Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati Hari Batik Nasional, Pertamina konsisten mendampingi 428 UMKM batik di seluruh Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja yang setara, serta membawa produk lokal naik kelas (bawah). (FOTO : Dok. Pertamina)

Memperingati Hari Batik Nasional, Pertamina konsisten mendampingi 428 UMKM batik di seluruh Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja yang setara, serta membawa produk lokal naik kelas (bawah). (FOTO : Dok. Pertamina)

JAKARTA, 3 Oktober 2026 – Selembar kain batik menyimpan lebih dari sekadar motif dan warna. Di balik setiap goresan canting, ada keterampilan, kreativitas, dan harapan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Semangat itulah yang terus dijaga Pertamina melalui pembinaan UMKM yang bergerak pada usaha kerajinan batik, termasuk dengan membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mengembangkan potensi.

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, PT Pertamina (Persero) terus mendorong pertumbuhan UMKM batik di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, sebanyak 428 UMKM batik menjadi bagian dari binaan Pertamina, dengan pendampingan yang mencakup penguatan kapasitas usaha, pengembangan produk hingga perluasan akses pasar.

Bagi sebagian pelaku UMKM binaan, batik bahkan menjadi ruang untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Di Bantul, Yogyakarta, misalnya, Roona Batik yang dikelola Muhammad Syauki telah berkembang menjadi usaha fesyen dengan kapasitas produksi sekitar 5.000 lembar per bulan dan omzet mencapai Rp100 juta per bulan. Dari 18 pekerja yang terlibat, sebagian merupakan penyandang disabilitas yang ikut mengambil peran dalam proses produksi.

Cerita serupa hadir di Batik Jinggar, Yogyakarta. UMKM yang dikelola Vitalia Noor Darmaningsih tersebut tidak hanya mengembangkan batik sebagai produk fesyen, tetapi juga menghadirkan inovasi melalui motif dan desain. Dengan omzet sekitar Rp100 juta per bulan, Batik Jinggar melibatkan delapan tenaga kerja, termasuk dua penyandang disabilitas.

Sementara di Riau, Canting Batik Tulis Riau yang dikelola Novita Hermawan mengembangkan batik tulis dengan mengangkat kekayaan budaya daerah. Usaha ini mencatat omzet sekitar Rp150 juta per bulan dan melibatkan delapan pekerja, lima diantaranya merupakan penyandang disabilitas.

Upaya membuka ruang berkarya bagi penyandang disabilitas juga dilakukan melalui program Sriekandi Patra di Boyolali, Jawa Tengah. Program ini mengembangkan keterampilan membatik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan sosial para pesertanya.

Kelompok Sriekandi Patra, kini telah memiliki workshop, peralatan dan modal usaha sendiri. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa batik dan oleh-oleh khas Boyolali, tetapi juga dikembangkan menjadi paket edukasi membatik dan berkolaborasi dengan desainer.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pemberdayaan UMKM tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga bagaimana usaha dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri.

“Bagi Pertamina, batik merupakan contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan mengembangkan usahanya,” ujar Baron.

Menurut Baron, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem UMKM menunjukkan bahwa inklusivitas dapat tumbuh dari aktivitas ekonomi yang dekat dengan masyarakat.

“Ketika keterampilan bertemu dengan kesempatan dan akses pasar, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui pembinaan UMKM Pertamina,” katanya.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pertamina sebagai BUMN energi, dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta penguatan industri kreatif.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina terus mendorong UMKM agar tidak hanya mampu mempertahankan warisan budaya, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, dan menciptakan manfaat ekonomi yang semakin luas.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pertamina Patra Niaga

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honda Bawa “Culture. Evolved.” ke GIIAS Semarang 2026, Tampilkan Joy of Driving di Era Elektrifikasi
Antisipasi Dinamika Teknologi, Wamenaker Tekankan Urgensi Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Teknisi Ponsel
MG Perkuat Layanan Purna Jual melalui Peresmian MG Workshop Center
Pertamina Buka Pendaftaran UMK Academy 2026, Dorong Usaha Lokal Tembus Pasar Global
Honda Hadirkan Pengalaman “Culture, Evolved”, Tampilkan Perdana Honda Super-ONE di GIIAS Surabaya 2026
Diklaim sebagai ‘The First AI Car for Everyone’, Mungkinkah OMODA O4 Hadir di Kisaran Rp400 Jutaan?
Menaker Yassierli: Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Terpikat Produk UMKM Inklusif dan Berkelanjutan di IFW 2026
Berita ini 9 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 17:03 WIB

Honda Bawa “Culture. Evolved.” ke GIIAS Semarang 2026, Tampilkan Joy of Driving di Era Elektrifikasi

Sabtu, 26 September 2026 - 18:38 WIB

Antisipasi Dinamika Teknologi, Wamenaker Tekankan Urgensi Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Teknisi Ponsel

Minggu, 20 September 2026 - 18:56 WIB

MG Perkuat Layanan Purna Jual melalui Peresmian MG Workshop Center

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Pertamina Buka Pendaftaran UMK Academy 2026, Dorong Usaha Lokal Tembus Pasar Global

Berita Terbaru