indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Pimpin Rapat Kerja, Pj Bupati Muaro Jambi Soroti Disiplin PNS yang Tak Pernah Ditindaklanjuti Polsek Maro Sebo Laksanakan Vaksinasi Booster di Desa Candi Muaro Jambi Ratusan CPNS Memilih Mengundurkan Diri, BKN Ungkap Alasannya Keluarga Besar PP Muhammadiyah Berduka Buya Syafii Ma’arif Polri Gelar Lomba Menulis Surat Untuk Kapolri, Ini Syaratnya

Home / Teknologi

Selasa, 2 Februari 2021 - 19:15 WIB

UI Kembangkan Alat Purifikasi Udara Plasma ‘PUVICON’ untuk Lawan Covid-19

FOTO : Alat purifikasi udara PUVICON tipe yang dikembangkan oleh FTUI/ hetanews.com

FOTO : Alat purifikasi udara PUVICON tipe yang dikembangkan oleh FTUI/ hetanews.com

DEPOK – Tim dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) mengembangkan alat purifikasi udara menggunakan metode plasma dingin (non-termal) yang terbukti mampu menghilangkan 99 persen virus dan 90 persen bakteri di udara dalam waktu 10 menit.

“Alat yang diberi nama PUVICON ini bekerja dengan menggunakan teknologi PUVICO3, yakni molekul udara dan uap air yang diionisasi dan dihamburkan kembali ke udara secara konveksi paksa,” kata Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono sebagaimana dikutip dalam siaran pers universitas oleh hetanews.com, Senin (01/02/21).

BACA JUGA :  Polsek Maro Sebo Laksanakan Vaksinasi Booster di Desa Candi Muaro Jambi

Ia menjelaskan, teknologi PUVICO3 dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terapi plasma dingin dapat mencegah kasus infeksi tambahan pada pasien di rumah sakit dan mengurangi risiko tenaga medis di rumah sakit terinfeksi virus.

Teknologi PUVICO3 yang dipasang pada alat purifikasi udara PUVICON, menurut dia, dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan ion-ion O2[-] (superoksida), H2O[-] (air), dan radikal OH (hidroksil) yang berbentuk ion-ion negatif ataupun radikal yang banyak dijumpai di daerah pegunungan.

BACA JUGA :  Keluarga Besar PP Muhammadiyah Berduka Buya Syafii Ma'arif

Dengan teknologi tersebut, PUVICON juga akan mampu mengolah dan menangani polusi udara sekaligus berperan sebagai “disinfektan elektronik” yang bekerja dengan mekanisme difusi secara cepat dan sistemik berkat sistem konveksi paksa.

Peneliti utama PUVICON dan Guru Besar Ilmu Teknik Kimia FTUI Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo mengatakan, teknologi PUVICO3 juga dapat membantu menekan atau bahkan memusnahkan aktivitas virus dan bakteri di udara dengan memecah (bereaksi dengan) dinding-dinding DNA/RNA atau protein.

Share :

Baca Juga

Teknologi

Segera Hadir HP Samsung M62 Usung Batre 7000 mAh

Teknologi

Telkomsel Bakal Matikan Simpati, Loop dan Kartu AS

Teknologi

Guru PAUD Harus Tau Perangkat Pembelajaran : SiPendi-eRaport

Teknologi

Pengguna Pindah ke Signal, Akhirnya WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi

Teknologi

Ini 7 Cara Mempercepat Agar Situs Cepat Terindex Google

Teknologi

Tak Perlu Ganti Kartu SIM Untuk Pakai Jaringan 5G Telkomsel

Teknologi

Warga Binaan Lapas Kelas II B Kuala Tungkal, Sukses Buat Mesin Pakan Ikan

Teknologi

Siaran TV Analog Bakal Dihentikan di 5 Daerah Ini, Salah Satunya Riau