indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Mendagri : Nama Tak Boleh Lagi Hanya 1 Kata dan Maksimal 60 Huruf Polda Jambi dan RS Bhayangkara Adakan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Gratis Seorang Ibu Warga Desa Senaung Melahirkan Kembar Tiga Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Pj Bupati Muaro Jambi, Tebo dan Sarolangun Bachyuni Deliansyah Resmi Dilantik Gubernur Jambi Jadi Pj bupati Muaro Jambi

Home / Tanjab Barat

Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:10 WIB

Kisah Ibu Suprapti, Guru dari Pedesaan Tanjab Barat, Ajarkan Anak Baca Tulis di Tengah Pandemi

FOTO : Kondisi Belajar Anak-anak yang diberikan oleh Ibu Suparti di Emper Rumah

FOTO : Kondisi Belajar Anak-anak yang diberikan oleh Ibu Suparti di Emper Rumah

TUNGKAL ULU – Suprapti (48) merasa prihatin dengan anak-anak kelas 1 yang tidak memiliki handphone, sehingga sulit memiliki kesempatan belajar daring. Ia setiap hari harus menerima siswa yang ingin belajar, terutama memperlancar baca tulis.

Tempat ia mengajar di SDN 92/V Gemuruh, Tanjung Jabung Barat, Jambi, yang berada di daerah pedesaan Tungkal Ulu.

Setelah Pemerintah mengumumkan siswa harus belajar dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19, Suprapti mulai menyusun jadwal pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan grup WhatsApp paguyuban kelas.

“Menggunakan WA karena murah meriah, namun ya itu kendalanya tidak setiap orangtua punya Handpone,” ujar Suprapti yang juga fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.

Ia menyadari pembelajaran daring ini memerlukan dukungan orangtua.

“Pertama saya prioritaskan pertama adalah berkomunikasi, termasuk saya datangi rumah mereka, saya juga meyakinkan orangtua siswa untuk mendukung kebutuhan belajar dari rumah bagi anak-anaknya,” tukas Suprapti, Jum’at, (30/10).

Manfaatkan Teras Rumah untuk Belajar

Sebagai fasilitator kelas awal Tanoto Foundation, ia banyak memiliki strategi dan media untuk membuat anak cepat membaca, yang terpenting baginya anak tersebut mau belajar.

BACA JUGA :  Pengerjaan Sumur Bor Untuk Warga, Satgas TMMD ke-113 Datangkan Tenaga Ahli

“Mulai dari pengenalan huruf, suku kata, dan kata, karena siswa masih kelas satu, jadi harus pelan-pelan, tidak boleh buru-buru,” katanya lagi.

Karena kebanyakan orangtua siswa adalah buruh kelapa sawit dan memerlukan dukungan dari Suprapti, mereka memasrahkan untuk belajar calistung (membaca, menulis dan berhitung kepada suprapti.

“Waktunya dibagi, dan tidak semua, jadi saya petakan dulu mana yang belum benar benar bisa membaca, tidak saya gabungkan,” ujarnya.

Suprapti juga membagi beberapa shift agar tidak berkumpul banyak-banyak.

“Yang saya utamakan siswa yang tidak memiliki handphone,” katanya.

Jadi harus benar-benar selektif, karena niat mulia Suprapti ini harus diapresiasi, menyediakan waktu dan teras rumahnya menjadi tempat belajar bagi siswa yang baru masuk sekolah dasar.

Bergantian Belajar

Pagi hari biasanya ada satu sampai dua shift. Setiap shift berisi tiga orang. Mereka dengan sabar bergantian agar tidak berjubel. Selain itu, Suprapti juga tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

BACA JUGA :  Warga Suak Labu Heboh Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah

“Pakai masker dan jaga jarak itu wajib, saya sampaikan ke orangtuanya. Juga tidak bersalaman dulu dengan siswa,” ujarnya.

Materi yang diberikan Suprapti seperti pengenalan huruf, menggunakan kartu huruf, lalu meningkat ke suku kata, sampai kata.

“Saya bagi juga, ada membaca terbimbing, lalu membaca bersama, namun sebagai dasar saya mengenalkan materi huruf, suku kata dan kata dulu, sampai memahami makna kata per kata,” ujarnya mantap.

Seperti pagi itu ia mengajar Bilqis Sidqia, Muhammad Fadli, Azka Al Riziq, Suprapti merasa senang karena mereka sudah bisa membaca.

“Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata manakala murid kita bisa membaca dengan lancar,” katanya.

Bagi Suprapti, siswa lancar membaca adalah pondasi untuk ke kelas berikutnya, karena dengan membaca siswanya akan lebih banyak tahu ilmu pengetahuan.

“Siswa lebih percaya diri juga,” tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Pastikan Mudik Aman dan Sehat, Kapolres Tanjab Barat Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan

Tanjab Barat

Camat Bram Itam Lantik Pjs Kades Jati Emas

Tanjab Barat

Wakil Bupati Tinjau Tempat Pengelolaan Limbah Sampah Desa Dataran Kempas

Covid-19

Berikut Tambahanan Pasien Positif dan Pasien Sembuh dari Corona di Tanjabbar Hari Ini

Tanjab Barat

PLN Targetkan GI Tungkal, Beroperasi Tahun 2022

Tanjab Barat

Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Tanjab Barat

Bupati Tanjab Barat Ikuti Rakor Forkopimda Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi

Tanjab Barat

Bupati Safrial, Apresiasi Atas Masuknya 4 Taruna Asal Tanjab Barat Ke STTD