LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Pendidikan

Minggu, 17 November 2019 - 19:42 WIB

Tanoto Foundation Latih 300 Guru di Tanjab Barat

FOTO : Dok. Tanoto

FOTO : Dok. Tanoto

KUALA TUNGKAL – Tanoto Foundation latih 300 guru SD dan MI serta guru SMP dan MTs di Tanjab Barat selama dua pekan, Selasa hingga Kamis, (12-24/11/2019).

Pelatihan tersebut mempersiapkan guru sebagai fasilitator siswa di kelas dalam mengimplementasikan materi modul II Program PINTAR.

Martunis M. Yusuf, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap Tanoto Foundation. Menurutnya pelatihan ini sangat bagus untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2013.

”Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation ini sangat bagus dalam rangka mendukung kurikulum yang digulirkan Pemerintah, apalagi saya lihat pembelajaran dengan pola MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) modul I Tanoto Foundation bagus sekali, compatible dengan program yang digulirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, termasuk budaya baca. Sehingga semua ini akan sangat membantu sekolah dalam mempraktikkan pembelajaran aktif maupun HOTS (Higher Order Thinking Skills),” tukasnya.

BACA JUGA :  Bahas Rencana KKN Mahasiswa se Indonesia, Rektor UNJA Kunjungi Korem 042/Gapu

Yusriwiati, Training Specialist Tanoto Foundation Provinsi Jambi mengatakan kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru. Sebab itu, pihaknya mendorong guru yang dilatih tersebut harus terus mengupayakan peningkatan kualitas dirinya.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan ‘ruh’ pembelajaran masing-masing mata pelajaran: keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan ‘ruh’ dan pemodelan pembelajaran yang diikuti guru, mereka diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain di kelas,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat

Adapun setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka.

“Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Bupati Safrial Sambut Silaturrahmi Taruna STTD, STP dan Praja IPDN Asal Tanjab Barat

Daerah

Beragam Cara Bikin Siswa di Tanjab Barat Bahagia Selama Pandemi, Dari Bikin Saku Belajar Sampai Bercita-Cita Jadi Youtuber

Pendidikan

Tingkatkan Prestasi Siswa, Fasilitator Lokal Program STEP Siap Kembangkan Potensi Sekolah

Advetorial

KKG Profesional Hasilkan Guru Produktif

Olahraga

Wabup; Even O2SN Diharapkan Jadi Ajang Learning Experience

Pendidikan

Mulai 2021 Penerimaan Guru Hanya Sebagai PPPK, Bukan Lagi PNS

Pendidikan

Media Mobil-mobilan, Antar Deni Juara 2 Guru Berprestasi se Provinsi Jambi

Pendidikan

Guru-Guru Mitra LPTK UIN dan UNJA Diberikan Pelatihan MIKiR