Pertamina Pimpin Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel untuk Masa Depan Penerbangan ASEAN

Lintas Tungkal

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Pertamina Patra Niaga memaparkan capaian program UCOllect yang telah mengumpulkan lebih dari 116 ribu liter minyak jelantah kepada peserta ASEAN SAF Workshop 2026. Langkah ini mempertegas komitmen Indonesia memimpin dekarbonisasi aviasi di kawasan regional. (FOTO : Dok. Pertamina)

Perwakilan Pertamina Patra Niaga memaparkan capaian program UCOllect yang telah mengumpulkan lebih dari 116 ribu liter minyak jelantah kepada peserta ASEAN SAF Workshop 2026. Langkah ini mempertegas komitmen Indonesia memimpin dekarbonisasi aviasi di kawasan regional. (FOTO : Dok. Pertamina)

DENPASAR, 24 Juli 2026 – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kepemimpinannya dalam pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia melalui partisipasi pada ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama European Union Aviation Safety Agency (EASA) di Sheraton Bali Kuta Resort, Denpasar, Bali, pada 13–15 Juli 2026.

Forum ini menjadi wadah kolaborasi negara-negara ASEAN untuk mempercepat implementasi SAF sebagai solusi dekarbonisasi sektor penerbangan.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas komitmennya membangun ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun Pertamina bersama para pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi menuju penerbangan rendah emisi sekaligus memperkuat daya saing industri aviasi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan Kementerian Perhubungan terus mendorong pengembangan dan implementasi SAF melalui penguatan regulasi serta kolaborasi lintas sektor. Kehadiran SAF produksi Pertamina yang telah memenuhi standar internasional menjadi fondasi penting untuk mempercepat dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu motor pengembangan SAF di kawasan.

Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, mengatakan forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengembangan SAF di ASEAN. “Pertamina telah membangun ekosistem SAF terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor. SAF tersertifikasi CORSIA yang diproduksi di Green Refinery RU IV Cilacap kini telah disalurkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, menegaskan kesiapan Pertamina menyediakan bahan bakar aviasi berstandar internasional untuk mendukung dekarbonisasi penerbangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan SAF di ASEAN,” ujar Yosep.

Pada kesempatan tersebut, Pertamina memperkenalkan ekosistem SAF terintegrasi (end-to-end ecosystem) sebagai bagian dari strategi mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Melalui booth interaktif, Pertamina menampilkan seluruh rantai nilai SAF, mulai dari pengumpulan minyak jelantah melalui program UCOllect, proses produksi secara co-processing di Green Refinery RU IV Cilacap, hingga distribusi dan refueling kepada maskapai penerbangan.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 6 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Bantu Kerja Sehari-hari
Akselerasi SDM Digital, Kemnaker dan Huawei Indonesia Resmikan Kemitraan Strategis Berbasis Magang
Menaker: Ijazah Bukan Lagi Jaminan, Lulusan PT Wajib Kuasai Strategi ‘Triple Readiness’ Hadapi Era AI
Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi
Revolusi Digital Dishub Tanjab Barat: Kini Cek Jadwal Kapal dan Lapor Keluhan Cukup Lewat Ponsel!
Grok AI Resmi Diblokir, Komdigi Demi Lindungi Perempuan, Netizen : “Judol Kapan Slow?”
Cara Top Up Saldo PayPal Dengan GoPay: Panduan Terbaru
Mendadak, TikTok Live Tiba-tiba Dibatasi?
Berita ini 17 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:53 WIB

Pertamina Pimpin Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel untuk Masa Depan Penerbangan ASEAN

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:26 WIB

Ini 6 Aplikasi AI Terbaik 2026 untuk Bantu Kerja Sehari-hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:00 WIB

Akselerasi SDM Digital, Kemnaker dan Huawei Indonesia Resmikan Kemitraan Strategis Berbasis Magang

Minggu, 26 April 2026 - 06:41 WIB

Menaker: Ijazah Bukan Lagi Jaminan, Lulusan PT Wajib Kuasai Strategi ‘Triple Readiness’ Hadapi Era AI

Rabu, 15 April 2026 - 16:55 WIB

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

Berita Terbaru