PERISTIWA – Negeri ini belum selesai dengan gegernya kasus Polisi Tembak Polis yakni atasan Irjen Pol FS menembak bawahan (Brigadir J) pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.
Terbaru, publik kembali didegegerkan dengan kasus TNI tembak Kucing di Sesko TNI Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (16/8/22).
Mirisnya kedua kejadian ini dilakukan oleh oknum Jenderal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait kasus tembak kucing tersebut, Panglima TNI Andika Perkasa langsung breaksi untuk diusut.
Dari hasil penyelidikan pelaku penembakan kucing-kucing hingga terluka dan mati di Sesko TNI, diketahui seorang perwira, Brigjen NA.
Ia bakal diproses hukum. Perwira tinggi TNI itu akan dijerat pasal berlapis.
“Selanjutnya Tim Hukum TNI akan menindaklanjuti proses hukum Brigjen TNI NA,” kata Kauspen TNI Mayjen Prantara Santosa dalam keterangan tertulisnya dilansir detikNews, Kamis (18/8/22).
Prantara menjelaskan, Brigjen NA terancam Pasal 66 UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Juga Pasal 66A, Pasal 91B UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Prantara mengatakan Brigjen NA menembak kucing-kucing dengan senapan angin miliknya. Penembakan dilakukan pada Selasa (16/8) siang.
“Menggunakan senapan angin milik pribadi pada Selasa siang kemarin (16 Agustus 2022), sekitar jam 13.00-an,” ujarnya.
Disebutkan alasan pelaku menembaki kucing-kucing tersebut.
“Berdasarkan pengakuannya, Brigjen TNI NA melakukan tindakan ini dengan maksud menjaga kebersihan & kenyamanan di lingkungan tempat tinggal/tempat makan Perwira Siswa Sesko TNI dari banyaknya kucing liar,” jelas Prantara.
Prantara memastikan penembakan terhadap kucing-kucing itu bukan karena kebencian.
“Dan bukan karena kebencian terhadap kucing,” imbuhnya.(Nd)