YTUBE
Pembinaan dan Penguatan BKTM, Senkom dan Pokdar Kamtibmas Polres Tanjabbar BREAKING NEWS : Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI Besok, Sejumlah Wilayah di Tanjab Barat Terkena Pemadaman Petugas Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Sabu ke LP Via Mobil Sampah Daftar 9 Jenderal Bintang 3 Calon KSAL Gantikan Yudo Margono

Home / Nasional

Minggu, 2 Oktober 2022 - 19:20 WIB

Tragedi Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan 127 Orang Meninggal, 180 Orang Luka-luka

porter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA/Ari Bowo Sucipto/

porter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA/Ari Bowo Sucipto/

OLAHRAGAArema FC harus takluk 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, pada Sabtu (1/10/22) malam ditutup dengan kerusuhan.

Tidak diduga kemenangan tandang perdana bagi Persebaya setelah 23 tahun atas rival bebuyutannya itu dibarengi kerusuhan dan memakan banyak korban.

Hasil pertandingan derbi Jatim ini ternyata tidak bisa diterima pendukung Arema FC. Mereka tidak puas dengan kekalahan tim kesayangannya di kandang sendiri. .

Mereka kecewa dan langsung berhamburan masuk ke lapangan dengan meloncati pagar, membuat situasi tak terkendali.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Jajaran pengamanan pun terlihat kewalahan menghalau kericuhan tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, kerusuhan pecah begitu suporter mulai masuk lapangan. Para pemain Persebaya langsung menuju ruang ganti untuk dievakuasi dari Stadion.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pasca-tanding jadi catatan buruk yang paling memilukan di sejarah sepak bola Indonesia.

Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 127 orang, sementara korban luka-luka mencapai 180 orang.

Hal ini berdasarkan laporan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afina dalam konferensi pers di Malang, Minggu (2/10/22) dini hari WIB.

BACA JUGA :  Rumah Sakit dr Bratanata Jambi Gelar Pelatihan Penanganan Pasien Trauma Akut

Dengan jumlah korban jiwa sebanyak ini, tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/22) dipastikan jadi tragedi sepak bola paling pilu di Indonesia.

Tragedi Kanjuruhan bahkan jadi tragedi sepak bola terpilu nomor 2 di dunia.

Peristiwa paling memilukan di dunia sepak bola menewaskan 328 orang di Estadio Nacional, Lima, Peru pada 24 Mei 1964 dikutup dari bolasport.com.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu membuat PT Liga Indonesia Baru, operator BRI Liga 1, menghentikan kompetisi itu selama sepekan ke depan(Edt)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Pengamat ; Harga Keekonomian BBM Subsidi yang Disampaikan Pemerintah Terlalu Tinggi

Nasional

Wadul, Kepala BKN  Bilang Mungkin Saja 10 Tahun ke Depan PNS Tak Lagi Dibutuhkan

Nasional

Polda Riau Amankan 203 Kg Sabu dan 404.491 Butir Ekstasi, 16 Tersangka Diringkus

Nasional

Polisi Ngak Boleh Berfoto dengan Gaya Ini Selama Pilkada

Nasional

Latih Disiplin Siswa SMP di Kewar, Yonif 142/Kj Berikan Pelajaran Ini

Nasional

1000 Vaksin, Sinergi TNI AD dengan Kimia Farma

Nasional

HNSI Jateng Desak KKP Revisi Kebijakan Kenaikan Pajak dan Pungutan bagi Nelayan

Nasional

Daftar 9 Jenderal Bintang 3 Calon KSAL Gantikan Yudo Margono