LIVE TV
Warga Parit Bilal Tangkap Buaya Sepanjang 2,5 Meter Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wabup Temukan Banyak Absen ASN Bolong Bupati dan Pj Gubernur Tinjau Balai Adat dan Pos Pelayanan Ops Ketupat di Terminal Pembengis Wabup Hairan Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Jambi-Riau di Batang Asam Danrem 042/Gapu Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Jambi-Riau

Home / Tanjab Barat / Peristiwa

Senin, 3 Agustus 2020 - 12:57 WIB

Bakar Lahan Untuk Sawah, Pelaku Ditangkap Polisi

FOTO : Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi yang didampingi oleh Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro dan Kalaksa BPBD Tanjabbar Zulfikri saat Konferensi Pers di Mapolres Tanjab Barat, Senin (03/08/20).

FOTO : Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi yang didampingi oleh Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro dan Kalaksa BPBD Tanjabbar Zulfikri saat Konferensi Pers di Mapolres Tanjab Barat, Senin (03/08/20).

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjab Barat menangkap satu orang tersangka terkait perkara tindak pidana membuka lahan dengan cara membakar lahan atau karhutla di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pelaku pembakaran diketahui seorang petani bernama SH (40) warga Parit Jawa Ujung, RT. 03, Desa Pantai Gading, Kecamatan Bram Itam, Tanjab Barat.

“Pengungkapan kasus ini, atas laporan Subsatgas udara bahwa terdapat Fire Spot di Desa Pantai Gading, Bram Itam,” kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi yang didampingi oleh Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro saat konferensi pers di Mapolres Tanjab Barat, Senin (03/08/20).

Dikatakan Kapolda, lahan yang dibakar oleh pelaku tersebut, rencananya akan digunakan untuk cetak sawah.

Kronologi Penangkapan Pelaku

Pelaku ditangkap pada Rabu (29/07/20), sekitar pukul 10.00 WIB, dengan titik Koordinat google maps (q=-0.832091,103.377967). Selanjutnya tim Porles Tanjab Barat melakukan ground check dan olah TKP kebakaran lahan milik masyarakat.

BACA JUGA :  Wabup Hairan Dampingi Pj Gubernur Tinjau Pos Penyekatan Mudik Perbatasan Jambi-Riau di Batang Asam

“Pelaku diketahui membakar lahan Selasa tanggal 28 Juli 2020, sekitar pukul 16.00 WIB, dan selanjutnya polisi melakukan olah TKP dan melakukan police line,” kata Kapolda.

Lebih lanjut disampaikan Kapolda Jambi, bahwa dari hasil tinjauan di lapangan, ditemukan adanya lahan yang terbakar dengan kondisi api sudah dalam keadaan padam.

“Lahan yang terbakar keseluruhan seluas 2 hektar,” ungkapnya.

Dari hasil olah TKP, diketahui lahan tersebut merupakan milik Sajali (43), Petani warga RT. 12, Desa Bram Itam Kanan, Kecamatan Bram Itam dan milik Dedek (35) warga Jalan Obat Nyamuk, Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjab Barat, Jambi.

BACA JUGA :  Bupati dan Pj Gubernur Tinjau Balai Adat dan Pos Pelayanan Ops Ketupat di Terminal Pembengis

Pelaku dikenakan pasal 308 Jo. Pasal 56 ayat (1) UU No. 39 tahun 2014 tentang perkebunan atau pasal 108 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Himbauan Kapolda

Terkait hal itu Kapolda pun mengingatkan kepada keseluruhan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sebab, hal itu dapat berakibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

“Harapan kita kepada masyarakat jangan ada lagi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara bakar hutan, itu akan berdampak kepada kesehatan dan juga kepada alam yang ada di Provinsi Jambi,” pesanya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Pohon Timpa Jaringan PLN, Listrik Kota Kuala Tungkal Mati Total

Tanjab Barat

Bupati Safrial Harap Pengelolaan DAS Pengabuan Betara Optimal

Tanjab Barat

ASN Tanjab Barat Ikrarkan Komitmen Netralitas Pilkada 2020

Tanjab Barat

Perdana di Jambi, Pemkab Tanjabbar Gelar Latsar CPNS Via Daring

Tanjab Barat

Siraturrahmi PetroChina, Bupati Harapkan Kontribusi SKK Migas Dalam Percepatan Pembangunan daerah

Tanjab Barat

Masa Tenang, Polres Tanjab Barat Turunkan Tim Pemantau Politik Uang

Tanjab Barat

Siapa Bakal Ketua DPRD Tanjab Barat, Begini Penjelasan Edi Purwanto

Tanjab Barat

Bupati Safrial Pastikan Stok Beras Aman 3 Bulan ke Depan