LIVE TV
DPD PKS Tanjab Barat Bagikan 1.000 Takjil pada Warga Kuala Tungkal Pandemi, Kemenag Imbau Masyarakat Segerakan Bayar Zakat Fitrah Berikut Pengurus DPD PAN Tanjab Barat Periode 2020-2025 Jual Nomor Togel Lewat Whatsapp, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi Nekat Bawa Pemudik, Satu Bus Diputar Balik Arah di Pos Penyekatan Tanjab Barat ke Pekan Baru

Home / Berita

Minggu, 18 April 2021 - 16:26 WIB

Ratusan Akun Media Sosial, Berpotensi Langgar UU ITE

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

ILUSTRASI : Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan patroli ujaran kebencian dan hoaks di media sosial (medsos) selama 24 jam. Tidak hanya patroli sober, BIN juga turun kelapangan untuk menindak terhadap penyebar konten negatif. FOTO : Istimewa

TANJAB BARAT – Tim virtual police yang dibentuk Mabes Polri terus bergerak memelototi akun-akun yang beredar di sosial media (sosmed).

Hasilnya, sekitar 200 akun sosmed mendapat teguran lantaran dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, peneguran itu disampaikan terhitung sejak 23 Februari sampai 12 April 2021.

BACA JUGA :  Transportasi Mudik Resmi Dilarang Mulai Hari Ini, Hanya Ini yang Dikecualikan

Sejatinya, Polri mengajukan 329 konten akun sosial media yang dianggap melanggar UU ITE.

Namun setelah diverifikasi, ahli menyatakan, hanya 200 konten akun sosial media yang memenuhi syarat untuk mendapatkan teguran.

“Dari 329 konten tersebut sebanyak 200 konten dinyatakan lolos verifikasi atau konten yang memenuhi ujaran kebencian berdasarkan SARA. Sedangkan 91 konten dinyatakan tidak lolos verifikasi kemudian 38 konten dalam proses verifikasi,” kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta.

BACA JUGA :  Telkom Sampaikan, Indihome di Kuala Tungkal Alami Gangguan

Dijelaskan Ahmad, 329 konten yang diajukan peringatan virtual police didominasi jenis platform Twitter sebanyak 195 konten dan Facebook sebanyak 112 konten.

BACA JUGA :  Pandemi, Kemenag Imbau Masyarakat Segerakan Bayar Zakat Fitrah

Sisanya dari platform sosial media lainnya.

“Berdasarkan data peringatan virtual police, khusus pada konten yang berisi ujaran kebencian berdasarkan SARA berpotensi melanggar pasal 28 ayat 2 undang undang ITE,” tandas Ahmad dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/04/21).

Share :

Baca Juga

Berita

Satlantas Polres Tanjab Barat Kawal Keberangkatan Kafilah MTQ Tanjab Barat Menuju Bungo

Berita

Tanjab Barat Siapkan Dua Desa Untuk Lomba Penilaian P2WKSS Tingkat Provinsi Jambi

Berita

Asisten I Pimpin Rapat Persiapan MTQ Kabupaten Di Senyerang

Berita

Cegah Karhutla, Kapolres Tanjabbar Lakukan Tatap Muka dengan Warga Desa Muntialo

Berita

19 Calon Kades Dari 3 Desa Ikut Seleksi Tambahan

Berita

Via Medsos, Muklis Beri Ucapan Selamat Pada Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar Terpilih

Berita

Cegah Karhutla, Begini Himbauan Dandim 0419 Tanjab

Berita

Bupati Tanjab Barat Resmikan Bank 9 Jambi di Tebing Tinggi dan Proyek Fisik Wilayah Ulu