YTUBE
Tragedi Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan 127 Orang Meninggal, 180 Orang Luka-luka Warga Minta Lubang Galian Jargas Ditimbun Lagi, Begini Kata Pengawas dan Pemda Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, AHY Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan Nabi Muhammad SAW Sosok Teladan yang Agung Sepeda Santai HUT TNI KE 77 Kodim Tanjab Super Meriah Berhadiah Sepeda Motor

Home / Berita

Senin, 4 April 2022 - 14:49 WIB

Pasokan Pertalite Dibatasi, Pertamax Dominasi Penjualan di SPBU Pembengis

Pengedara Sepeda Motor saat mengisi BBM Jenis Pertamax di SPBU Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Senin (4/4/22). FOTO : Lintastungkal

Pengedara Sepeda Motor saat mengisi BBM Jenis Pertamax di SPBU Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Senin (4/4/22). FOTO : Lintastungkal

KUALA TUNGKAL – Berkurangnya Pasokan Pertalite, Warga terpaksa harus mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertamax. Seperti yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam Tanjab Barat, Jambi.

Basri salah seorang pengendara sempat curiga dengan Pompa SPBU milik Usman Ermulan, mantan Bupati Tanjung Jabung Barat. Pasalnya, untuk full tank, Sepeda Motor Honda Vario harus mengeluarkan Uang Rp60 ribu.

“Dulu biasanya 40 Ribu sudah full tank. Tapi sekarang 60 ribu baru full tank. Ternyata BBM yang saya isi adalah Pertamax. Pantasan 60 ribu baru penuh Tanki Motor,” sebutnya.

BACA JUGA :  Tragedi Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan 127 Orang Meninggal, 180 Orang Luka-luka

Di SPBU milik Pak Usman ini sebut Basri, dari yang dilihatnya ada 3 (Tiga) unit Pompa. Sebelumnya Dua untuk BBM Pertalite, Satu untuk BBM Solar.

“Saat ini ketiga Pompa difungsikan dengan 3 (Tiga) Jenis Bahan Bakar. Pompa 1 Pertalite, Pompa 2 Pertamax dan Pompa 3 Solar, dan hanya Pompa Perfamax yang beroperasi,” katanya.

Sementara itu Usuf Pengawas SPBU mengakui jika pasokan pertalite mengalami pengurangan dari jumlah pasokan sebelumnya 16 Ton atau 16.000 Liter.

BACA JUGA :  Ketua Bhayangkari Jambi Kunjungi Tahanan Wanita di Lapuanja

“Kalau sebelumnya 16 Ton sekarang hanya 8 Ton. Kita tidak tahu juga masalahnya. Kita hanya menerima kiriman dari Jambi. Apa yang datang itu kita jual,” katanya.

Usuf juga menyebutkan, saat ini SPBU di Desa Pembengis sudah menjual Pertamax. Bagi Masyarakat yang membutuhkan Pertamax silahkan datang ke SPBU.

“Kalau Minyak pertamax ini dijual dengan harga Rp12.750,- perliter sementara untuk pertalite Rp7.650,- perliter yang mengalamin penurunan harga Rp200,- dari harga sebelumnya,” kata Usuf pengawas SPBU.(Bas)

Share :

Baca Juga

Berita

Bambang Rudi Hartoko Jabat Plt Kejari Tanjab Barat

Daerah

197 Napi di Lapas Klas II B Kuala Tungkal Dapat Remisi HUT RI

Berita

Tegas, Dandim Pecat Prajurit Dengan Tidak Hormat

Berita

Ulil Amri, Anggota DPRD Muaro Jambi Aktif Kunjungi Kegiatan Vaksinasi

Berita

LAM Jambi Tanjab Barat Lakukan Konsolidasi dan Pembentukan LAD

Berita

Dikepung Kabut Asap, Nelayan Tanjabbar Tetap Melaut

Berita

Sepanjang 2020, Kebakaran di Tanjab Barat Telan 2 Korban Meninggal Dunia

Berita

Suasana Haru Selimuti Pemakaman Almarhum H. Udin, Petugas Gunakan APD Lengkap