indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022 Lelang 13 Jabatan Kepala OPD di Tanjab Barat Ditargetkan Rampung Bulan Maret Sat Polair Imbau Nelayan dan Transportasi Air Waspadai Perubahan Cuaca Kesulitan Keluar, Air Genangi Jalan Depan Gerbang SMAN 2 Tanjab Barat Gadang Seorang Mustahik di Pembengis Menerima Bantuan dari Baznas

Home / Berita

Jumat, 10 Desember 2021 - 19:12 WIB

Ombak Tinggi Nelayan Nekat Melaut Demi Nafkah di Rumah 

Perahu Nelayang Ditengah Ombak Tinggi. FOTO : Ist

Perahu Nelayang Ditengah Ombak Tinggi. FOTO : Ist

KUALA TUNGKALOmbak tinggi di Perairan Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi tidak menghalangi Nelayan untuk melaut guna memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun lintastungkal.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Barat, hingga Minggu ke depan perairan Tanjung Jabung Barat berpotensi Ombak tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menghimbau agar Para Nelayan tetap waspada dan melengkapi diri dengan Alat keselamatan.

“Prediksi BMKG hingga Minggu kedepan di Wilayah perairan Tanjab Barat berpotensi ombak tinggi. Untuk itu kita menghimbau Nelayan Waspada dan melengkapi diri dengan Alat keselamatan saat beraktivitas di Laut,” ungkap Kalaksa BPBD Tanjab Barat Zulfikri, Kamis (9/12/21).

Asef seorang Nelayan Jaring Udang Ketak mengakui memang ombak tinggi hingga 1 (Satu) meter. Tetapi dirinya memilih melaut untuk memenuhi nafkah di Rumah.

BACA JUGA :  Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

“Kalau ombak memang tinggi bang. Tetapi kek manalah. Walaupun terpaksa istilahnya nekat demi nafkah di Rumah,” sebut Asef usai mengikuti vaksinasi di Simpang 4 Gang Sentral Kampung Nelayan, Jum’at (10/12/21).

Asef juga mengatakan tidak punya pilihan lain untuk memenuhi Nafkah di Rumah selain kelaut. “Sekarang ini Angin kuat ombak tinggi. Ya terpaksalah bang kita kelaut. Kerjaan lain tidak ada. Kita hanya tahu jaring inilah,” ungkapnya.

Jika Asef yang memilih kelaut untuk memenuhi Nafkah, tidak begitu halnya dengan Muksan Warga gang sentral Kelurahan Kampung Nelayan, Tanjab Barat, Jambi ini yang memilih untuk sementara gantung jaring.

BACA JUGA :  Cegah Aksi Borong, Indomaret di Kuala Tungkal Batasi Pembelian Minyak Goreng

“Sekarang ini susah. Kadang kita jaring ada isi kadang idak. Ini je semiggu libur,” ungkap Muksan dengan logat Melayu.

Pilihan gantung jaring sebut Muksan, selain Udang Ketak yang susah didapat, harga jual Udang juga turun. Dari 140 ke 40 ribu perekor.

“Udang susah nyarinye kelaut tak ade isi. Sedangkan ongkos melaut mulai dari minyak same ransum itu sampai 300 ribu. Terkadang balik modal pun tak dapat,” ucap Warga yang sudah 19 Tahun jadi Nelayan ini.

Warga kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan, daripada merugi kelauat tidak dapat hasil dirinya memilih untuk libur sementara. “Kite melaut tak ade hasil, kasihan juge dengan anak buah yang tak dapat duit,” ungkapnya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Berita

Arus Balik Lebaran 2019 Mulai Padati Pelabuhan Kuala Tungkal, Polisi Minta Tak Muat Penumpang Lebihi Kapasitas

Berita

Cek Kesiapan TMMD, Dandim 0419/Tanjab Bagikan Sembako dan Masker Gratis Gapu Peduli Sesamo

Berita

Desa Labuhan Pering Tanjab Timur Jadi Sasaran TMMD 108 Kodim 0419 Tanjab

Berita

Bawaslu Tanjab Barat Copot 56 Alat Peraga Kampanye Langgar Aturan

Berita

Persit Korem Jambi Terima Bantuan Modal Usaha dari Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana

Berita

Polisi, Beredar Info Dimedsos Jasad Zulfan Telah Ditemukan Hoax

Berita

Kafilah Tanjab Barat Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Ke 49 Provinsi Jambi di Bungo

Berita

Setelah IGD RSUD KH Daud Arif, Kini Puskesmas Rawat Inap Pijoan Baru Ikut Ditutup