indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Mendagri : Nama Tak Boleh Lagi Hanya 1 Kata dan Maksimal 60 Huruf Polda Jambi dan RS Bhayangkara Adakan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Gratis Seorang Ibu Warga Desa Senaung Melahirkan Kembar Tiga Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Pj Bupati Muaro Jambi, Tebo dan Sarolangun Bachyuni Deliansyah Resmi Dilantik Gubernur Jambi Jadi Pj bupati Muaro Jambi

Home / Pendidikan

Minggu, 17 November 2019 - 19:42 WIB

Tanoto Foundation Latih 300 Guru di Tanjab Barat

FOTO : Dok. Tanoto

FOTO : Dok. Tanoto

KUALA TUNGKAL – Tanoto Foundation latih 300 guru SD dan MI serta guru SMP dan MTs di Tanjab Barat selama dua pekan, Selasa hingga Kamis, (12-24/11/2019).

Pelatihan tersebut mempersiapkan guru sebagai fasilitator siswa di kelas dalam mengimplementasikan materi modul II Program PINTAR.

Martunis M. Yusuf, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap Tanoto Foundation. Menurutnya pelatihan ini sangat bagus untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2013.

”Pelatihan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation ini sangat bagus dalam rangka mendukung kurikulum yang digulirkan Pemerintah, apalagi saya lihat pembelajaran dengan pola MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) modul I Tanoto Foundation bagus sekali, compatible dengan program yang digulirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjab Barat, termasuk budaya baca. Sehingga semua ini akan sangat membantu sekolah dalam mempraktikkan pembelajaran aktif maupun HOTS (Higher Order Thinking Skills),” tukasnya.

Yusriwiati, Training Specialist Tanoto Foundation Provinsi Jambi mengatakan kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan guru. Sebab itu, pihaknya mendorong guru yang dilatih tersebut harus terus mengupayakan peningkatan kualitas dirinya.

“Pelatihan ini menjadi penting bagi guru karena pelatihan ini lebih berfokus pada pembahasan ‘ruh’ pembelajaran masing-masing mata pelajaran: keterampilan dan proses apa yang mesti dikembangkan dalam masing-masing mata pelajaran tersebut. Dengan ‘ruh’ dan pemodelan pembelajaran yang diikuti guru, mereka diharapkan dapat merancang pembelajaran yang baik untuk topik-topik lain di kelas,” tuturnya.

Adapun setelah mengikuti pelatihan modul II ini, siswa akan mengalami pembelajaran yang memungkinkan mereka membangun sendiri gagasan mereka.

“Penyelidikan dan penemuan siswa hendaknya diapresiasi oleh guru, dan kalaupun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tidak perlu disalahkan, melainkan ditanya, apa kira-kira yang menyebabkan hasilnya seperti itu, tidak disalahkan,” ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kelulusan Siswa SMK di Tanjab Barat 2021 Mencapai 99,7 Persen

Pendidikan

Sejumlah Sekolah di Tanjabbar Mulai Belajar Tatap Muka

Pendidikan

Alasan Ini, MTs N 1 Tanajab Barat Beri Kelonggaran Pembayaran Seragam Sekokah Peserta Didik Baru

Pendidikan

Tanoto Foundation Luncurkan Program STEP

Advetorial

SMPN 2 Kuala Tungkal Berpartisipasi Pada Showcase Tanoto Foundation 2019

Pendidikan

“MIKiR” Tak Membuat Cheisha Siswa SDN 131/IV Telanaipura Jambi Sendiri Lagi

Pendidikan

STP Jakarta Resmi Buka Pendaftaran Calon Taruna Baru 2020/2021 Online

Pendidikan

Momen Bahagia Danrem 042/Gapu Memindahkan Tali Toga Putrinya Diwisuda Secara Virtual