Hitung-hitungan
Sementara Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies) Anthony Budiawan menyebutkan bahwa Indonesia sekarang adalah negara net importer minyak mentah. Artinya, minyak milik pemerintah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga perlu impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan harga minyak mentah yang cukup tinggi saat ini, maka harga pengadaan BBM juga menjadi tinggi,” jelasnya.
Dampaknya, kebutuhan seluruh BBM nonsubsidi (RON92 ke atas) dan BBM industri dipenuhi dari impor. Harga BBM tersebut sudah mengikuti harga keekonomian. Artinya, tidak ada subsidi.
Anthony memberikan gambaran perhitungan yang rinci mulai dari pendapatan negara, kebutuhan BBM subsidi, hingga hitungan subsidinya.
Realisasi produksi minyak mentah Indonesia semester I 2022 sekitar 611.000 barrel per hari. Kalau produksi semester dua sama besar, maka produksi minyak mentah Indonesia tahun 2022 akan mencapai 223 juta barrel (611.000 barrel x 365 hari), atau sekitar 35,5 miliar liter.
Minyak mentah tersebut diproduksi oleh mitra kontraktor minyak dengan pola bagi hasil, production sharing contract, PSC. Perhitungan bagi hasil sebelumnya berdasarkan hasil bersih setelah dikurangi seluruh biaya produksi (cost recovery).
Adapun bagi hasil sekarang berdasarkan gross split. Untuk minyak bumi, 57 persen pemerintah, 43 persen mitra kontraktor. Sementara untuk gas bumi, 52 persen pemerintah, 48 persen mitra kontraktor.
“Artinya, Indonesia akan mendapat minyak mentah sebanyak 20,3 miliar liter, yaitu 57 persen dari total produksi 35,5 miliar liter untuk tahun 2022,” ucapnya.
Lantas berapa harga produksi minyak mentah Indonesia?
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya