JAMBI – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batang Hari, menghadapi kendala berat berupa medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air di lapangan. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi tim gabungan yang tengah berupaya mengendalikan api yang telah menghanguskan sekitar enam hektare lahan.
Gubernur Jambi Al Haris bersama Kasi Ops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi langsung turun ke lokasi untuk meninjau titik kebakaran tersebut. Peninjauan difokuskan untuk melihat hambatan geografis secara langsung dan memastikan strategi penanganan tetap berjalan cepat, terpadu, serta terukur di tengah keterbatasan fasilitas pemadaman.
Gubernur menegaskan bahwa optimalisasi satgas udara merupakan solusi mutlak saat ini. Dari total armada helikopter yang beroperasi di Provinsi Jambi, Al Haris menginstruksikan agar dua helikopter bekerja intensif di wilayah Tahura guna memastikan pemadaman berjalan cepat dan terukur
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Ops Korem 042/Gapu bersama Gubernur Jambi mengevaluasi koordinasi unsur gabungan guna menyiasati sulitnya akses air dan jalur evakuasi pemadaman. Kehadiran TNI-Polri, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup ditargetkan untuk memperkuat sinergi taktis agar keterbatasan fisik di lapangan tidak membuat api semakin meluas.
Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi menegaskan bahwa cuaca kering yang ekstrem memperparah situasi penanganan. Tim gabungan diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh guna mengantisipasi munculnya titik api baru (re-ignition), mengingat proses pendinginan (cooling down) di medan kritis seperti Tahura membutuhkan pasokan air dan ketepatan penanganan yang ekstra.
Melalui peninjauan ini, pemerintah daerah dan Korem 042/Gapu berkomitmen mencari solusi cepat atas kendala logistik dan akses air di lapangan. Langkah penanganan Karhutla di Tahura Batang Hari dipastikan tetap berjalan maksimal demi melindungi sisa kawasan hutan dari ancaman kerusakan yang lebih luas.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal













Komentar