YTUBE
Pria di Tanjab Timur Diterkam Buaya Saat Mancing, Tim SAR Lakukan Pencarian Pembinaan dan Penguatan BKTM, Senkom dan Pokdar Kamtibmas Polres Tanjabbar BREAKING NEWS : Komisi I DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI Besok, Sejumlah Wilayah di Tanjab Barat Terkena Pemadaman Petugas Gagalkan Penyelundupan Ganja dan Sabu ke LP Via Mobil Sampah

Home / Nasional

Selasa, 22 November 2022 - 14:13 WIB

Bidik Pebisnis Global dan Investor Asing Berkelas, Imigrasi Uji Coba Kebijakan Multiple Entry Visa

Foto Ilustrasi : Pebisnis Global

Foto Ilustrasi : Pebisnis Global

JAKARTA – Setelah ditutup selama masa pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan uji coba pembukaan kembali Visa Kunjungan Beberapa kali Perjalanan (VKBP) atau multiple entry visa mulai Selasa (22/11/2022).

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana di Jakarta pada Senin (21/11/2022).

“VKBP akan diuji coba dibuka kembali sebagai bentuk dukungan Imigrasi kepada para pebisnis global, calon investor yang bonafid, dan miliarder dunia bermodal besar sehingga bisa dengan mudah bolak balik masuk ke Indonesia. Ini merupakan bukti nyata kemudahan keimigrasian untuk para pelaku bisnis dengan mobilitas tinggi yang akan memberi dampak signifikan untuk pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Widodo.

BACA JUGA :  Bupati Tanjabbar Sebut Penetapan UMK Perlu Mempertimbangkan Keberlangsungan Usaha

Widodo menyampaikan bahwa orang asing pelaku bisnis yang akan mengajukan VKBP, wajib memiliki penjamin berupa korporasi atau perusahaan di Indonesia.

Pengajuan VKBP dilakukan oleh penjamin, baik secara online melalui website visaonline.imigrasi.go.id maupun melalui Perwakilan RI di luar negeri.

Visa kunjungan beberapa kali kunjungan, menurut Widodo merupakan jenis visa kunjungan yang memungkinkan orang asing bisa melakukan perjalanan keluar dan masuk ke Wilayah Indonesia dalam kurun waktu 1 tahun. Setiap kali masuk ke Indonesia diberikan izin tinggal selama 60 hari.

BACA JUGA :  Pria di Tanjab Timur Diterkam Buaya Saat Mancing, Tim SAR Lakukan Pencarian

“Untuk VKBP dikenakan biaya yakni sebesar Rp 3.000.000 per orang/tahun sehingga orang asing tersebut bisa bolak balik ke Indonesia tanpa perlu melakukan perpanjangan izin tinggalnya,” ujarnya.

Widodo menegaskan bahwa VKBP tidak dapat digunakan untuk bekerja di Indonesia. Orang asing pemegang VKBP dapat melakukan kegiatan, antara lain melakukan pembicaraan bisnis, wisata, tugas pemerintahan, pembelian barang, rapat, alasan kemanusiaan, dan transit.

“Kami berharap kebijakan keimigrasian ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pela mancanegara yang akan melakukan perjalanan bisnis atau berinvestasi di Indonesia,” tutup Widodo.

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Tokoh Parpol Pengusul Pemilu 2024 Ditunda Didesak Minta Maaf

Nasional

Tegas! Menpan Larang Pejabat Mudik Lebaran Pakai Mobil Dinas

Nasional

Terobos Mabes Polri, Polisi Tembak Mati Terduga Teroris

Nasional

Provinsi Sumatera Utara Tuan Rumah HPN 2023

Nasional

2 Polisi Terluka, 1 Anggota KKB Diklaim Tewas dalam Kontak Senjata di Kiwirok

Politik

Pengurus Partai Berkarya Kubu Muchdi Anulir Seluruh Rekomendasi di Pilkada 2020

Nasional

HNW : Rencana Pajaki Sembako dan Jasa Pendidikan oleh Pemerintah Tak Sesuai Pancasila

Nasional

Kontak Tembak TNI-Polri di Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang 1 Anggota Polri Gugur