KUALA TUNGKAL – Angin laut yang berembus di sepanjang Pelabuhan Kuala Tungkal membawa kabar baru bagi masyarakat di “Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan”. Di bawah langit Tanjung Jabung Barat yang dinamis, sebuah estafet kepemimpinan penting baru saja bergulir. Korps Bhayangkara di wilayah pesisir Jambi ini kini resmi memiliki nakhoda baru.
Adalah AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., seorang perwira menengah yang kini dipercaya mengemban amanah besar sebagai Kapolres Tanjung Jabung Barat. Ia hadir menggantikan AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., yang berpindah tugas demi mengemban tanggung jawab baru sebagai Wadir Resnarkoba Polda Jambi.
Pergeseran gerbong kepemimpinan ini bukanlah sekadar rutinitas organisasi. Mutasi strategis yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 dan ST/1879/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026 ini menjadi penanda dimulainya babak baru pelayanan keamanan di wilayah ini. Surat keputusan penting tersebut ditandatangani atas nama Kapolri oleh Karo Binkar SSDM Polri, Brigjen Pol. Dr. Hendra Imrawan, S.H., S.I.K., M.H.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditempa dari Dinginnya Aspal Jalanan
Melihat sosok AKBP Ramadhanil adalah melihat kombinasi antara ketegasan seorang perwira dan keluwesan seorang pelayan masyarakat. Pria yang lahir di Kota Dumai pada 21 Mei 1985 ini menapaki jalan sunyi pengabdian sejak lulus dari kawah candradimuka Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2006.
Ramadhanil bukan tipikal perwira yang hanya duduk di belakang meja kerja yang nyaman. Begitu resmi menyandang pangkat Inspektur Dua (Ipda) pada 2007, ia langsung diterjunkan ke garis depan pertahanan hukum di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan. Polres Bone menjadi saksi bagaimana mental kepemimpinannya diuji oleh realitas sosial yang kompleks.
Di tanah Sulawesi, ia mengawali karier dari bawah, bersentuhan langsung dengan peluh dan keluhan warga. Sebagai Kanit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), ia menjadi pintu pertama tempat masyarakat mengadu saat mencari keadilan. Tak berhenti di sana, ia kemudian dipercaya mengomandoi jalanan sebagai Kanitturjawali hingga menjadi Kanitlaka Satlantas Polres Bone. Mengurai kemacetan, mengevakuasi korban kecelakaan, hingga berdialog dengan pengendara di jalanan adalah menu sarapannya sehari-hari.
Pengalaman lapangan yang kaya ini kemudian membawanya melanglang buana ke berbagai wilayah lain, termasuk mengemban tugas di Polres Bantaeng, sebelum akhirnya takdir penugasan membawanya mendarat di Jambi.
Penulis : Abas
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal
Halaman : 1 2 Selanjutnya








Komentar