YTUBE
Kapolres dan Dandim 0417 Kerinci Sidak ke Kantor Pelayanan Publik Samsat Ops Pekat Jelang Nataru, Polda Jambi Sita Puluhan Botol Miras Berbagai Merk Bupati Anwar Sadat Himbau Waspada Terhadap Pemicu Kebakaran Silaturahmi, Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Sungai Dualap Kembangkan UMKM Kebakaran di Muara Sabak Timur, AKBP Andi : Kapolsek Siap Bantu Terbitkan Suket

Home / Teknologi

Jumat, 15 Januari 2021 - 12:47 WIB

Haruskah Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke Telegram atau Signal?

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

FOTO : Ilustrasi Untuk Berita WhatsApp/CNN Indoensia

KUALA TUNGKAL – WhatsApp merupakan salah satu media paling familiar digunakan masyarakat dunia saat ini. Namun belakangan aplikasi chatting milik Facebook ini kini menjadi sorotan atas pembaruan kebijakan privasi untuk para penggunanya.

Salah satu poin dalam pembaruan kebijakan itu adalah keputusan perusahaan untuk berbagi data dengan Facebook.

Akibatnya, ada seruan yang mengajak pengguna untuk beralih dari WhatsApp dan berpindah ke aplikasi chatting lain, seperti Telegram atau Signal.

Terkait hal itu, Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya menuturkan, pengguna sebenarnya tidak perlu sampai benar-benar meninggalkan WhatsApp. Sebab, apa yang dilakukan oleh WhatsApp, tidak berbeda dari perusahaan internet lain.

BACA JUGA :  Kebakaran di Muara Sabak Timur, AKBP Andi : Kapolsek Siap Bantu Terbitkan Suket

“Menurut hemat saya, pada prinsipnya perusahaan internet mana pun akan melakukan pola yang sama,” tutur Alfons seperti dikutip dari Tekno Liputan6.com, Jumat (15/01/21).

Alfons menuturkan konsumen tetap perlu mencegah satu perusahaan menguasai pasar dengan skala terlalu besar.

“Jadi, gunakan lebih dari satu aplikasi pesan instan. Mulai gunakan Telegram, Line, atau Signal bukan karena lebih aman atau tidak mengeksploitasi data, melainkan supaya tidak ada penguasa pasar yang terlalu dominan,” kata dia.

BACA JUGA :  Pasal Puluhan Siswa SMAN 5 Kota Jambi Terancan DO Akibat Minum Miras, Begini Sikap Dinas Pendidikan

Hal ini dilakukan agar perusahaan mana pun yang menjadi penguasa pasar tidak melakukan tindakan arogan. Sebab, pada prinsipnya perusahaan yang dominan memiliki kecenderungan monopolistik.

Dalam kondisi tersebut, pengguna bisa saja tidak diberi pilihan lain.

“Jadi, konsumen diminta memilih setuju atau tidak sama sekali memakai aplikasinya,” tutur Alfons melanjutkan.

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Teknologi

Ditlantas Polda Jambi Luncurkan Aplikasi Simpang Bara, Kapolda : Truk Tak Terdaftar Tidak Bisa Jalan

Teknologi

Telkomsel Bakal Matikan Simpati, Loop dan Kartu AS

Teknologi

realme Gelar Open Sale realme 9 Pro dan Tawarkan realme Payday Promo Hemat Hingga 40%

Teknologi

5 Infrastruktur Ini Perlu Dipersiapkan untuk Membangun Kampus Digital

Teknologi

Inilah 6 Alasan Pentingnya Menggunakan Casing HP

Teknologi

Tanoto Foundation Luncurkan E-PINTAR untuk Digitalisasi Pelatihan Guru dan Kepsek

Pendidikan

Yok Ikuti, Tanoto Foundation Gelar Webinar Manajemen Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan

Teknologi

Berikut Link Twibbon Ucapan Idul Fitri 2021 dan Cara Buatnya