Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan. (FOTO : Dok. Ilustrasi/LT)

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan. (FOTO : Dok. Ilustrasi/LT)

REPUBLIK – Perang modern memberikan pelajaran penting: kekuatan militer tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal perang, pesawat tempur, atau senjata canggih yang dimiliki sebuah negara. Yang lebih menentukan adalah kemampuan untuk memproduksi, memelihara, mengganti, dan mengembangkan kekuatan tersebut ketika konflik berlangsung.

Konflik Iran–Amerika Serikat pada 2026 memperlihatkan pentingnya daya tahan industri pertahanan. Di tengah tekanan dan sanksi panjang, Iran tetap membangun kemampuan rudal, drone, pertahanan udara, dan industri militernya.

Laporan pemerintah AS yang dikutip AP menyebut serangan Iran telah merusak atau menghancurkan ratusan bangunan di fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Sejumlah MQ-9 Reaper dan pesawat tanker KC-135 juga dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reuters pada 15 September 2026 melaporkan estimasi Congressional Budget Office bahwa biaya perang telah mencapai sekitar US$38 miliar per 1 Agustus 2026 dan berpotensi bertambah sekitar US$3 miliar setiap bulan.

Pelajarannya bukan bahwa kapal induk atau platform besar sudah tidak relevan.

Pelajarannya adalah: jangan mempertaruhkan pertahanan negara hanya pada sedikit platform yang sangat mahal dan sulit diganti.

GARIBALDI DAN PERTANYAAN STRATEGIS INDONESIA

Indonesia telah menerima ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia. Komisi I DPR menyetujui hibah tersebut pada 20 Juli 2026 dengan nilai yang dicatat sebesar €54.022.426,67.

Kapal berangkat dari Taranto pada 24 Agustus dan tiba di Tanjung Priok pada 18 September 2026 setelah menempuh sekitar 6.870 mil laut. Informasi yang menyebut kapal baru tiba 20 September karena itu sudah tidak mutakhir.

Namun, kedatangan kapal bukan akhir dari persoalan. Justru dari sinilah pertanyaan strategis dimulai.

Giuseppe Garibaldi telah berusia lebih dari empat dekade dan membutuhkan retrofit atau modernisasi. ANTARA melaporkan perkiraan biaya retrofit sekitar Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun, tergantung konfigurasi yang dipilih.

Karena itu, pertanyaan publik tidak seharusnya berhenti pada: “Apakah kapal ini gagah?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Berapa besar kemampuan pertahanan yang diperoleh Indonesia dari seluruh biaya yang dikeluarkan selama umur operasionalnya?”

Sebab biaya sebuah platform bukan hanya harga akuisisi. Ada retrofit, operasi, pemeliharaan, suku cadang, pelatihan awak, fasilitas pangkalan, hingga sistem pendukungnya.

Inilah yang disebut life-cycle cost.

Penulis : Laksma TNI (Purn.) Jaya Darmawan

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades, Perpanjangan Jabatan, dan Bayang-Bayang Kepentingan 2029!
Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?
Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!
NU Tunisia dan Maqshaduna Hadirkan Webinar Internasional: Maqashid Syariah sebagai Jalan Tengah Islam dalam Menjawab Krisis Peradaban Global
Putus Ego Sektoral, Eks Wakapolri Oegroseno Usulkan Penyidik Tunggal Kasus Korupsi!
Literasi Keuangan sebagai Modal Sosial Masyarakat
Menakar Efektivitas Sidak Pasar: Antara Rutinitas Seremonial dan Realitas Harga Lapangan!
3 Tahun Terakhir Tanpa Kasus Penyelundupan Benih Lobster, Perairan Tanjab Barat Steril atau Longgar?
Berita ini 10 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:57 WIB

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan

Minggu, 13 September 2026 - 17:50 WIB

Kades, Perpanjangan Jabatan, dan Bayang-Bayang Kepentingan 2029!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:35 WIB

NU Tunisia dan Maqshaduna Hadirkan Webinar Internasional: Maqashid Syariah sebagai Jalan Tengah Islam dalam Menjawab Krisis Peradaban Global

Berita Terbaru

Poster by lintastungkal

Olahraga

Mardan Terpilih Pimpin IBCA MMA Tanjab Barat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:25 WIB