YTUBE
Ditinggal Pergi Jualan, Rumah Warga di Tebing Tinggi Terbakar Bupati Tanjabbar Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke-61 Kurang dari 24 Jam Pelaku Pembacokan Sesama Supir di Lingkar Selatan Diringkus Polisi Kapolsek ; Motif Pembacokan Sesama Sopir di Lingkar Selatan Masalah Pribadi Kajari : Kami Berharap PWI Memberikan Informasi Juga Edukasi

Home / Nasional

Rabu, 23 Maret 2022 - 10:55 WIB

Warning Panglima TNI Larang Prajurit Jadi Pengaman Proyek

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (FOTO : suara.com)

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (FOTO : suara.com)

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menginstruksikan jajarannya untuk tidak melakukan pengamanan proyek apapun tanpa persetujuan Panglima Kodam (Pangdam).

Instruksi tersebut menyusul peristiwa penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga orang prajurit TNI di Papua. Belakangan diketahui, dalam peristiwa itu, komandan pos berbohong soal aktivitas pengamanan yang dilakukan.

“Kelompok bersenjata ini bisa berada di mana saja. Jadi pelajaran kepada Dandim yang ada di seluruh wilayah, termasuk di Papua Barat, untuk tidak pernah main-main. Makanya dalam instruksi saya tidak ada yang melakukan pengamanan proyek apapun kecuali atas perintah Pangdam,” kata Andika dikutip dari unggahan di YouTube pribadinya, Selasa (22/3/22).

Mantan KSAD itu juga meminta jajarannya disiplin dan tidak sembarangan dalam bertindak. Namun di satu sisi, tetap harus siap di manapun berada.

BACA JUGA :  Buruan Daftar, Kemendes PDTT Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Desa Tahun 2022

Andika menyampaikan kelompok yang menyerang hingga tiga anggota TNI tewas merupakan kelompok yang sama dengan yang menyerang anggota Kopasgat TNI AU.

“Saya hadirkan semua termasuk Kodam Kasuari, supaya semua memahami situasi bahwa dengan adanya salah satu dari anggota kelompok bersenjata kalau dari namanya adalah mereka yang terlibat dalam penembakan tiga prajurit kita yang gugur di Pos Gome,” kata Andika.

Sebelumnya, Andika mengatakan Komandan Pos Koramil Gome berbohong soal aktivitas pengamanan yang mengakibatkan tiga orang prajurit TNI gugur akibat penyerangan KKB.

Andika menyebutkan, komandan tersebut melaporkan kepada komandan batalyon bahwa kompinya melakukan patroli ke sejumlah titik, namun fakta di lapangan adalah mereka melakukan aktivitas pengamanan proyek galian pasir.

BACA JUGA :  Kapolsek ; Motif Pembacokan Sesama Sopir di Lingkar Selatan Masalah Pribadi

“Karena memang apa yang dilaporkan oleh komandan pos, bukan hanya insiden hari itu ya, hari itu kan insiden yang kemudian menewaskan sampai tiga orang anak buah dari pos itu, tetapi kegiatan yang dilaporkan oleh komandan pos kepada komandan atasnya yaitu komandan batalyon yang waktu itu vicon dengan saya, nah itu bohong,” kata Andika kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/3).

“Jadi misalnya dikatakan dia mengeluarkan pengaman pos itu, patroli, ke titik ini, ke titik A, ternyata yang dilakukan itu ke proyek galian pasir,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Panglima Andika Larang Prajurit Jadi Pengaman Proyek“.

Share :

Baca Juga

Nasional

Desain Arsitektur Masjid Raya Sumbar Masuk Sebagai Terbaik di Dunia

Advetorial

Amir Sakib Hadiri Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani Di Banjar Baru

Nasional

Sekjen MUI: Kriteria Penceramah Radikal ala BNPT Blunder

Nasional

Launching Jakarta Internasional Stadium, Anies Persembahkan Maha Karya Untuk Indonesia

Nasional

406 Taruna STP Jakarta 2019 Digembleng Lanal Banten

Nasional

Mantan Kapolda Jambi, Jadi Kepala Korlantas Polri

Nasional

4 Tokoh Ini Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2021

Nasional

Kapolri Idham Azis Mutasi 15 Kapolres, Berikut Daftarnya