LIVE
Satgas TMMD Ke-112 Kodim 1002/HST Gelar Penyuluhan Pertanian Besok DPRD Tanjab Barat Akan Gelar Vaksinasi 1.000 Dosis Bupati Kolaka Timur Disebut Terjaring OTT KPK Semangat Satgas TMMD Ke-112 Kodim HST Bangun Jembatan Pedesaan Tegas! Bupati Tanjabbar Minta Perusahaan dalam Forum TJSLP Jujur dan Terbuka

Home / Teknologi

Jumat, 15 Januari 2021 - 12:47 WIB

Haruskah Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke Telegram atau Signal?

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

KUALA TUNGKAL – WhatsApp merupakan salah satu media paling familiar digunakan masyarakat dunia saat ini. Namun belakangan aplikasi chatting milik Facebook ini kini menjadi sorotan atas pembaruan kebijakan privasi untuk para penggunanya.

Salah satu poin dalam pembaruan kebijakan itu adalah keputusan perusahaan untuk berbagi data dengan Facebook.

Akibatnya, ada seruan yang mengajak pengguna untuk beralih dari WhatsApp dan berpindah ke aplikasi chatting lain, seperti Telegram atau Signal.

BACA JUGA :  KPU Tanjab Barat Hibahkan 708 Thermo Gun ke Pemkab

Terkait hal itu, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya menuturkan, pengguna sebenarnya tidak perlu sampai benar-benar meninggalkan WhatsApp. Sebab, apa yang dilakukan oleh WhatsApp, tidak berbeda dari perusahaan internet lain.

“Menurut hemat saya, pada prinsipnya perusahaan internet mana pun akan melakukan pola yang sama,” tutur Alfons seperti dikutip dari Tekno Liputan6.com, Jumat (15/01/21).

BACA JUGA :  Danone Indonesia Bersama Kemendikbudristek Dukung Percepatan Vaksinasi PTK dan Peserta Didik

Alfons menuturkan konsumen tetap perlu mencegah satu perusahaan menguasai pasar dengan skala terlalu besar.

“Jadi, gunakan lebih dari satu aplikasi pesan instan. Mulai gunakan Telegram, Line, atau Signal bukan karena lebih aman atau tidak mengeksploitasi data, melainkan supaya tidak ada penguasa pasar yang terlalu dominan,” kata dia.

BACA JUGA :  Satgas TMMD Ke-112 Kodim 1002/HST Gelar Penyuluhan Pertanian

Hal ini dilakukan agar perusahaan mana pun yang menjadi penguasa pasar tidak melakukan tindakan arogan. Sebab, pada prinsipnya perusahaan yang dominan memiliki kecenderungan monopolistik.

Dalam kondisi tersebut, pengguna bisa saja tidak diberi pilihan lain.

“Jadi, konsumen diminta memilih setuju atau tidak sama sekali memakai aplikasinya,” tutur Alfons melanjutkan.

Share :

Baca Juga

Teknologi

Siaran TV Analog Bakal Dihentikan di 5 Daerah Ini, Salah Satunya Riau

Teknologi

Telkomsel Bakal Matikan Simpati, Loop dan Kartu AS

Teknologi

Tak Setuju Kebijakan Baru WhatsApp, 11 Fiturnya Bakal Tak Berfungsi Lagi

Teknologi

5 Penerapan Teknologi AI yang Memudahkan Aktivitas Manusia

Teknologi

Tokobiz.id dan Malakatech.com Jadi Solusi di Tengah Pandemi untuk UMKM Menuju Go Online

Teknologi

Berikut 17 Link Twibbon Untuk Ucapan Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021

Teknologi

7 Aplikasi Cloud Storage Terbaik untuk Menyimpan Data Penting

Pendidikan

Yok Ikuti, Tanoto Foundation Gelar Webinar Manajemen Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan