indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Cerita Pilu Tindaz Baraza Mendengar Anakanya Pratu Tuppal Gugur di Papua Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau Unit Reskrim Polsek Sungai Gelam Tangkap 5 Pelaku Terlibat Pencurian Bobol Rumah Kanim Kelas II TPI Kuala Tungkal Peringati HBI, Yasonna : Usia 72 Tahun Waktu yang Tepat Untuk Introspeksi Tragis, Motor Beat Tabrak Truk Hino Sedang Parkir di Mendalo Indah

Home / Pertanian

Sabtu, 27 Maret 2021 - 21:35 WIB

Beras Petani di Senyerang Tak Laku, Gerbang Tani Pinta Pemkab Carikan Solusi

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

FOTO : Salah Satu Sawah Padi Milik Petani di Kecamatan Senyerang.

KUALA TUNGKAL – Sejumlah petani sawah di wilayah Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan hasil panen mereka yang tak kunjung terjual.

Ketua DPC Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Tanjung Jabung Barat, Suheri Abdullah saat turun ke Senyerang mengaku mendapatkan keluhan sejumlah petani terkait beras para petani khususnya di Kecamatan Senyerang tidak laku.

Dikatakannya, penyebab beras petani tidak terjual yakni pembeli tidak lagi membeli hasil panen di wilayah Senyerang.

“Kalau biasanya kan dari Kuala Tungkal yang beli di sini, tapi sekarang sudah tidak ada lagu, sehingga para petani kebingungan menjual hasil panen mereka,” ujar pria yang akrab panggil Kang Hery ini, Sabtu (27/03/21).

BACA JUGA :  Penghujung 2021, PetroChina Raih Dua Anugerah PROPER Kategori Hijau

Selain itu, harga beras ditingkat petani yang sangat murah membuat para petani enggan menjual hasil pertaniannya.

“Harga beras ditingkat petani saat ini sangat murah, kisaran antara Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per kwintalnya, sehingga para petani enggan menjual berasnya. Padahal biasanya harga beras berkisar antara Rp850 hingga Rp900 ribu perkwintalnya,” ujarnya.

Dikatakan Hery seperti saat ini, diwilayah Senyerang sudah mulai musim tanam dan menjelang puasa, sehingga para petani butuh modal untuk puasa dan kembali bercocok tanam.

BACA JUGA :  Tragis, Motor Beat Tabrak Truk Hino Sedang Parkir di Mendalo Indah

Hery meminta pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencarikan solusi keluhan para petani ini agar gairah petani bangkit ditengah pandemi saat ini.

“Saat saya turun lapangan petani mengeluh ada puluhan ton beras hanya tersimpan tidak terjual, Bulog dan Pemda harus sama-sama kita selesaikan masalah ini secepatnya. Dan permasalahan ini bukan untuk hari ini saja diselesaikan namun ini untuk jangkauan panjang ke depan,” tukasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pertanian

Kapolres Hadiri Penanaman 3000 Bibit Hortikultura Optimalisasi Hasil Olah Limbah Lahan Pupuk Kompos di Lahan Rakyat

Pertanian

Gubernur Al Haris dan Mentan Tanam Bibit Sawit Serentak se-Indonesia di Muaro Jambi

Pertanian

Danrem 042 Gapu Support Warga Desa Labuhan Pering Tanam Pinang

Pertanian

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Persit Koorcab Rem 042 Manfaatkan Pekarangan Rumah Bercock Tanam

Pertanian

Panen Laos di Desa Muntialo, Bupati : Ini Komoditi Andalan Tanjabbar

Pertanian

Menggiurkan, Satu Hektar Pinang Betara Hasilkan Puluhan Juta

Advetorial

Bupati Safrial Tanam Secara Simbolis 10 Ribu Kopi Liberika Tungkal Komposit Di Area KUB Haji Bangun Betara

Pertanian

Bupati Anwar Sadat Jadi Narasumber Pelatihan Teknis Komoditas Padi di BPP Provinsi Jambi Kecamatan Pengabuan