JAMBI – Upaya pencarian terhadap seorang wanita yang diduga nekat melompat dari Jembatan Aur Duri I ke Sungai Batanghari pada Jumat (16/1/2026) siang belum membuahkan hasil. Meski tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi, keberadaan korban hingga saat ini masih menjadi misteri.
Hingga laporan terakhir disusun pada Jumat sore, Tim SAR Gabungan yang menyisir aliran Sungai Batanghari belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kondisi sungai dan luasnya area pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi melalui keterangan resminya menyatakan bahwa status korban saat ini masih dinyatakan Dalam Pencarian (DP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tim sudah berada di lokasi sejak pukul 13.30 WIB dan langsung melakukan penyisiran, namun hingga kini hasil pencarian masih nihil,” ungkap laporan tersebut.
Operasi pencarian ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, Polsek Telanaipura, Polairud Polda Jambi, hingga Dinas Pemadam Kebakaran. Satu unit Search and Rescue Unit (SRU) dengan delapan personel ahli telah dikerahkan menggunakan perahu karet (rubber boat) untuk menyisir titik jatuh hingga ke hilir sungai.
Kendala di lapangan tidak hanya terbatas pada arus sungai, tetapi juga minimnya informasi mengenai identitas korban. Sejauh ini, satu-satunya petunjuk yang ditemukan hanyalah sepasang sandal yang diduga milik korban, tertinggal di atas jembatan tempat ia terakhir terlihat.
Warga sekitar yang sempat melakukan upaya pencarian mandiri sesaat setelah kejadian juga melaporkan hal yang sama; korban hilang ditelan arus tak lama setelah melompat.
“Pencarian terus kami lakukan secara terpadu sesuai rencana operasi. Kami mengerahkan alut dan palsar lengkap, mulai dari peralatan navigasi hingga komunikasi, namun memang identitas korban maupun fisiknya belum berhasil ditemukan,” tambah petugas di lokasi kejadian.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bersiaga dan melakukan penyisiran di tengah kondisi cuaca yang terpantau berawan. Operasi akan terus berlanjut dengan harapan korban dapat segera ditemukan sebelum kondisi cahaya di lokasi semakin minim. (*)
Penulis : Angah
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal






