indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Kapan 5 Pejabat Hasil Seleksi Terbuka Dilantik, Begini Kata Pj Bupati Muaro Jambi BREAKING NEWS : Satu Unit Rumah di Desa Tungkal I Terbakar Menyongsong Pemilu 2024, Bawaslu Tanjab Barat Kunjungi Kantor DPC PDI Perjuangan Terima Penghargaan Capaian Vaksinasi dari Kapolres, Agus Purba Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat Kumpeh Ulu Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Penyakit Kronis di Korem 042/Gapu

Home / Pertanian

Sabtu, 27 Maret 2021 - 21:35 WIB

Beras Petani di Senyerang Tak Laku, Gerbang Tani Pinta Pemkab Carikan Solusi

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

KUALA TUNGKAL – Sejumlah petani sawah di wilayah Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan hasil panen mereka yang tak kunjung terjual.

Ketua DPC Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Tanjung Jabung Barat, Suheri Abdullah saat turun ke Senyerang mengaku mendapatkan keluhan sejumlah petani terkait beras para petani khususnya di Kecamatan Senyerang tidak laku.

Dikatakannya, penyebab beras petani tidak terjual yakni pembeli tidak lagi membeli hasil panen di wilayah Senyerang.

“Kalau biasanya kan dari Kuala Tungkal yang beli di sini, tapi sekarang sudah tidak ada lagu, sehingga para petani kebingungan menjual hasil panen mereka,” ujar pria yang akrab panggil Kang Hery ini, Sabtu (27/03/21).

BACA JUGA :  Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jambi Panen Semangka Program Ketahanan Pangan

Selain itu, harga beras ditingkat petani yang sangat murah membuat para petani enggan menjual hasil pertaniannya.

“Harga beras ditingkat petani saat ini sangat murah, kisaran antara Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per kwintalnya, sehingga para petani enggan menjual berasnya. Padahal biasanya harga beras berkisar antara Rp850 hingga Rp900 ribu perkwintalnya,” ujarnya.

Dikatakan Hery seperti saat ini, diwilayah Senyerang sudah mulai musim tanam dan menjelang puasa, sehingga para petani butuh modal untuk puasa dan kembali bercocok tanam.

BACA JUGA :  Hujan Disertai Angin 2 Tiang PLN Patah di Teluk Nilau

Hery meminta pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencarikan solusi keluhan para petani ini agar gairah petani bangkit ditengah pandemi saat ini.

“Saat saya turun lapangan petani mengeluh ada puluhan ton beras hanya tersimpan tidak terjual, Bulog dan Pemda harus sama-sama kita selesaikan masalah ini secepatnya. Dan permasalahan ini bukan untuk hari ini saja diselesaikan namun ini untuk jangkauan panjang ke depan,” tukasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pertanian

Bupati Tanjab Barat Panen Nanas Queen di Desa Muntialo

Advetorial

Bupati Safrial Tanam Secara Simbolis 10 Ribu Kopi Liberika Tungkal Komposit Di Area KUB Haji Bangun Betara

Pertanian

Dandim 0419/Tanjab Apresiasi Petani Cabai Merah di Lubuk Terentang Karena Lakukan Ini

Provinsi Jambi

Fachrori Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Peremajaan Sawit Rakyat

Pertanian

Menggiurkan, Satu Hektar Pinang Betara Hasilkan Puluhan Juta

Pertanian

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Persit Koorcab Rem 042 Manfaatkan Pekarangan Rumah Bercock Tanam

Pertanian

Bupati Syukuran Panen Padi Gapoktan BERKAH di Desa Pembengis

Pertanian

Bupati Masnah Panen Perdana Hasil Peremajaan Sawit Rakyat di Sungai Bahar