indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Rumah Panggung di Tahtul Yaman Ludes Terbakar, Tetangga Sekitar Buyar Dua Kapolres di Jajaran Polda Jambi Diganti Kodim 0419/Tanjab Gandeng Pemda Hingga Perusahaan Sukseskan TMMD ke-113 Warga Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi Keluhkan Jalan Hancur Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

Home / Kesehatan

Kamis, 29 Juli 2021 - 08:05 WIB

Warning Terbaru WHO Soal Bahayanya Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

Ilustrasi : Rokok Elektrik

JAMBI – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberikan peringatan terbaru soal rokok elektrik dan perangkat sejenisnya berbahaya bagi kesehatan. Organisasi itu menyebut bahwa peredaran rokok elektrik masih harus diperketat.

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa rokok elektrik adalah taktik industri tembakau untuk membuat kaum muda kecanduan nikotin.

“Nikotin sangat adiktif. Sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) berbahaya, dan harus diatur dengan lebih baik,” kata pria asal Ethiopia itu sebagaimana diwartakan AFP, Selasa (27/07/21).

Ia menambahkan bahwa ENDS harus diatur secara ketat untuk perlindungan kesehatan masyarakat yang maksimal. Pasalnya pelonggaran ini membuat penggunaan rokok elektrik kalangan remaja meningkat.

BACA JUGA :  Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Koperindag Tanjab Barat Sidak Minimarket

“Di mana mereka tidak dilarang, pemerintah harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi populasi mereka dari bahaya ENDS, dan untuk mencegah penggunaan mereka oleh anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya,” lanjutnya.

WHO menyebut baru ada 32 negara yang telah melarang penjualan ENDS. Kemudian, 79 negara lainnya telah mengadopsi tindakan untuk melarang penggunaan produk tersebut di tempat umum, melarang iklan, promosi dan sponsor perusahaan produksi ENDS.

“Ini masih menyisakan 84 negara di mana mereka tidak diatur atau dibatasi dengan cara apa pun,” kata WHO.

BACA JUGA :  Satgas Covid-19 Muaro Jambi Perpanjang Pelaksanaan Vaksinasi Serbu Desa Hingga Februari 2022

WHO menguatkan bahwa rokok saat ini telah menjadi penyebab kematian yang cukup signifikan di dunia. Tak hanya bagi kalangan perokok aktif, namun juga perokok pasif.

“Tembakau bertanggung jawab atas kematian delapan juta orang per tahun, termasuk satu juta dari perokok pasif,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang hampir sama, mantan walikota New York Michael Bloomberg yang duta global WHO untuk penyakit tidak menular mengatakan masih ada lebih dari satu miliar perokok di seluruh dunia. Ia menghimbau agar jumlah ini harus diturunkan.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bupati Serahkan Piagam Penghargaan Kepada 9 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kabupaten dan Provinsi

Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 Berbayar Dimulai Januari 2022, Segini Harganya

Kesehatan

Dinkes Tanjab Barat Tetap Waspada dengan Kasus DBD 

Advetorial

Kunjungi RSUD dan Puskesmas di Tanjab Barat Ini yang Disampaikan Fahrori

Kesehatan

PKM II Melaksanakan Pemeriksaan Berkala, Skrining Jiwa dan BIAS Berikut Sekolah Sasaran

Advetorial

Wabup Amir Sakib Minta IDI Tanjabbar Berkontribusi Ciptakan Masyarakat Sehat

Kesehatan

Antisipasi Covid-19 Bagi Warga Pesisir Pantai Tanjab Timur, Danrem dan Kapolda Jambi Bagikan Masker

Kesehatan

Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR dan Antigen, Ini Rinciannya