Perluas Akses Vokasi, Kemnaker Targetkan Bangun 60 Balai Baru dan Pelatihan Gratis untuk 1 Juta Orang

Lintas Tungkal

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Menaker Yassierli memberikan arahan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (FOTO : Dok. KEMNAKER)

(Menaker Yassierli memberikan arahan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (FOTO : Dok. KEMNAKER)

JAKARTA, 13 OKTOBER 2026 – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah agresif untuk menekan angka pengangguran dan mempercepat peningkatan kualitas SDM nasional. Kemnaker menargetkan pembangunan 60 Balai Pelatihan Kerja (BLK) baru di berbagai wilayah Indonesia sekaligus menyiapkan program pelatihan gratis bagi 1 juta angkatan kerja dalam satu tahun.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa seluruh biaya program pelatihan masif ini—termasuk proses sertifikasi kompetensi—akan ditanggung sepenuhnya oleh anggaran pemerintah.

“Kami berkomitmen menyiapkan pelatihan komprehensif bagi 1 juta orang per tahun secara cuma-cuma. Pemerintah membiayai penuh dari awal pelatihan hingga peserta mendapatkan sertifikat keahlian resmi,” ujar Menaker Yassierli saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adopsi Pendekatan Skill-First untuk Pasar Kerja Global

Menaker Yassierli menjelaskan bahwa tren rekrutmen global saat ini telah bergeser. Dunia usaha dan industri, khususnya perusahaan raksasa yang berbasis big data, kini mengadopsi pendekatan skill-first—yaitu mengutamakan kompetensi nyata dan keahlian spesifik di atas latar belakang formal semata.

“Dunia industri saat ini tidak lagi hanya melihat selembar ijazah, melainkan kompetensi riil yang dimiliki calon tenaga kerja. Pendekatan skill-first inilah yang sedang kami suntikkan ke dalam sistem pembinaan angkatan kerja di Indonesia,” tegas Yassierli.

Link and Match Berbasis Big Data (LMI dan KBJI)

Guna memastikan 1 juta peserta pelatihan langsung terserap pasar kerja, Kemnaker mengoptimalkan pemanfaatan data digital melalui sistem Labor Market Intelligence (LMI). Selain itu, Kemnaker juga melakukan pembaruan berkala pada Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI).

Kombinasi kedua instrumen data ini berfungsi memetakan secara presisi jenis jabatan, keterampilan, dan kebutuhan riil yang sedang dicari oleh dunia usaha saat ini. Dengan demikian, program pelatihan di 60 balai baru maupun balai yang sudah ada dipastikan minim redundansi dan tepat sasaran (link and match).

Di akhir pemaparannya, Menaker Yassierli mengingatkan bahwa transformasi tata kelola vokasi ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi segitiga emas (triple helix) yang solid antara pemerintah, lembaga pendidikan tinggi vokasi, dan sektor industri agar kurikulum keahlian yang dibangun selalu relevan dengan dinamika pasar kerja yang dinamis.*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB: 1.170 Jiwa Terdampak Banjir Padang, 63 Hektare Terbakar di Merauke, Banjir dan Longsor Terjang Aceh
Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Tonggak Era Baru Hukum Kerja Indonesia
Disetujui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
Tok! MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Bupati Husniah Talenrang Terancam Diberhentikan
Kemensos Registrasi Ulang Penerima Bansos Lewat Perlinsos Digital, Baca di Sini Ketentuannya!
Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Umur 73 Tahun
Kemnaker: Kuasai Kompetensi dan Bahasa, Kunci Sukses Tembus Pasar Kerja Jepang
Berita ini 7 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Perluas Akses Vokasi, Kemnaker Targetkan Bangun 60 Balai Baru dan Pelatihan Gratis untuk 1 Juta Orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

BNPB: 1.170 Jiwa Terdampak Banjir Padang, 63 Hektare Terbakar di Merauke, Banjir dan Longsor Terjang Aceh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Tonggak Era Baru Hukum Kerja Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Disetujui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Tok! MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Bupati Husniah Talenrang Terancam Diberhentikan

Berita Terbaru