MUARO JAMBI — Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Gubernur Jambi Al Haris kembali turun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Mentaro, kawasan perbatasan Puding–Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa, 1 September 2026.
Keduanya meninjau langsung kawasan yang terdampak karhutla sekaligus melihat perkembangan penanganan yang dilakukan Satuan Tugas Karhutla. Peninjauan ini dilakukan ketika kondisi kemarau membuat sejumlah wilayah di Jambi tetap memiliki potensi kebakaran.
Di lapangan, Nyamin dan Al Haris memantau proses pemadaman, pendinginan, serta upaya mencegah api kembali muncul. Personel TNI-Polri, Manggala Agni dan unsur terkait turut dikerahkan dalam penanganan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi pemerintah daerah dan aparat, persoalannya bukan sekadar memadamkan api. Titik yang telah terbakar harus terus dipantau agar tidak kembali menyala dan menjalar ke kawasan lain.
“Kita harus bergerak cepat dan bersama-sama. Setiap titik api harus segera ditangani, jangan sampai berkembang dan meluas. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan karhutla,” kata Brigjen TNI Nyamin.
Satgas Karhutla Jambi saat ini mengandalkan patroli, pemantauan, deteksi dini, pemadaman dan pendinginan. Personel di lapangan juga diminta mewaspadai kawasan dengan kondisi lahan kering yang berpotensi memunculkan kembali titik api.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah provinsi, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan unsur lainnya terus dikerahkan untuk merespons wilayah yang dianggap rawan.
Pulau Mentaro menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla di Jambi. Kehadiran langsung pejabat daerah dan aparat di lokasi sekaligus menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran tidak berhenti pada laporan mengenai titik api.
Yang menjadi pekerjaan berikutnya adalah memastikan api benar-benar terkendali, mencegah munculnya kembali titik panas, dan membatasi dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.
Di tengah musim kemarau, kerja Satgas Karhutla pun berpacu dengan kondisi lahan yang mudah terbakar. Api harus dipadamkan sebelum berubah menjadi persoalan yang lebih besar.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal








Komentar