LIVE TV
Ini Sederet Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran 2021 Wabup Hairan Tinaju 2 Lokasi Pembangunan Jembatan di Renah Mendaluh Ratusan Akun Media Sosial, Berpotensi Langgar UU ITE Bagi Takjil Buka Puasa, Ketum KNPI Ajak Pemuda Berlomba Buat Kebaikan Heboh Seekor Harimau Masuk ke Permukiman, 1 Kerbau Milik Warga Dimangsa

Home / Pertanian

Sabtu, 27 Maret 2021 - 21:35 WIB

Beras Petani di Senyerang Tak Laku, Gerbang Tani Pinta Pemkab Carikan Solusi

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

KUALA TUNGKAL – Sejumlah petani sawah di wilayah Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan hasil panen mereka yang tak kunjung terjual.

Ketua DPC Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Tanjung Jabung Barat, Suheri Abdullah saat turun ke Senyerang mengaku mendapatkan keluhan sejumlah petani terkait beras para petani khususnya di Kecamatan Senyerang tidak laku.

Dikatakannya, penyebab beras petani tidak terjual yakni pembeli tidak lagi membeli hasil panen di wilayah Senyerang.

BACA JUGA :  Heboh Seekor Harimau Masuk ke Permukiman, 1 Kerbau Milik Warga Dimangsa

“Kalau biasanya kan dari Kuala Tungkal yang beli di sini, tapi sekarang sudah tidak ada lagu, sehingga para petani kebingungan menjual hasil panen mereka,” ujar pria yang akrab panggil Kang Hery ini, Sabtu (27/03/21).

Selain itu, harga beras ditingkat petani yang sangat murah membuat para petani enggan menjual hasil pertaniannya.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan Kedua, Bupati dan Wabup Kunjungi Desa Sungai Muluk

“Harga beras ditingkat petani saat ini sangat murah, kisaran antara Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per kwintalnya, sehingga para petani enggan menjual berasnya. Padahal biasanya harga beras berkisar antara Rp850 hingga Rp900 ribu perkwintalnya,” ujarnya.

Dikatakan Hery seperti saat ini, diwilayah Senyerang sudah mulai musim tanam dan menjelang puasa, sehingga para petani butuh modal untuk puasa dan kembali bercocok tanam.

Hery meminta pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencarikan solusi keluhan para petani ini agar gairah petani bangkit ditengah pandemi saat ini.

BACA JUGA :  Ketua Komite SMAN 1 Tanjabbar Didampingi Aliansi Wartawan Datangi Diskominfo

“Saat saya turun lapangan petani mengeluh ada puluhan ton beras hanya tersimpan tidak terjual, Bulog dan Pemda harus sama-sama kita selesaikan masalah ini secepatnya. Dan permasalahan ini bukan untuk hari ini saja diselesaikan namun ini untuk jangkauan panjang ke depan,” tukasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pertanian

Ribuan Hektar Perkebunan Sawit Di Tanjab Barat Bakal Diremajakan

Pertanian

Dorong Petani Miliki STD-B, DPM-PTSP Tanjab Barat Terbitkan 699 STD-B Secara Gratis

Pertanian

Wabup Amir Sakib, Pemkab Tanjab Barat Dukung Replating Sawit

Pertanian

Kelompok Tani Tanjab Barat Dapat Bantuan Bibit Dari Mentan, Wabup Ucapkan Terima Kasih

Pertanian

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Persit Koorcab Rem 042 Manfaatkan Pekarangan Rumah Bercock Tanam

Pertanian

Kapolres Hadiri Penanaman 3000 Bibit Hortikultura Optimalisasi Hasil Olah Limbah Lahan Pupuk Kompos di Lahan Rakyat

Pertanian

Danrem 042 Gapu Support Warga Desa Labuhan Pering Tanam Pinang

Pertanian

Pemkab Tanjabbar Ajukan Replating 5 Ribu Hektar Sawit