JAMBI – Langkah tegas diambil Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di awal Januari 2026 ini. Akses terhadap platform Grok AI, layanan kecerdasan buatan milik Elon Musk, resmi diputus sementara di Indonesia. Alasannya? Demi membentengi kaum perempuan dan anak-anak dari ancaman deepfake serta konten asusila digital.
Benteng Perlindungan atau Tebang Pilih?
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Grok AI belum memenuhi standar moderasi konten yang aman. Tanpa sistem filtrasinya yang ketat, AI ini dianggap berpotensi besar disalahgunakan untuk menciptakan konten pornografi palsu yang merusak martabat individu.
“Kami tidak main-main. Perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari kekerasan berbasis digital adalah prioritas nomor satu. Grok AI akan kami blokir sampai mereka bisa membuktikan sistem mereka aman bagi warga Indonesia,” tegas Meutya dalam keterangan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Netizen: “Grok Gercep, Judol Kok Selow?”
Namun, kebijakan ini bak pedang bermata dua. Alih-alih mendapat dukungan penuh, jagat media sosial justru riuh dengan kritik pedas. Tagar #BlokirJudolBukanAI sempat trending di platform X (sebelum akhirnya terdampak blokir).
Banyak warganet yang mempertanyakan skala prioritas pemerintah. Mereka menilai Komdigi sangat cepat (gercep) memblokir teknologi baru, namun tampak “tumpul” saat berhadapan dengan situs judi online (judol) yang sudah bertahun-tahun merusak ekonomi masyarakat.
“Grok AI yang baru muncul langsung ditebas, tapi situs judol yang tiap hari promosi lewat SMS dan influencer malah nggak kelar-kelar. Logikanya di mana?” tulis salah satu akun di kolom komentar berita nasional.
Netizen lain menimpali, “Lindungi perempuan dan anak itu penting, tapi melindungi bapak-bapak dan anak muda dari jeratan judol yang bikin miskin juga darurat, Pak!”
Status Sementara
Saat ini, akses Grok AI masih terpantau “merah” di seluruh provider internet Indonesia. Pihak Komdigi menyatakan bahwa pemblokiran ini bersifat sementara hingga ada komitmen nyata dari tim Elon Musk untuk mematuhi regulasi konten di tanah air.
Sementara itu, masyarakat kini menanti: akankah ketegasan yang sama juga diterapkan pada ribuan situs judi online yang masih bebas berselancar di dunia maya?
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal






