Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Ikatan Pemuda Bersatu (IPB) Provinsi Jambi, Donal Simanjuntak, tampak mengangkat tangan dengan kepalan tinju di tengah kerumunan anggota organisasi. (FOTO : Dok. Istimewa IPB Jambi)

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Ikatan Pemuda Bersatu (IPB) Provinsi Jambi, Donal Simanjuntak, tampak mengangkat tangan dengan kepalan tinju di tengah kerumunan anggota organisasi. (FOTO : Dok. Istimewa IPB Jambi)

JAMBI — Jalanan Kota Jambi kian mencekam menyusul maraknya aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan gerombolan geng motor dan begal jalanan. Menanggapi situasi keamanan yang kritis ini, Ikatan Pemuda Bersatu (IPB) Provinsi Jambi mengeluarkan pernyataan sikap keras dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil penindakan represif yang tegas, terukur, dan tanpa kompromi demi menyelamatkan ruang publik warga.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Dansatgas IPB Provinsi Jambi, Donal Simanjuntak. Pihaknya menyoroti bahwa eskalasi kejahatan di jalanan sudah melampaui batas toleransi dan merusak sendi-sendi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jambi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Alasan Kota Jambi Berstatus “Lampu Kuning” Keamanan

Berdasarkan investigasi tim redaksi lapangan bersama laporan resmi Gaperta.id, ancaman kelompok kriminal bermotor ini sudah bertransformasi menjadi teror nyata akibat tiga faktor krusial:

    • Korban Jiwa dan Luka Berat Terus Berjatuhan: Aksi komplotan begal ini tidak hanya menyasar harta benda, melainkan juga secara keji melukai fisik hingga merenggut nyawa korban sipil yang melintas di malam hari.
    • Tawuran Sajam Terorganisir di Area Publik: Gerombolan ini kerap berkonvoi membawa senjata tajam (sajam) berukuran besar—seperti celurit rakitan dan parang panjang—untuk saling serang antarkelompok di tengah jalan umum.
    • Lumpuhnya Sektor Ekonomi Malam Hari: Pedagang kecil, pekerja sif malam, dan pengemudi transportasi daring kini dilanda ketakutan hebat, memaksa aktivitas ekonomi masyarakat terhenti lebih awal demi menghindari wilayah rawan.

Rekomendasi Hukum & Kolaborasi Lintas Sektor dari IPB Jambi

Guna menghentikan rantai kriminalitas jalanan ini sebelum menjadi budaya yang semakin liar, IPB Jambi melayangkan tiga poin desakan utama kepada otoritas keamanan:

    1. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Polisi diminta memberikan sanksi pidana maksimal. Status pelaku yang mayoritas “di bawah umur” atau berstatus pelajar tidak boleh lagi dijadikan tameng atau celah hukum untuk meloloskan mereka dari jerat pidana kekerasan bersenjata.
    2. Operasi Skala Besar dan Patroli Jam Rawan: Mendesak jajaran Polda Jambi serta Polresta Jambi mengintensifkan patroli siber (pemantauan medsos pemicu tawuran) sekaligus patroli fisik berskala besar dari tengah malam hingga subuh.
    3. Penyediaan Wadah Positif & Pengawasan Keluarga: IPB mendorong Pemerintah Provinsi Jambi dan pihak sekolah memperbanyak ruang kreativitas pemuda, serta meminta para orang tua memperketat jam malam anak-anak mereka agar tidak keluar rumah lewat pukul 22.00 WIB.

Catatan Redaksi: Ini Bukan Kenakalan Remaja Biasa!

Sikap IPB Jambi ini sejalan dengan pernyataan tegas [Polda Jambi](https://jambilink.id/post/9263/polda-jambi-deklarasi-berantas Geng-motor-kapolda-ini-bukan-kenakalan-remaja-biasa) dalam Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Kejahatan Jalanan. Fenomena ini nyata-nyata merupakan bentuk tindakan kriminal murni yang terstruktur, melibatkan senjata mematikan, penyalahgunaan narkoba, hingga pembunuhan.

Dibutuhkan tindakan hukum berdarah dingin di hulu oleh kepolisian, dikombinasikan dengan pengawasan super ketat dari lingkungan keluarga di hilir. Jika tidak dibabat habis sekarang, jalanan aspal Kota Jambi akan terus menjadi arena berdarah yang memakan korban jiwa warga tak berdosa.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Tiba-tiba Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN
KPK Resmi Tetapkan dan Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Kasus Suap Proyek Air Bersih dan Gratifikasi Rp12,4 Miliar
Panen Raya Melon di Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Dorong Desa Jadi Sentra Hortikultura Unggulan
Bupati Tanjab Barat Siap Fasilitasi HKI dan Pemasaran Ecoprint Kuala Dasal
RI-Iran Sepakati Kerja Sama Vokasi, Jaminan Sosial, dan Lapangan Kerja Disabilitas
NU Tunisia dan Maqshaduna Hadirkan Webinar Internasional: Maqashid Syariah sebagai Jalan Tengah Islam dalam Menjawab Krisis Peradaban Global
Ranperda APBD 2025 Disetujui, Bupati Tanjab Barat Instruksikan OPD Tindak Lanjuti Temuan BPK
Pesona Pasar Terusan, Destinasi Wisata Tepi Sungai Batanghari yang Kian Memikat
Berita ini 0 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:17 WIB

BREAKING NEWS: Tiba-tiba Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:07 WIB

KPK Resmi Tetapkan dan Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Kasus Suap Proyek Air Bersih dan Gratifikasi Rp12,4 Miliar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:20 WIB

Panen Raya Melon di Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Dorong Desa Jadi Sentra Hortikultura Unggulan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:54 WIB

Bupati Tanjab Barat Siap Fasilitasi HKI dan Pemasaran Ecoprint Kuala Dasal

Berita Terbaru