YTUBE
Dalam 2 Pekan, Satnarkoba Polres Tanjab Timur Ungkap 3 Kasus Narkoba dengan 4 Tersangka PN Jambi Tolak Praperadilan Kasus BBM PT. Jambi Tulo Tiga Pemuda Kota Jambi Diamankan Polisi Atas Kepemilikan 1.925 Gram Ganja Siaga On Call, Personel Polres Tanjab Barat Sisir Delapan Titik Keramaian Tiga Pangkalan Gas Elpiji di Kuala Tungkal di Jaga Polisi

Home / Pendidikan

Minggu, 17 November 2019 - 19:42 WIB

Tanoto Foundation Latih 300 Guru di Tanjab Barat

FOTO : Dok. Tanoto

FOTO : Dok. Tanoto

KUALA TUNGKAL – Tanoto Foundation latih 300 guru SD dan MI serta guru SMP dan MTs di Tanjab Barat selama dua pekan, Selasa hingga Kamis, (12-24/11/2019).

Pelatihan tersebut mempersiapkan guru sebagai fasilitator siswa di kelas dalam mengimplementasikan materi modul II Program PINTAR.

Martunis M. Yusuf, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap Tanoto Foundation. Menurutnya pelatihan ini sangat bagus untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2013.

”Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation ini sangat bagus dalam rangka mendukung kurikulum yang digulirkan Pemerintah, apalagi saya lihat pembelajaran dengan pola MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) modul I Tanoto Foundation bagus sekali, compatible dengan program yang digulirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, termasuk budaya baca. Sehingga semua ini akan sangat membantu sekolah dalam mempraktikkan pembelajaran aktif maupun HOTS (Higher Order Thinking Skills),” tukasnya.

Yusriwiati, Training Specialist Tanoto Foundation Provinsi Jambi mengatakan kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru. Sebab itu, pihaknya mendorong guru yang dilatih tersebut harus terus mengupayakan peningkatan kualitas dirinya.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan ‘ruh’ pembelajaran masing-masing mata pelajaran: keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan ‘ruh’ dan pemodelan pembelajaran yang diikuti guru, mereka diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain di kelas,” tuturnya.

Adapun setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka.

“Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Lewat “MIKiR”, Tanoto Foundation Latih Guru di Tebo Wujudkan Keterampilan Abad 21 

Pendidikan

Waspada Covid-19, Kemenag Tanjabbar Liburkan 104 Madrasah

Pendidikan

Catat! Ini Jadwal Pembagian Rapor dan Libur Semester Ganjil

Kota Jambi

Belajar Tak Lagi Menyeramkan di Masa Pandemi, Siswa di Jambi Belajar Jadi Graham Bell

Pendidikan

SMPN 2 Menuju Digitalisasi Pendidikan, Ujian Bisa Menggunakan Smartphone

Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas SDM Pemkab Tanjabbar Jalin Kerjasama PEM Akamigas Cepu

Pendidikan

BREAKING NEWS : Puluhan Pelajar SMKN 1 Demo

Pendidikan

Semarak Kreativitas Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah UIN SUTHA Jambi