JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi akan menjalani program ini selama enam bulan ke depan guna memperoleh keterampilan non-teknis (soft skills) serta pengalaman kerja profesional, baik di lingkungan kementerian, lembaga pemerintah, maupun sektor industri swasta.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang secara strategis untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja melalui skema pembelajaran praktis di lapangan.
“Program Pemagangan Nasional ini hadir sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta membangun portofolio profesional. Ini adalah salah satu langkah konkret pemerintah dalam mencetak talenta unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Menaker dalam sambutannya pada acara Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas instansi yang solid, mencakup Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Sekretariat Kabinet RI. Menaker menegaskan bahwa program ini murni berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bukan sebagai substitusi tenaga kerja reguler di perusahaan. Guna memastikan hal tersebut, Kemnaker menerapkan regulasi dan pengawasan ketat terkait pemenuhan hak serta pembatasan beban kerja peserta.
“Skema pemagangan ini didedikasikan untuk peningkatan kompetensi, bukan untuk menggantikan posisi pekerja yang ada. Pengawasan di lapangan akan berjalan ketat; peserta tidak diperkenankan bekerja melebihi jam kerja standar, tidak diperbolehkan mengambil shift malam, dan seluruh penugasan harus selaras dengan koridor pembelajaran,” kata Yassierli menegaskan.
Selain aspek perlindungan peserta, Menaker juga menggarisbawahi komitmen terhadap nilai inklusivitas. Pada Batch 2 Angkatan II ini, terdapat 15 peserta penyandang disabilitas yang berhasil lolos seleksi dan siap mengasah kemampuan profesional mereka di berbagai instansi dan perusahaan mitra.
Dengan dimulainya gelombang terbaru ini, akumulasi total peserta MagangHub kini telah mencapai 87.122 orang—gabungan dari 46.160 peserta pada Batch 1 dan 40.962 peserta pada Batch 2. Pemerintah sendiri menargetkan pemenuhan total kuota sebanyak 150.000 peserta pada Angkatan II ini, yang sisa kuotanya akan diakomodasi melalui Batch 3 pada awal November mendatang setelah melewati proses evaluasi komprehensif.
Di tengah ketatnya kompetensi pasar kerja global, Menaker mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini secara optimal sebagai media pengembangan diri.
“Formula utama untuk mencapai kesuksesan dalam pemagangan adalah learn (belajar dengan cepat), contribute (memberikan kontribusi), dan be different (menjadi pembeda). Perusahaan akan cenderung merekrut talenta yang mampu memberikan nilai tambah yang signifikan (significant value) bagi organisasi,” pungkas Menaker.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker
Halaman : 1 2 Selanjutnya













Komentar