indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Kapan 5 Pejabat Hasil Seleksi Terbuka Dilantik, Begini Kata Pj Bupati Muaro Jambi BREAKING NEWS : Satu Unit Rumah di Desa Tungkal I Terbakar Menyongsong Pemilu 2024, Bawaslu Tanjab Barat Kunjungi Kantor DPC PDI Perjuangan Terima Penghargaan Capaian Vaksinasi dari Kapolres, Agus Purba Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat Kumpeh Ulu Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Penyakit Kronis di Korem 042/Gapu

Home / Berita

Jumat, 10 Desember 2021 - 19:12 WIB

Ombak Tinggi Nelayan Nekat Melaut Demi Nafkah di Rumah 

Perahu Nelayang Ditengah Ombak Tinggi. FOTO : Ist

Perahu Nelayang Ditengah Ombak Tinggi. FOTO : Ist

KUALA TUNGKALOmbak tinggi di Perairan Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi tidak menghalangi Nelayan untuk melaut guna memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun lintastungkal.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Barat, hingga Minggu ke depan perairan Tanjung Jabung Barat berpotensi Ombak tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menghimbau agar Para Nelayan tetap waspada dan melengkapi diri dengan Alat keselamatan.

“Prediksi BMKG hingga Minggu kedepan di Wilayah perairan Tanjab Barat berpotensi ombak tinggi. Untuk itu kita menghimbau Nelayan Waspada dan melengkapi diri dengan Alat keselamatan saat beraktivitas di Laut,” ungkap Kalaksa BPBD Tanjab Barat Zulfikri, Kamis (9/12/21).

Asef seorang Nelayan Jaring Udang Ketak mengakui memang ombak tinggi hingga 1 (Satu) meter. Tetapi dirinya memilih melaut untuk memenuhi nafkah di Rumah.

BACA JUGA :  Kapolda Jambi Berikan Piagam Penghargaan Kepada Pj Bupati Muaro Jambi dan Bupati Tanjabbar

“Kalau ombak memang tinggi bang. Tetapi kek manalah. Walaupun terpaksa istilahnya nekat demi nafkah di Rumah,” sebut Asef usai mengikuti vaksinasi di Simpang 4 Gang Sentral Kampung Nelayan, Jum’at (10/12/21).

Asef juga mengatakan tidak punya pilihan lain untuk memenuhi Nafkah di Rumah selain kelaut. “Sekarang ini Angin kuat ombak tinggi. Ya terpaksalah bang kita kelaut. Kerjaan lain tidak ada. Kita hanya tahu jaring inilah,” ungkapnya.

Jika Asef yang memilih kelaut untuk memenuhi Nafkah, tidak begitu halnya dengan Muksan Warga gang sentral Kelurahan Kampung Nelayan, Tanjab Barat, Jambi ini yang memilih untuk sementara gantung jaring.

BACA JUGA :  Diduga Warga Muaro Kumpeh Meninggal Akibat Kesentrum

“Sekarang ini susah. Kadang kita jaring ada isi kadang idak. Ini je semiggu libur,” ungkap Muksan dengan logat Melayu.

Pilihan gantung jaring sebut Muksan, selain Udang Ketak yang susah didapat, harga jual Udang juga turun. Dari 140 ke 40 ribu perekor.

“Udang susah nyarinye kelaut tak ade isi. Sedangkan ongkos melaut mulai dari minyak same ransum itu sampai 300 ribu. Terkadang balik modal pun tak dapat,” ucap Warga yang sudah 19 Tahun jadi Nelayan ini.

Warga kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan, daripada merugi kelauat tidak dapat hasil dirinya memilih untuk libur sementara. “Kite melaut tak ade hasil, kasihan juge dengan anak buah yang tak dapat duit,” ungkapnya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Berita

130 Calon PPK Lulus Tes Tertulis Lanjut Tes Wawancara

Berita

Gmail dan Youtube Susah Diakses, Ternyata Google Sempat Down Malam Ini

Berita

Bupati Anwar Sadat Launching Batik Khas Tanjab Barat, Lihat Disini Foto-Fotonya

Berita

Tahun Ini, Pemkab Tanjabbar Kembali Tiadakan Festival Arakan Sahur dan Takbiran Keliling

Berita

Hari Libur Nasional pada Digeser Sehari, Ini Alasan Pemerintah

Berita

Pusterad : Di Era Modern Saat Ini Informasi Sangat Penting dan Menjadi Kebutuhan Sehari-Hari

Berita

Hadir Dipelantikan PWI Tanjab Barat, Wabup Hairan Ingatkan Kode Etik dan Profesional

Berita

Wah, Imigrasi Kelas II TPI Ternyata Menyediakan Fasilitas Karaoke