Hyderabad – Perkembangan teknologi digital yang masif menuntut perubahan total pada kompetensi tenaga kerja. Merespons tantangan ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, mendorong kolaborasi intensif dengan India untuk mengembangkan talenta digital, inovasi teknologi, dan peningkatan keterampilan pekerja.
Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Menaker Yassierli dan Menteri Ketenagakerjaan Republik India, Mansukh Mandaviya. Pertemuan berlangsung di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7/2026).
Menaker Yassierli mengapresiasi keberhasilan India dalam menyelenggarakan rangkaian BRICS Employment Working Group dan LEMM yang sukses membedah isu strategis seperti masa depan dunia kerja, transformasi digital, perlindungan sosial, dan pengembangan keterampilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indonesia melihat India sebagai mitra penting dalam pengembangan SDM. Sebagai dua negara berkembang besar dengan ekonomi dinamis dan populasi muda yang melimpah, kita punya peluang besar untuk saling berbagi pengalaman membangun tenaga kerja yang kompetitif, inklusif, dan siap kerja,” ujar Yassierli.
3 Fokus Utama yang Ingin Dipelajari Indonesia dari India
Indonesia berkomitmen menyerap keberhasilan India dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, antara lain:
- Ekosistem & Investasi: Strategi penciptaan lapangan kerja baru berbasis inovasi dan investasi teknologi.
- Infrastruktur Data: Pengembangan pusat data (data center) dan infrastruktur digital yang merata.
- Inisiatif AI Nasional: Program peningkatan keterampilan AI yang mengintegrasikan peran pemerintah, organisasi pengusaha, dan industri.
4 Sektor Prioritas Kerja Sama Bilateral
Menaker menegaskan bahwa transformasi teknologi wajib diimbangi dengan kesiapan manusianya lewat program reskilling dan upskilling. Berikut adalah area prioritas yang akan digarap:
- Upskilling Instruktur Vokasi: Meningkatkan kapasitas pengajar di bidang TIK, AI, dan teknologi digital.
- Pemberdayaan Pekerja Informal: Memberikan pelatihan keterampilan dan dukungan wirausaha agar bisa bertransisi ke sektor formal.
- Perlindungan Pekerja Gig: Berbagi regulasi terkait hak kerja, jaminan sosial, serta K3 untuk pekerja platform digital.
- Mekanisme Pertukaran Makro: Membuka jalur technical exchanges, dialog pakar, study visits, hingga program peningkatan kapasitas bersama antar-lembaga pelatihan.
Melalui penguatan kemitraan bilateral maupun dalam kerangka BRICS ini, Indonesia optimistis mampu membangun pasar kerja yang tangguh, responsif teknologi, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi generasi muda.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker








Komentar