Dalam kegiatan yang sama, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Amir Sakib juga sampaikan beberapa permasalahan yang sering dihadapi pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dijelaskannya, selama ini pelaku UMKM sering terkendala dengan modal dan pemasaran. Selain itu, pelaku UMKM juga sering keluhkan bantuan yang dirasa kurang tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seperti kopi liberika yang ada di Tanjab Barat, mereka terkendala dalam pemasaran, namun ada juga UMKM di Tanjab Barat yang telah berhasil, salah satunya UMKM yang mengolah pupuk kompos di Desa Purwodadi,” ujar Wabup.
Wabup berharap kedepannya para pelaku UMKM di Tanjab Barat bisa mendapatkan pembinaan dan pelatihan, baik dari segi pemasaran, kelayakan nilai jual, kepengurusan label halal, atau pelatihan lainnya yang menunjang kemajuan UMKM.
“Harapan saya UKM ini harus ada pembinaan, kami mohon ditinjau di Tanjab Tarat tentang UMKM yang layak dibantu dan mana yang belum memenuhi kriteria dan agar alat bantu produksi tepat sasaran yang dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro dan menengah di Tanjab Barat,” sebutnya.
Hadir pada acara Komite IV DPD RI Elviana dan rombongan DPD RI, Bank Indonesia, pihak OJK, Kepala Dinas Koperindag se Provinsi Jambi, Pelaku Usaha UMKM.(*)
Halaman : 1 2