LIVE
Inovasi Pusling Library Goes To Blok Hunian Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Kapolri Ungkap Alasan Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri Bupati Anwar Sadat Lepas 123 Kafilah MTQ ke 50 Tanjab Barat Umy Hj. Fadhilah Sadat Tinjau Kesiapan Beberapa Spot Lokasi Sentra Promosi MTQ Atlet Dayung Jambi Sabet Mendali Perak di PON XX Papua

Home / Kesehatan

Kamis, 29 Juli 2021 - 08:05 WIB

Warning Terbaru WHO Soal Bahayanya Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

JAMBI – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberikan peringatan terbaru soal rokok elektrik dan perangkat sejenisnya berbahaya bagi kesehatan. Organisasi itu menyebut bahwa peredaran rokok elektrik masih harus diperketat.

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa rokok elektrik adalah taktik industri tembakau untuk membuat kaum muda kecanduan nikotin.

“Nikotin sangat adiktif. Sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) berbahaya, dan harus diatur dengan lebih baik,” kata pria asal Ethiopia itu sebagaimana diwartakan AFP, Selasa (27/07/21).

BACA JUGA :  Warga dan Satgas TMMD ke 112 Berjibaku Buat Jalan dan Drainase

Ia menambahkan bahwa ENDS harus diatur secara ketat untuk perlindungan kesehatan masyarakat yang maksimal. Pasalnya pelonggaran ini membuat penggunaan rokok elektrik kalangan remaja meningkat.

“Di mana mereka tidak dilarang, pemerintah harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi populasi mereka dari bahaya ENDS, dan untuk mencegah penggunaan mereka oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Sempat Dikabarkan Hilang Misterius, Kaur Umum Desa Kelagian Akhirnya Ditemukan

WHO menyebut baru ada 32 negara yang telah melarang penjualan ENDS. Kemudian, 79 negara lainnya telah mengadopsi tindakan untuk melarang penggunaan produk tersebut di tempat umum, melarang iklan, promosi dan sponsor perusahaan produksi ENDS.

“Ini masih menyisakan 84 negara di mana mereka tidak diatur atau dibatasi dengan cara apa pun,” kata WHO.

WHO menguatkan bahwa rokok saat ini telah menjadi penyebab kematian yang cukup signifikan di dunia. Tak hanya bagi kalangan perokok aktif, namun juga perokok pasif.

BACA JUGA :  Wabup Serahkan Bantuan Warga Korban Kebakaran Rumah di Lubuk Kambing

“Tembakau bertanggung jawab atas kematian delapan juta orang per tahun, termasuk satu juta dari perokok pasif,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang hampir sama, mantan walikota New York Michael Bloomberg yang duta global WHO untuk penyakit tidak menular mengatakan masih ada lebih dari satu miliar perokok di seluruh dunia. Ia menghimbau agar jumlah ini harus diturunkan.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Pemkab Tanjab Barat Gelar Rembuk Stunting Tahun 2021

Kesehatan

Jaga Imun Tubuh Warga Binaan, Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Berikan Susu

Kesehatan

Fenomena Virus Corona, Bupati Safrial Imbau Masyarakat Untuk Tetap Tenang

Kesehatan

Antisipasi Covid-19 Bagi Warga Pesisir Pantai Tanjab Timur, Danrem dan Kapolda Jambi Bagikan Masker

Berita

Swab 46 Medis Negatif, IGD RS KH Daud Arif Kembali Dibuka Hari Ini

Pilkada

Tiga Bacalon Pilkada Tanjabbar Jalani Tes Kesehatan Mulai Hari Ini

Advetorial

Kodim 0419 Tanjab Gelar Baksoso Donor Darah

Advetorial

Bupati Safrial Sambut Kunjungan Tim Surveior KARS Untuk RSUD KH Daud Arif