LIVE
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Serbuan Vaksinasi Massal TNI Korem 042/Gapun Pangdam II/Sriwijaya dan Gubernur Resmikan Gedung Panti Asuhan Bhadar Gapu Terkait Budi Azwar, Ini Kata Ketua DPD II Partai Golkar Tanjab Barat BREAKING NEWS : Pengetatan Jelang MTQ Seluruh Penumpang di Pelabuhan Roro Diperiksa Sebanyak 16 Pejabat Eselon II Dilantik, Ini Daftarnya

Home / Berita

Minggu, 18 April 2021 - 16:26 WIB

Ratusan Akun Media Sosial, Berpotensi Langgar UU ITE

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

TANJAB BARAT – Tim virtual police yang dibentuk Mabes Polri terus bergerak memelototi akun-akun yang beredar di sosial media (sosmed).

Hasilnya, sekitar 200 akun sosmed mendapat teguran lantaran dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, peneguran itu disampaikan terhitung sejak 23 Februari sampai 12 April 2021.

BACA JUGA :  Bupati : Gerakan Keluarga Pelopor Perubahan Bermula dari RT

Sejatinya, Polri mengajukan 329 konten akun sosial media yang dianggap melanggar UU ITE.

Namun setelah diverifikasi, ahli menyatakan, hanya 200 konten akun sosial media yang memenuhi syarat untuk mendapatkan teguran.

“Dari 329 konten tersebut sebanyak 200 konten dinyatakan lolos verifikasi atau konten yang memenuhi ujaran kebencian berdasarkan SARA. Sedangkan 91 konten dinyatakan tidak lolos verifikasi kemudian 38 konten dalam proses verifikasi,” kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta.

BACA JUGA :  Gelar Vaksinasi Merdeka di Ponpes Al Baqiatush Shalihat, Kapolres : Alhamdulillah 702 Santri Tervaksin

Dijelaskan Ahmad, 329 konten yang diajukan peringatan virtual police didominasi jenis platform Twitter sebanyak 195 konten dan Facebook sebanyak 112 konten.

BACA JUGA :  TP PKK Provinsi Jambi dan Tanjab Barat Tanam Pohon di Arena MTQ

Sisanya dari platform sosial media lainnya.

“Berdasarkan data peringatan virtual police, khusus pada konten yang berisi ujaran kebencian berdasarkan SARA berpotensi melanggar pasal 28 ayat 2 undang undang ITE,” tandas Ahmad dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/04/21).

Share :

Baca Juga

Berita

PWI Jambi Akan Bentuk Kepengurusan PWI di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Berita

30 Pasangan Berumur Di Kecamatan Seberang Kota Ikuti Isbat Nikah

Berita

Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Kapolda Bersama Danrem 042/Gapu dan Kapolres Tanjabbar Tabur Benih Ikan

Berita

TMMD Ke-112 Kodim 1004/Kotabaru Resmi Dibuka

Berita

Libatkan Ratusan Personel Gabungan, Korem 042/Gapu Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Berita

Unik, Kesbangpol Bersama Instansi Terkait Bahas Situasi Politik dan Tahapan Pilkada Lewat Coffe Morning di Warkop

Berita

Pesan Berantai OTT Hoax, Polres Usut Sumber Pesan Tersebut

Berita

Korem 042/Gapu Jambi Gelar Latihan Menembak