LIVETV
BMKG Jambi Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 7 Desember 2021 Untuk Wilayah Ini Saat Nataru, Lokasi Wisata Diminta Mengedepankan Prokes Polisi tetapkan Ayah dan Anak Tersangka Pembunuhan Mayat Terikat Tali di Bungo Polda Jambi Terima Bantuan 1 Unit Mobil PCR dari Pusdokkes Mabes Polri Aidi Hatta Imbau Warga Kunjungi Objek Wisata Kabupaten Sendiri

Home / Tanjab Barat

Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:10 WIB

Kisah Ibu Suprapti, Guru dari Pedesaan Tanjab Barat, Ajarkan Anak Baca Tulis di Tengah Pandemi

FOTO : Kondisi Belajar Anak-anak yang diberikan oleh Ibu Suparti di Emper Rumah

FOTO : Kondisi Belajar Anak-anak yang diberikan oleh Ibu Suparti di Emper Rumah

TUNGKAL ULU – Suprapti (48) merasa prihatin dengan anak-anak kelas 1 yang tidak memiliki handphone, sehingga sulit memiliki kesempatan belajar daring. Ia setiap hari harus menerima siswa yang ingin belajar, terutama memperlancar baca tulis.

Tempat ia mengajar di SDN 92/V Gemuruh, Tanjung Jabung Barat, Jambi, yang berada di daerah pedesaan Tungkal Ulu.

Setelah Pemerintah mengumumkan siswa harus belajar dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19, Suprapti mulai menyusun jadwal pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan grup WhatsApp paguyuban kelas.

“Menggunakan WA karena murah meriah, namun ya itu kendalanya tidak setiap orangtua punya Handpone,” ujar Suprapti yang juga fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.

Ia menyadari pembelajaran daring ini memerlukan dukungan orangtua.

BACA JUGA :  Seorang Petani di Tanjabbar Meninggal Setelah Diserang Lebah Liar

“Pertama saya prioritaskan pertama adalah berkomunikasi, termasuk saya datangi rumah mereka, saya juga meyakinkan orangtua siswa untuk mendukung kebutuhan belajar dari rumah bagi anak-anaknya,” tukas Suprapti, Jum’at, (30/10).

Manfaatkan Teras Rumah untuk Belajar

Sebagai fasilitator kelas awal Tanoto Foundation, ia banyak memiliki strategi dan media untuk membuat anak cepat membaca, yang terpenting baginya anak tersebut mau belajar.

“Mulai dari pengenalan huruf, suku kata, dan kata, karena siswa masih kelas satu, jadi harus pelan-pelan, tidak boleh buru-buru,” katanya lagi.

Karena kebanyakan orangtua siswa adalah buruh kelapa sawit dan memerlukan dukungan dari Suprapti, mereka memasrahkan untuk belajar calistung (membaca, menulis dan berhitung kepada suprapti.

“Waktunya dibagi, dan tidak semua, jadi saya petakan dulu mana yang belum benar benar bisa membaca, tidak saya gabungkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ini 6 Poin Aturan Sekolah Selama Libur Nataru

Suprapti juga membagi beberapa shift agar tidak berkumpul banyak-banyak.

“Yang saya utamakan siswa yang tidak memiliki handphone,” katanya.

Jadi harus benar-benar selektif, karena niat mulia Suprapti ini harus diapresiasi, menyediakan waktu dan teras rumahnya menjadi tempat belajar bagi siswa yang baru masuk sekolah dasar.

Bergantian Belajar

Pagi hari biasanya ada satu sampai dua shift. Setiap shift berisi tiga orang. Mereka dengan sabar bergantian agar tidak berjubel. Selain itu, Suprapti juga tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Pakai masker dan jaga jarak itu wajib, saya sampaikan ke orangtuanya. Juga tidak bersalaman dulu dengan siswa,” ujarnya.

BACA JUGA :  Saat Nataru, Lokasi Wisata Diminta Mengedepankan Prokes

Materi yang diberikan Suprapti seperti pengenalan huruf, menggunakan kartu huruf, lalu meningkat ke suku kata, sampai kata.

“Saya bagi juga, ada membaca terbimbing, lalu membaca bersama, namun sebagai dasar saya mengenalkan materi huruf, suku kata dan kata dulu, sampai memahami makna kata per kata,” ujarnya mantap.

Seperti pagi itu ia mengajar Bilqis Sidqia, Muhammad Fadli, Azka Al Riziq, Suprapti merasa senang karena mereka sudah bisa membaca.

“Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata manakala murid kita bisa membaca dengan lancar,” katanya.

Bagi Suprapti, siswa lancar membaca adalah pondasi untuk ke kelas berikutnya, karena dengan membaca siswanya akan lebih banyak tahu ilmu pengetahuan.

“Siswa lebih percaya diri juga,” tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Tiga Camat di Tanjabbar dapat Gelar Adat, Ini Gelar Masing-masing

Tanjab Barat

Terkait Kontrak PetroChina, Bupati : Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang

Tanjab Barat

Rawan Politik Uang & Kampanye Terselubung

Tanjab Barat

Wabup, Kapolres dan Dandim Pimpin Penyemprotan Massal Disinfektan di Tanjabbar

Tanjab Barat

Pedagang Kuala Tungkal Resahkan Peredaran Uang Palsu Pecahan 50 Ribu

Tanjab Barat

Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Gratis di Polres Tanjab Barat

Tanjab Barat

Anwar Sadat-Hairan Tancap Gas Realisasi Janji Kampanye

Tanjab Barat

Danrem 042 Gapu Ikut Serta Tanam Pohon Peringati Hari Air Sedunia ke-29 di Tanjab Barat