YTUBE
Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now” Pembinaan Karakter, Siswa Muslim dan Non Muslim di SMPN 2 Dapat Perlakuan Sama Garuda Putih FC Rebut Juara III Turnamen Sepakbola Antar Instansi HUT RI ke-77 HIPMI Fest 2022, Diza : Jangan Patah Semangat Terus Dukung UMKM Terjatuh Saat Berkelahi degan Temannya Siswi SMP Negeri di Batanghari Meninggal

Home / Kesehatan

Kamis, 29 Juli 2021 - 08:05 WIB

Warning Terbaru WHO Soal Bahayanya Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

JAMBI – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberikan peringatan terbaru soal rokok elektrik dan perangkat sejenisnya berbahaya bagi kesehatan. Organisasi itu menyebut bahwa peredaran rokok elektrik masih harus diperketat.

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa rokok elektrik adalah taktik industri tembakau untuk membuat kaum muda kecanduan nikotin.

“Nikotin sangat adiktif. Sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) berbahaya, dan harus diatur dengan lebih baik,” kata pria asal Ethiopia itu sebagaimana diwartakan AFP, Selasa (27/07/21).

Ia menambahkan bahwa ENDS harus diatur secara ketat untuk perlindungan kesehatan masyarakat yang maksimal. Pasalnya pelonggaran ini membuat penggunaan rokok elektrik kalangan remaja meningkat.

BACA JUGA :  Garuda Putih FC Rebut Juara III Turnamen Sepakbola Antar Instansi HUT RI ke-77

“Di mana mereka tidak dilarang, pemerintah harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi populasi mereka dari bahaya ENDS, dan untuk mencegah penggunaan mereka oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya,” lanjutnya.

WHO menyebut baru ada 32 negara yang telah melarang penjualan ENDS. Kemudian, 79 negara lainnya telah mengadopsi tindakan untuk melarang penggunaan produk tersebut di tempat umum, melarang iklan, promosi dan sponsor perusahaan produksi ENDS.

“Ini masih menyisakan 84 negara di mana mereka tidak diatur atau dibatasi dengan cara apa pun,” kata WHO.

BACA JUGA :  Malam Resepsi Kenegaraan, Bachyuni Tekankan Ini ke ASN Muaro Jambi

WHO menguatkan bahwa rokok saat ini telah menjadi penyebab kematian yang cukup signifikan di dunia. Tak hanya bagi kalangan perokok aktif, namun juga perokok pasif.

“Tembakau bertanggung jawab atas kematian delapan juta orang per tahun, termasuk satu juta dari perokok pasif,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang hampir sama, mantan walikota New York Michael Bloomberg yang duta global WHO untuk penyakit tidak menular mengatakan masih ada lebih dari satu miliar perokok di seluruh dunia. Ia menghimbau agar jumlah ini harus diturunkan.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Vaksinasi Massal Pada Lansia dan Pra Lansia di Tanjab Barat

Advetorial

Kodim 0419 Tanjab Gelar Baksoso Donor Darah

Kesehatan

HKN Ke 54, Pemkab Tanjab Barat Berikan Penghargaan Kepada Tenaga Kesehatan Teladan

Kesehatan

Delapan Ciri-Ciri Ayam Tiren yang Bisa Diamati

Kesehatan

Bumil Jangan Ketinggalan, Besok Dinkes Gelar Vaksinasi Untuk Ibu Hamil

Investigasi

Dinkes Tanjab Barat Temukan 13 Penderita HIV/Aids

Kesehatan

Bupati Serahkan Piagam Penghargaan Kepada 9 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kabupaten dan Provinsi

Covid-19

Kondisi Terkini Wali Kota Jambi yang Positif COVID-19