indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
21 Instansi di Kota Jambi Beri Layanan Terpusat di Mall Pelayanan Publik Waspada Kebakaran, Damkar dan Penyelamatan Tanjab Barat Himbau Warga Lakukan Ini Kebun Tercemar Limbah PDAM, Warga Talang Makmur Ngadu ke Wakil Rakyat Polres Bungo Buka Bengkel Gratis Layani Pelanggar Knalpot Brong 75 Peserta Mengikuti USPK Paket B, Erham : Ijazah Bisa Digunakan Untuk Melanjutkan Pendidikan Formal

Home / Teknologi

Jumat, 15 Januari 2021 - 12:47 WIB

Haruskah Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke Telegram atau Signal?

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

KUALA TUNGKAL – WhatsApp merupakan salah satu media paling familiar digunakan masyarakat dunia saat ini. Namun belakangan aplikasi chatting milik Facebook ini kini menjadi sorotan atas pembaruan kebijakan privasi untuk para penggunanya.

Salah satu poin dalam pembaruan kebijakan itu adalah keputusan perusahaan untuk berbagi data dengan Facebook.

Akibatnya, ada seruan yang mengajak pengguna untuk beralih dari WhatsApp dan berpindah ke aplikasi chatting lain, seperti Telegram atau Signal.

Terkait hal itu, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya menuturkan, pengguna sebenarnya tidak perlu sampai benar-benar meninggalkan WhatsApp. Sebab, apa yang dilakukan oleh WhatsApp, tidak berbeda dari perusahaan internet lain.

BACA JUGA :  Waspada Kebakaran, Damkar dan Penyelamatan Tanjab Barat Himbau Warga Lakukan Ini

“Menurut hemat saya, pada prinsipnya perusahaan internet mana pun akan melakukan pola yang sama,” tutur Alfons seperti dikutip dari Tekno Liputan6.com, Jumat (15/01/21).

Alfons menuturkan konsumen tetap perlu mencegah satu perusahaan menguasai pasar dengan skala terlalu besar.

“Jadi, gunakan lebih dari satu aplikasi pesan instan. Mulai gunakan Telegram, Line, atau Signal bukan karena lebih aman atau tidak mengeksploitasi data, melainkan supaya tidak ada penguasa pasar yang terlalu dominan,” kata dia.

BACA JUGA :  Buka Pelatihan Bintalsik Karyawan PT MSR, Ini Harapan Danrem Gapu

Hal ini dilakukan agar perusahaan mana pun yang menjadi penguasa pasar tidak melakukan tindakan arogan. Sebab, pada prinsipnya perusahaan yang dominan memiliki kecenderungan monopolistik.

Dalam kondisi tersebut, pengguna bisa saja tidak diberi pilihan lain.

“Jadi, konsumen diminta memilih setuju atau tidak sama sekali memakai aplikasinya,” tutur Alfons melanjutkan.

Share :

Baca Juga

Teknologi

Berikut 17 Link Twibbon Untuk Ucapan Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021

Teknologi

Telkomsel Bakal Matikan Simpati, Loop dan Kartu AS

Teknologi

7 Aplikasi Cloud Storage Terbaik untuk Menyimpan Data Penting

Teknologi

WhatsApp dan Instagram Down Bersamaan

Teknologi

realme Umumkan 9 Pro Series All-in-5G dan Pertama dengan Prosesor MediaTek Dimensity 920 5G Terbaru

Teknologi

Guru PAUD Harus Tau Perangkat Pembelajaran : SiPendi-eRaport

Teknologi

Ini Cara Download Windows 11 Gratis

Teknologi

5 Infrastruktur Ini Perlu Dipersiapkan untuk Membangun Kampus Digital