indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022 Lelang 13 Jabatan Kepala OPD di Tanjab Barat Ditargetkan Rampung Bulan Maret Sat Polair Imbau Nelayan dan Transportasi Air Waspadai Perubahan Cuaca Kesulitan Keluar, Air Genangi Jalan Depan Gerbang SMAN 2 Tanjab Barat Gadang Seorang Mustahik di Pembengis Menerima Bantuan dari Baznas

Home / Berita

Jumat, 14 Januari 2022 - 12:05 WIB

Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi Terima Audiensi Empat Kelompok Tani

FOTO : Ketua Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo

FOTO : Ketua Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo

JAMBI – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi Wartono bersama Anggota Pansus menerima audiensi empat Kelompok Tani dari Kumpeh Ulu dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkait konflik lahan.

Empat kelompok tani berkonflik dengan pihak perusahaan. Dimana mereka menilai, perusahaan menyerobot lahan yang menjadi lahan desa.

Ketua Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi, Wartono Triyan Kusumo mengatakan Pansus Konflik Lahan akan mempelajari dan mengkaji persoalan yang tengah dihadapi kelompok tani yang mengadu ke DPRD Provinsi Jambi tersebut.

BACA JUGA :  Panglima TNI Mutasi 328 Pati TNI Termasuk Danrem 042 Gapu Jambi

“Contoh ya tadi ada dari kelompok tani Muarojambi perusahaan yang belum punya HGU tapi dia terus mengeruk lahan. Jadi kita bisa minta klarifikasi perusahaan terkait. Kemudian juga tadi dari Tanjungjabung Timur juga mengatakan bahwa konfliknya beralih dengan pemerintah daerah. Ini juga nanti kita panggil kita dalami, seperti apa kita cari kebenaran yang disampaikan oleh kelompok-kelompok tani terhadap pihak-pihak yang berkonflik,” Ungkap Wartono Kamis (13/01/22).

Menurutnya pertemuan dengan kelompok tani memang permulaan, karena masih dalam tahap pendalaman atau perlengkapan alat bukti.

BACA JUGA :  Penghujung 2021, PetroChina Raih Dua Anugerah PROPER Kategori Hijau

“Jadi setelah alat bukti kita cukup nanti akan kita beralih ke perusahaan, jadi endingnya nanti kira-kira kami akan membuat keputusan akan merekomendasi bahwa nanti perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik misalnya ada perusahaan yang diberi izin ternyata di lapangan itu hanya sebagian atau tidak memenuhi, itu sisanya nanti kita minta untuk ditarik negara. Kita berikan lagi ke masyarakat, polanya kita sesuaikan dengan mekanisme yang ada. Nanti semuanya akan kita ambil kesimpulan,” kata pungkasnya.(Val/dk)

Share :

Baca Juga

Berita

Ini Ketentuan Menginap di Rumah Singgah Tanjab Barat

Berita

Panglima TNI Mutasi 328 Pati TNI Termasuk Danrem 042 Gapu Jambi

Berita

Danrem 042 Gapu Ikuti Kejuaraan Menembak Pistol Executive Polda Jambi

Berita

Korkab PKH Tanjab Barat Raih Peringkat Terbaik II Tingkat Provinsi Jambi

Berita

Jelang Pemberlakuan Jam Malam, Kapolres Tanjabbar Gelar Sosialisasi di Wakpo

Berita

Persiapan Latsar CPNS Daring, BKPSDM Tanjabbar Bekali Peserta Operasi Apilikasi Zoom Metting

Berita

Pemkab Tanjabbar Apresiasi PT LPPPI Libatkan 1000 Perempuan Dalam Program Keterampilan

Berita

Hut Bhayangkara Ke-74, Polsek Tungkal Ulu Sunatan Massal Puluhan Anak