setidaknya sampai batas tertentu. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin COVID-19 tidak akan melindungi dari mutasi ini secara efektif,” jelas Sunit mengingatkan bahaya mutasi K417N dalam varian Delta Plus.

BACA JUGA :  Wali Kota Jambi Usul Honorer Diangkat PNS Tanpa Tes, Alasannya Masuk Akal

Dikutip dari Hindustan Times, pakar virologi India menilai gejala varian Delta Plus tidak memiliki perbedaan signifikan dengan varian Delta dan varian Beta (B1351). Beberapa di antaranya adalah:

  • Batuk
  • Diare
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
  • Nyeri dada
  • Sesak napas.(*)

 

 

 

*Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul : Sudah Masuk RI, COVID-19 Varian AY.1 ‘Delta Plus’ Ada di 2 Wilayah Ini.

Share :

Baca Juga

Berita

Peraih Nilai SKD Tertinggi Tanjab Barat dari CPNS Kategori P1/TL, Siapa Dia?

Nasional

Natal, 11.669 Napi Dapat Remisi, 195 Langsung Bebas

Pilkada

Ini Nama Nama Calon PPS yang Lulus dan Tidak Lulus Seleksi Tertulis Tanpa Perpanjangan Pendaftaran

Nasional

Waspada! Aplikasi PeduliLindungi Palsu, Ini Perbedaannya

Nasional

406 Taruna STP Jakarta 2019 Digembleng Lanal Banten

Politik

Pengurus Partai Berkarya Kubu Muchdi Anulir Seluruh Rekomendasi di Pilkada 2020

Nasional

Vaksinasi C-19 Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini

Nasional

11 Negara Telah Dapat Kouta Haji 2021, Indonesia Masih Tanda Tanya?