Sementara Kabag SDA Setda Tanjung Jabung Barat, Suparti sehubungan dengan keluhan Masyarakat tersebut mengatakan, Pemerintah daerah sudah menggelar rapat dengan pihak Jargas.
Dijelaskannya, saat ini sedang pemasangan pipa, ada yang pipa besar dan kecil untuk sambungan ke Rumah – Rumah pelanggan. Setelah itu dialiri Gas dan di Uji tekanan Nol persen kebocoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Barulah setelah semuanya selesai, kondisi lokasi galian jika itu Beton atau Aspal, akan dikembalikan seperti semula,” kata Suparti Jum’at (30/9/22) lalu.
Pemerintah daerah sudah menyarankan baik itu kepada Pengawas, atau pun penanggung jawab pekerjaan setidaknya keliling di lokasi pekerjaan.
“Kalau memang belum bisa ditutup permanen, setidaknya di lokasi galian diberi tanda atau semacam Rambu – Rambu sehingga Masyarakat tahu dikokasi tersebut ada galian,” pintanya.
“Jadi jangan sampai ada korban dulu, baru lubangnya ditimbun,” imbuhnya.
Terpisah, Lufis Chutubi Construction Area Superintendent / Tim Pendukung PPK Ditjen Migas KESDM (Pengawas Proyek Jargas Kabupaten Tanjung Jabung Barat) mengakui, memang ada beberapa lubang terbuka saat galian pipa. Dan itu belum dikembalikan karena masih tahap pemasangan dan uji tekanan.
“Mohon kerjasama dengan Masyarakat jika memang itu berbahaya diberitahukan saja, nanti akan kita tindaklanjuti seperti dibeberapa lokasi, sudah dilakukan penutupan terhadap lubang galian,” kata Lufis Chutubi melalui pesan WA Minggu (2/10/22).
Sehubungan dengan bekas galian, itu nantinya akan di rekondisi kembali oleh Kontraktor. Jika sebelumnya Aspal akan dikembalikan Aspal begitu juga dengan Beton akan dikembalikan menjadi Beton lagi.
“Kontraktor masih ada masa pemeliharaan selama 1 (Satu) Tahun kedepan terhitung sejak serah terima pertama,” jelasnya.(Bas)
Halaman : 1 2