indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Rakerda DPD PAN Muaro Jambi Persiapan Hadapi Pemilu dan Pilkada 2024 Dilantik Seabgai Ketua Asprov PSSI Provinsi Jambi, Ini Harapan Fadhil Arief Kepengurusan Asprov PSSI Provinsi Jambi Periode 2021-2025 Resmi Dilantik Pengurus Asprov PSSI Jambi Periode 2021-2025 Dilantik Malam Ini Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Korem 042/Gapu Gelar Baksos Donor Darah

Home / Nasional

Sabtu, 19 Februari 2022 - 09:59 WIB

Pemerintah Terapkan BPJS Kesehatan Jadi Persyaratan Jual Beli Tanah

Pemerintah Terapkan BPJS Kesehatan Jadi Persyaratan Jual Beli Tanah. Ilustrasi

Pemerintah Terapkan BPJS Kesehatan Jadi Persyaratan Jual Beli Tanah. Ilustrasi

JAKARTA – Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Teuku Taufiqulhadi menjelaskan bahwa terdapat ketentuan baru terkait jual beli tanah.

Hal itu diatur dalam Instruksi presiden (Inpres) yang dimaksud adalah nomor 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Dia menjelaskan untuk jual beli tanah terdapat syarat baru mulai 2022 ini, yakni melampirkan BPJS Kesehatan.

Taufiq mengatakan, BPJS yang dilampirkan bisa dari berbagai kelas, baik kelas 1, kelas 2 maupun kelas 3. Aturan itu berlaku mulai 1 Maret 2022.

“Jadi harus melampirkan BPJS ketika membeli tanah. Baru keluar tahun ini Inpres-nya. Mulai diberlakukan sejak 1 Maret 2022,” ungkap Taufiq, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/2/2022).

Apa alasan pemerintah mewajibkan syarat BPJS Kesehatan untuk jual beli tanah?

Alasan perlunya BPJS Kesehatan sebagai lampiran ketika melakukan jual beli rumah diungkapkan oleh Taufiq.

Adapun alasannya, yakni dalam rangka optimalisasi BPJS kepada seluruh bangsa Indonesia.

“Negara Indonesia meminta rakyatnya untuk diasuransi. Ini diminta untuk punya asuransi semuanya. Dalam rangka untuk optimalisasi BPJS kepada seluruh bangsa Indonesia,” ujar Taufiq.

Dia menambahkan, selama ini negara-negara berkembang tidak memiliki asuransi, seperti pada negara-negara maju.

BACA JUGA :  Kapolda Jambi Pimpin Upacara Tabur Bunga di TMP Satria Bhakti

Oleh karena itu, negara ingin melindungi rakyatnya dengan memastikan semua orang mempunyai BPJS Kesehatan.

Bagaimana jika belum punya BPJS Kesehatan?

Taufiq menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki BPJS Kesehatan, karena itu adalah syaratnya.

“Harus menyertakan BPJS jadi seluruh rakyat Indonesia itu, harus ada BPJS. Itu perlindungan negara terhadap warganya,” kata Taufiq.

Lebih lanjut, diketahui bahwa dalam Inpres 1/2022 diinstruksikan kepada berbagai kementerian untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional.

Salah satu Kementerian yang diinstruksikan adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Berikut bunyi instruksinya berdasarkan diktum kedua angka 17:

“Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk memastikan pemohon pendaftaran peralihan hak tanah karena jual beli merupakan Peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.”

Informasi serupa juga dibagikan di media sosial resmi kantor pertanahan masing-masing daerah di Indonesia.

Melalui akun Twitter resmi Kantah Kota Surabaya I @KantahSurabaya1 salah satunya, diumumkan bahwa:

“Berdasarkan pada Surat Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN nomor HR.02/153-400/II/2022 disampaikan bahwa setiap permohonan pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau Hak Milik atas Satuan Rumah Susun karena jual beli harus dilengkapi dengan fotokopi Kartu Peserta BPJS Kesehatan (Peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.”

BACA JUGA :  Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik, Golongan R2 di Tanjab Barat Sebanyak 1.482 Pelanggan

BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah dikritik Warganet

Ketentuan baru tersebut dikritik warganet. Banyak yang menyebutkan bahwa tidak ada hubungannya antara membeli rumah dan memiliki BPJS Kesehatan.

Berikut ini beberapa diantaranya:

“Yth. Pak @jokowi kebijakan/Inpres ini mohon dievaluasi, apa kaitannya Jual-Beli Perumahan (AJB, BBN) dgn BPJS Kesehatan (peserta aktif). Jgn kebijakan memaksakan kehendak dgn mngunakan Instansi lain (ATR/BPN)”, tulis akun ini.

“Pas pertama diumumin aku kaya hah? Yang bener aja?? Punya bpjs aja kadang di rumah sakit dipersulit. Ini dialihin ke pengurusan jual beli tanah dan rumah. Gak ada hubungannya sama sekaliii,” tulis akun ini.

“Banyak yang bertanya-tanya, kenapa sekarang mau jual-beli tanah/rumah mesti punya kartu BPJS Kesehatan. Bisa bantu dijelasin kah, hubungannya antara beli properti dengan kepesertaan BPJS Kesehatan min @BPJSKesehatanRI ? Makasih sebelumnya :),” tulis akun ini.

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul : Alasan Pemerintah Bakal Wajibkan Syarat BPJS untuk Jual Beli Tanah.

Share :

Baca Juga

Nasional

Bupati Tanjab Barat Kunjungi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

Nasional

Booth PetroChina di Indonesia HR Submit 2022 Dikunjungi Petinggi SKK Migas

Nasional

KPK OTT Bupati Bogor Ade Yasin, Sejumlah Uang Diamankan

Nasional

MUI Tolak Pemilu 2024 Diundur, Berikut Alasannya

Nasional

KONI dan PWI Pusat Sambut Baik Peluncuran Aplikasi SPORTBLOCK

Berita

Wabup Amir Sakib Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah X Tahun 2019 Di Jakarta

Nasional

KPK Dikabarkan OTT Bupati Nganjuk

Nasional

Telkomsel Tawarkan Kuota 50 GB Mulai Harga Rp 40.000, Ini Cara Daftarnya