indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Ini Nama-Nama Pejabat Eselon III dan IV Dilantik Sekda Muaro Jambi Dirlantas Polda Jambi Tertibkan Nomor Lambung Angkutan Batu Bara Bersama Steakholder Terkait Disayangkan, Empat Peserta Ujian Kesetaraan Paket B Gagal Menerima Ijazah Korem 042/Gapu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 Tahun 2022 Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok, Petani Merugi dan Kelimpungan Tutupi Biaya Perawatan

Home / Pendidikan

Jumat, 12 Februari 2021 - 11:20 WIB

Kemendikbud: Madrasah dan Pesantren Tak Wajib Patuhi SKB 3 Menteri

FOTO : Ilustrasi Siswa Madrasah Mengenakan Seragam Pakai Jilbab

FOTO : Ilustrasi Siswa Madrasah Mengenakan Seragam Pakai Jilbab

JAKARTA – Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri mengaku, siswa yang sekolah di madrasah dan pesantren tidak wajib mematuhi SKB 3 Menteri terkait aturan seragam keagamaan.

Menurut dia, SKB 3 Menteri ini hanya mengatur sekolah negeri yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (Pemda) yang banyak menampung siswa dari berbagai agama.

“Sedangkan untuk sekolah di bawah Kemenag (madrasah dan pesantren) tidak diatur dalam SKB 3 Menteri,” ucap Jumeri, seperti ditulis kompas.com, Jumat (12/02/21).

Dia menegaskan, SKB 3 Menteri bertujuan melindungi hak dan kebebasan beragama sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA :  Ini Nama-Nama Pejabat Eselon III dan IV Dilantik Sekda Muaro Jambi

Termasuk, kata dia, menyangkut pemakaian seragam keagamaan menurut keyakinan masing-masing siswa, seperti memakai jilbab untuk siswa muslim dan memakai kalung salib untuk umat kristiani.

Jadi, sebut dia, SKB ini tidak boleh mewajibkan dan tidak boleh melarang.

Namun, memberi kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk beraktivitas sesuai agama yang dianut.

Jumeri mengatakan, tujuan pendidikan adalah mencapai budi pekerti yang luhur.

Oleh karena, sudah menjadi kewajiban sekolah untuk menanamkan nilai ketakwaan sesuai agama yang dianut siswa.

BACA JUGA :  20 Link Twibbon Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2022

Meski demikian, dia menyebut, tetap tidak boleh memaksakan seragam kepada para siswa, karena akan bertentangan dengan keputusan SKB 3 Menteri.

Sebelumnya, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut di sekolah ini menuai polemik dan kotoversi baik dikalangan pendidikan maupun masyarakat. SKB 3 Menteri itu dinilai terlalu berlebihan.(*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Danrem 042/Gapu Hadiri Sidang Terbuka Wisuda Mahasiswa UIN STS Jambi

Pendidikan

Fasilitator Daerah Program PINTAR Dampingi Sekolah di Tanjab Timur

Pendidikan

297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019 Dilantik

Pendidikan

Tanoto Foundation Libatkan MI di Tanjabtim Tingkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah

Pendidikan

Hebat, Sekolah ini Gelar Diseminasi Setelah Selesai Pelatihan

Pendidikan

SKK Migas-PetroChina Gelar Kuliah Umum “Bersama Hulu Migas Membangun Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”

Pendidikan

Guru Perlu Bangkitkan “Ruh” Pembelajaran

Pendidikan

Ini Dia Prospek Kerja Jurusan Teknik Industri