indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Gubernur Jambi Lepas Kontingen Special Olympic Indonesia Provinsi Jambi Mengikuti PeSONas ke Semarang Serunya Jambi Night Market Melayu Merayu Digelar Setiap Malam Minggu Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolres Tanjab Timur Tabur Bunga di Makosat Polair Sedan dan Pajero Terlibat Tabrakan di Kota Jambi, Begini Kondisinya Terkena Abrasi, Lima Rumah di Kampung Nelayan Rusak Parah

Home / Nasional

Senin, 23 Mei 2022 - 06:46 WIB

Mendagri : Nama Tak Boleh Lagi Hanya 1 Kata dan Maksimal 60 Huruf

Ilustrasi E-KTP

Ilustrasi E-KTP

JAKARTA – Banyak nama di Indonesia yang terdiri dari 1 kata, terutama warga zaman dulu, meski meski tak menutup kemungkinan ada juga warga kelahiran yang lebih muda yang namanya 1 kata. Namun kini nama 1 kata tidak diperbolehkan lagi di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan menegaskan perihal itu.

Aturan yang terdiri dari 9 pasal ini ditetapkan pada 11 April 2022 dan telah diundangkan pada 21 April 2022 oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Benny Riyanto.

Yang dimaksud dengan dokumen kependudukan dalam aturan itu mulai dari kartu keluarga, kartu identitas anak, e-KTP, hingga akta pencatatan sipil.

BACA JUGA :  Menpan-RB Tjahjo Kumolo Tutup Usia

Pencatatan nama itu dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota, UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota, atau Perwakilan Republik Indonesia.

Ada syarat tertentu dalam pencatatan nama termasuk larangan menyingkat nama. Apa saja syaratnya?

Pasal 4 ayat (2)

(2) Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memenuhi persyaratan:
a. mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir;
b. jumlah huruf paling banyak 60 (enam puluh) huruf termasuk spasi; dan
c. jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata.

Pasal 5

(1) Tata cara Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan meliputi:
a. menggunakan huruf Latin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia;
b. nama marga, famili atau yang disebut dengan nama lain dapat dicantumkan pada Dokumen
Kependudukan; dan
c. gelar pendidikan, adat dan keagamaan dapat dicantumkan pada kartu keluarga dan kartu tanda penduduk elektronik yang penulisannya dapat disingkat.

BACA JUGA :  Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian di Tebing Tinggi Malah Bawa Narkoba dalam Lipatan Uang

(2) Nama marga, famili, atau yang disebut dengan nama lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan satu kesatuan dengan nama.

(3) Tata cara Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan dilarang:
a. disingkat, kecuali tidak diartikan lain;
b. menggunakan angka dan tanda baca; dan
c. mencantumkan gelar pendidikan dan keagamaan pada akta pencatatan sipil

Artikel Ini Telah Tayang di detik.com dengan Judul “Aturan Baru Permendagri : Nama Tak Boleh Cuma 1 Kata, Maksimal 60 Huruf”.

Share :

Baca Juga

Nasional

Haornas ke-38, KETUM PWI Pusat Atal S Depari Terima Penghargaan Anugerah Olahraga

Nasional

Wapres: Kondisi Pandemi COVID-19, ASN Harus Dapat Mempertahankan dan Meningkatkan Produktivitas Kerja

Nasional

Tito, Pilkada Serentak Bagian Tak Terpisahkan dalam Penanganan Covid-19

Nasional

Diserang Formula E Keruk Uang Rakyat, Sahroni Balas : Asian Games dan MotoGP Mandalika Duit Apa yang Dipakai?

Nasional

Tingkatkan SDM Penerangan TNI AD, Dispenad Selenggarakan Pendidikan Public Speaking

Nasional

2,2 Persen Kampanye Tatap Muka Melanggar Aturan

Nasional

Sebayak 2.284 Orang Dilatih Jadi Tracer COVID-19

Nasional

Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Hari Senin 2 Mei