LIVE
Diperpanjang atau Tidak, Pemerintah Umumkan Keputusan soal PPKM Level 4 Hari Ini Eijkman Koreksi Dua Kasus Covid di Jambi Bukan Delta Plus Mengenal Varian Delta Plus yang Terdeteksi di Jambi Minimalisir Sebaran COVID-19, Danrem Gapu : Perlu Tekankan Tiga Hal Ini Danrem 042/Gapu Ikuti Rakor Strategi Penanganan Covid-19 Wilayah PPKM Level 4 Kota Jambi

Home / Teknologi

Selasa, 2 Februari 2021 - 19:15 WIB

UI Kembangkan Alat Purifikasi Udara Plasma ‘PUVICON’ untuk Lawan Covid-19

FOTO : Alat purifikasi udara PUVICON tipe yang dikembangkan oleh FTUI/ hetanews.com

FOTO : Alat purifikasi udara PUVICON tipe yang dikembangkan oleh FTUI/ hetanews.com

DEPOK – Tim dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) mengembangkan alat purifikasi udara menggunakan metode plasma dingin (non-termal) yang terbukti mampu menghilangkan 99 persen virus dan 90 persen bakteri di udara dalam waktu 10 menit.

“Alat yang diberi nama PUVICON ini bekerja dengan menggunakan teknologi PUVICO3, yakni molekul udara dan uap air yang diionisasi dan dihamburkan kembali ke udara secara konveksi paksa,” kata Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono sebagaimana dikutip dalam siaran pers universitas oleh hetanews.com, Senin (01/02/21).

BACA JUGA :  HUT RI ke-76 Sudah Dekat, Ini 25 Link Twibbon Ucapan yang Menarik

Ia menjelaskan, teknologi PUVICO3 dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terapi plasma dingin dapat mencegah kasus infeksi tambahan pada pasien di rumah sakit dan mengurangi risiko tenaga medis di rumah sakit terinfeksi virus.

Teknologi PUVICO3 yang dipasang pada alat purifikasi udara PUVICON, menurut dia, dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan ion-ion O2[-] (superoksida), H2O[-] (air), dan radikal OH (hidroksil) yang berbentuk ion-ion negatif ataupun radikal yang banyak dijumpai di daerah pegunungan.

BACA JUGA :  Hampir Saja Terjadi Kebakaran di Jalan Panglima Kuala Tungkal

Dengan teknologi tersebut, PUVICON juga akan mampu mengolah dan menangani polusi udara sekaligus berperan sebagai “disinfektan elektronik” yang bekerja dengan mekanisme difusi secara cepat dan sistemik berkat sistem konveksi paksa.

Peneliti utama PUVICON dan Guru Besar Ilmu Teknik Kimia FTUI Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo mengatakan, teknologi PUVICO3 juga dapat membantu menekan atau bahkan memusnahkan aktivitas virus dan bakteri di udara dengan memecah (bereaksi dengan) dinding-dinding DNA/RNA atau protein.

Share :

Baca Juga

Teknologi

5 Penerapan Teknologi AI yang Memudahkan Aktivitas Manusia

Teknologi

Haruskah Tinggalkan WhatsApp, Beralih ke Telegram atau Signal?

Teknologi

Berikut 17 Link Twibbon Untuk Ucapan Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021

Teknologi

Tokobiz.id dan Malakatech.com Jadi Solusi di Tengah Pandemi untuk UMKM Menuju Go Online

Pendidikan

Yok Ikuti, Tanoto Foundation Gelar Webinar Manajemen Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan

Teknologi

Ini 10 Fitur Menarik Aplikasi Messenger Signal

Teknologi

Begini Cara Aktivasi dan Perbaharui Data Diri PNS di Aplikasi My SAPK 2.1

Teknologi

Segera Hadir HP Samsung M62 Usung Batre 7000 mAh