indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
BREAKIG NEWS : Satu Unit Rumah Tingkat Dua di Teluk Lancang Terbakar Gubernur Jambi Lepas Kontingen SOIna Mengikuti PeSONas di Semarang Serunya Jambi Night Market Melayu Merayu Digelar Setiap Malam Minggu Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolres Tanjab Timur Tabur Bunga di Makosat Polair Sedan dan Pajero Terlibat Tabrakan di Kota Jambi, Begini Kondisinya

Home / Pertanian

Jumat, 20 Mei 2022 - 13:16 WIB

Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok, Petani Merugi dan Kelimpungan Tutupi Biaya Perawatan

Pengepul Sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi saat mengumpulkan tandan buah segar Kelapa Sawit di Kebun Petani, Kamis (19/5/22). FOTO : Ist

Pengepul Sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi saat mengumpulkan tandan buah segar Kelapa Sawit di Kebun Petani, Kamis (19/5/22). FOTO : Ist

BETARA – Larangan Ekspor CPO dan Minyak goreng berdampak langsung kepada anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di seluruh Indonesia. Tanpa terkecuali hal itu juga dirasakan Petani Sawit  di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi yang harus kelimpungan menutupi biaya perawatan.

Pasalnya, dengan anjloknya harga TBS biaya perawatan tidak sebanding dengan harga jual saat ini ditingkat pengepul seharga Rp1000 Perkilogramnya. Tidak hanya itu dengan turunnya harga TBS daya beli juga berkurang.

Suroso salah seorang Petani Sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan, dengan anjloknya harga TBS sangat dirasakan. Karena biaya yang dikeluarkan untuk perawatan tidak sebanding dengan harga jual tandan buah segar Kelapa Sawit itu sendiri.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Hadiri Acara Purna Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi

“Kalau kita untuk biaya perawatan saja pemupukan dilakukan 3 Kali Rp 4,5 Juta (subsidi), pembersihan lahan 3 kali Rp 4,5 Juta,” kata Suroso, Kamis (19/5/22).

Selain itu kata Suroso, belum lagi bagi yang mempunyai tanggungan dan hutang. Dengan anjloknya TBS sangat berdampak.” Sekarang ini kita jual ke toke pengepul Rp1000 perkilo. Belum lagi daya beli juga mengalami penurunan,” kata Petani yang sudah 8 Tahun berkebun sawit ini.

BACA JUGA :  Diamankan, Terduga Pelaku Pencurian di Tebing Tinggi Malah Bawa Narkoba dalam Lipatan Uang

Lebih lanjut Suroso mengatakan, Panen tandan buah segar Kelapa sawit ini tidak bisa dilakukan tiap hari. Maka dari itu besar harapannya Pemerintah dapat menyikapi situasi anjloknya TBS kelapa sawit, sehingga Petani sawit khususnya tidak merugi berkepanjangan.

“Kalau saya panen biasanya 15 hingga 20 hari sekali. Alhamdulillah dapatlah 3,5 Ton sekali panen. Tapi itulah harga jualnya ini yang jadi masalah. Kita berharap pemerintah dapat mengatasi kondisi harga jual TBS ini sehingga bisa naik seperti harga semula dilevel Rp3 Ribu perkilogram,” ucapnya.(Bas)

Share :

Baca Juga

Pertanian

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Persit Koorcab Rem 042 Manfaatkan Pekarangan Rumah Bercock Tanam

Pertanian

Bupati Syukuran Panen Padi Gapoktan BERKAH di Desa Pembengis

Pertanian

Beras Petani di Senyerang Tak Laku, Gerbang Tani Pinta Pemkab Carikan Solusi

Pertanian

Tak Hanya Jadi Pendamping Petani, Anggota DPRD Merangin Jadi Pelopor Budidaya Porang

Pertanian

Danrem 042 Gapu Support Warga Desa Labuhan Pering Tanam Pinang

Pertanian

Kebun Duku di 3 Desa Kecamatan Jaluko Terancam Punah, Warga Minta Pemerintah Carikan Solusi

Pertanian

Kapolres Hadiri Penanaman 3000 Bibit Hortikultura Optimalisasi Hasil Olah Limbah Lahan Pupuk Kompos di Lahan Rakyat

Provinsi Jambi

Fachrori Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Peremajaan Sawit Rakyat