LIVETV
Kapolres Bungo Mendadak Cek Tahanan, Ada Apa? Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Pengabuan, Polisi Curigai Sejumlah Tempat Nama dan Foto Kapolres Muaro Jambi Dicatut, AKBP Yuyan : Jangan Terpengaruh Hari Korpri ke 50, Sejumlah Pejabat di Tanjab Barat Dilantik Si Jago Merah Mengamuk, Satu Unit Rumah dan 4 Ekor Kambing Ikut Terbakar

Home / Kriminal

Kamis, 11 Februari 2021 - 10:08 WIB

Petugas Gagalkan Penyelundupan Paruh Burung Rangkong

FOTO : Petugas Balai Besar Karantina Pertanian menggagalkan penyelundupan puluhan paruh burung rangkong gading di Bandara Internasional/Ist

FOTO : Petugas Balai Besar Karantina Pertanian menggagalkan penyelundupan puluhan paruh burung rangkong gading di Bandara Internasional/Ist

SEMARANG – Petugas Balai Besar Karantina Pertanian menggagalkan penyelundupan puluhan paruh burung rangkong gading di Bandara Internasional, Ahmad Yani Semarang.

Paruh burung yang termasuk satwa langka itu akan kabarnya diolah menjadi aksesoris.

“Pelaku Herman kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia hanya pembawa rangkong dari Kalimantan Tengah masuk ke Semarang tanpa disertai dokumen karantina. Rencana untuk dibuat jadi gelang, dan anting-anting,” kata Kepala Karantina Pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang seperti dikutip merdeka.com, Rabu (10/02/21).

BACA JUGA :  Si Jago Merah Mengamuk, Satu Unit Rumah dan 4 Ekor Kambing Ikut Terbakar

Parlin mengatakan, pengungkapan bermula saat para petugas X-Ray Bandara Ahmad Yani curiga dengan barang bawaan yang disimpan di sebuah tas milik pelaku.

Petugas yang mengetahui itu langsung melakukan penggeledahan di terminal Bandara Ahmad Yani, Selasa (09/02/21).

“Kita cek ada bungkusan plastik yang dilakban berupa barang organik. Langsung kita koordinasikan ke BKSDA Jateng untuk tindak lanjut, karena spesies burung rangkong gading merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Kini sudah terancam terus menyusut,” jelasnya.

BACA JUGA :  Seorang Nenek di Mendalo Darat Ditemukan Meninggal Dunia, Ada Luka di Tubuh

Terpisah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Rimbawanto menyatakan paruh yang diselundupkan berasal dari burung rangkong gading yang bernama latin Rhinoplax vigil.

“Itu jenis burung langka jenis paruh rangkong gading di pasar gelap sering diperjualbelikan dengan nilai yang mahal. Sehingga burung ini menjadi target para pemburu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Kondisi Jalan Batang Asai Rusak Parah

Atas perbuatan pelaku penyelundupan paruh rangkong bakal dijerat pasal berlapis.

“Pelakunya melanggar Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dan juga melanggar Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam,” tutup Rimbawanto. [Edt]

Share :

Baca Juga

Covid-19

Polisi di Pos Covid-19 Tanjab Barat di Batang Asam Amankan Dua Pelaku dan Sabu 500 Gram

Kriminal

Angka Kriminalitas Curat dan Curanmor Masih Tinggi di Tanjabbar

Berita

Ternyata Inisiator Perampokan di Sungai Gebar Masih Kerabat Korban

Kriminal

Admin Arisan Online AAUR Diperiksa Subdit V Cyber Crime Polda Jambi

Kriminal

Terduga Pelaku Pembunuhan Janda di Kebun Karet Ditangkap Polisi

Kriminal

Akui Kesalahannya, Pembuat Akun Facebook Palsu Kapolres Tanjabbar Minta Maaf

Kriminal

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Warga Semerap Kerinci

Kriminal

Dinihari, Tim Petir Polres Tanjabar Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster