indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
BREAKING NEWS : Pria Dewasa di Temukan Tidak Bernyawa di Kamar Hotel Yello Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air 212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta

Home / Berita

Minggu, 18 April 2021 - 16:26 WIB

Ratusan Akun Media Sosial, Berpotensi Langgar UU ITE

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

TANJAB BARAT – Tim virtual police yang dibentuk Mabes Polri terus bergerak memelototi akun-akun yang beredar di sosial media (sosmed).

Hasilnya, sekitar 200 akun sosmed mendapat teguran lantaran dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, peneguran itu disampaikan terhitung sejak 23 Februari sampai 12 April 2021.

Sejatinya, Polri mengajukan 329 konten akun sosial media yang dianggap melanggar UU ITE.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Terima PIN dan Keris Sebagai Pembina Adat Melayu Jambi

Namun setelah diverifikasi, ahli menyatakan, hanya 200 konten akun sosial media yang memenuhi syarat untuk mendapatkan teguran.

“Dari 329 konten tersebut sebanyak 200 konten dinyatakan lolos verifikasi atau konten yang memenuhi ujaran kebencian berdasarkan SARA. Sedangkan 91 konten dinyatakan tidak lolos verifikasi kemudian 38 konten dalam proses verifikasi,” kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta.

BACA JUGA :  Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolres Tanjab Timur Tabur Bunga di Makosat Polair

Dijelaskan Ahmad, 329 konten yang diajukan peringatan virtual police didominasi jenis platform Twitter sebanyak 195 konten dan Facebook sebanyak 112 konten.

Sisanya dari platform sosial media lainnya.

“Berdasarkan data peringatan virtual police, khusus pada konten yang berisi ujaran kebencian berdasarkan SARA berpotensi melanggar pasal 28 ayat 2 undang undang ITE,” tandas Ahmad dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/04/21).

Share :

Baca Juga

Berita

Tindak Lanjut Pertanggungjawab Perusahaan PT SMGP

Berita

Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi Terima Audiensi Empat Kelompok Tani

Berita

Polres dan Kodim 0419 Tanjab Gelar Bakti Sosial Peduli Covid-19 di Dua Pesantren

Berita

Pastikan Keamanan, Kapolres dan Dandim 0419/Tanjab Tinjau Kantor dan Gedung Logistik KPU

Berita

Malam Ini, Ustadz Zacky Mirza Isi Tabligh Akbar Tahun Baru di Kuala Tungkal

Berita

Polres Bersinergi dengan Kodim 0419 Bagikan Sembako pada Kaum Masjid dan Warga Terdampak Covid-19

Berita

Mulai Mei, 3 Kepala Daerah di Jambi akan Dijabat oleh Pjs

Berita

Wabup Amir Sakib Minta Bantuan Peralatan Pemadaman Karhutla kepada BNPB Pusat