Menaker: Ijazah Bukan Lagi Jaminan, Lulusan PT Wajib Kuasai Strategi ‘Triple Readiness’ Hadapi Era AI

Lintas Tungkal

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOMEN AKRAB: Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, berswafoto bersama para wisudawan Universitas Paramadina usai menyampaikan orasi ilmiah mengenai strategi

MOMEN AKRAB: Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, berswafoto bersama para wisudawan Universitas Paramadina usai menyampaikan orasi ilmiah mengenai strategi "Triple Readiness" di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Menaker menekankan pentingnya penguasaan keterampilan digital dan integritas bagi lulusan perguruan tinggi untuk memenangkan persaingan di era kecerdasan buatan (AI). (FOTO : Dok. Biro Humas Kemenaker)

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memberikan peringatan keras bagi para lulusan perguruan tinggi di tengah derasnya arus disrupsi teknologi. Ia menegaskan bahwa ijazah akademik kini bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan di pasar kerja global. Sebagai gantinya, lulusan baru wajib membekali diri dengan strategi “Triple Readiness” (Tiga Kesiapan) guna menghadapi tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut ditegaskan Menaker saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina bertajuk “Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Ancaman Nyata Kesenjangan Digital
Dalam orasinya, Yassierli memaparkan fakta krusial terkait pergeseran masif di dunia kerja. Mengutip data LinkedIn, ia menyebutkan bahwa 80 persen judul pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun lalu. Kondisi ini diprediksi akan semakin ekstrem, di mana 50 persen pekerjaan yang ada saat ini diperkirakan akan menjadi tidak relevan dalam satu dekade mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dunia kerja berubah seiring evolusi teknologi. Tantangan terbesar kita adalah digital skill gap. Saat ini, tenaga kerja kita yang memiliki keterampilan digital baru menyentuh angka 27 persen. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan standar global yang idealnya berada di kisaran 60 hingga 70 persen,” ungkap Yassierli.

Mengupas Strategi “Triple Readiness”
Untuk menjawab tantangan tersebut, Menaker memperkenalkan konsep Triple Readiness sebagai fondasi bagi lulusan agar tidak hanya menjadi penonton di era disrupsi:

  1. Technical Skills Readiness (Kesiapan Teknis): Lulusan tidak boleh puas hanya dengan kemampuan dasar. Mereka harus menguasai keterampilan digital tingkat lanjut (advanced digital skills) dan kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk pemahaman terhadap teknologi AI dan data.
  2. Agility & Adaptability Readiness (Kesiapan Adaptasi): Di era di mana teknologi berubah setiap bulan, kemampuan untuk belajar kembali (re-skilling) dan belajar secara mandiri (lifelong learning) menjadi harga mati. Lulusan harus gesit dalam menyerap metode kerja baru dan tidak kaku terhadap perubahan.
  3. Soft Skills & Integrity Readiness (Kesiapan Mental & Karakter): Menaker menekankan bahwa AI tidak memiliki empati dan integritas. Oleh karena itu, kemampuan kepemimpinan (leadership), kerja sama tim, etika kerja, dan integritas moral menjadi pembeda utama yang membuat manusia tetap unggul dibandingkan mesin.

Membidik Peluang Ekonomi Baru
Meski disrupsi mengancam pekerjaan lama, Menaker optimis bahwa era ini membuka pintu bagi “ekonomi masa depan”. Ia mendorong para wisudawan untuk jeli menangkap peluang di sektor green economy (ekonomi hijau), digital platform, serta care economy (ekonomi layanan kesehatan dan kesejahteraan).

“Perguruan tinggi harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan inovator, bukan sekadar pencari kerja. Dengan strategi Triple Readiness, saya optimis lulusan Indonesia mampu mengubah tantangan AI menjadi peluang untuk membawa Indonesia Maju,” tutup Menaker.*

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Biro Humas Kemnaker

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi
Revolusi Digital Dishub Tanjab Barat: Kini Cek Jadwal Kapal dan Lapor Keluhan Cukup Lewat Ponsel!
Grok AI Resmi Diblokir, Komdigi Demi Lindungi Perempuan, Netizen : “Judol Kapan Slow?”
Cara Top Up Saldo PayPal Dengan GoPay: Panduan Terbaru
Mendadak, TikTok Live Tiba-tiba Dibatasi?
Emak-Emak Matic Go Digital: Pertamina dan Dekranas Dorong UMKM Perempuan Melek AI
IM3 Platinum dan Apple Berikan Pengalaman Next Level di Peluncuran iPhone 16
Cara Isi Saldo PayPal dengan BCA Melalui Mobile Banking dan ATM
Berita ini 9 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 06:41 WIB

Menaker: Ijazah Bukan Lagi Jaminan, Lulusan PT Wajib Kuasai Strategi ‘Triple Readiness’ Hadapi Era AI

Rabu, 15 April 2026 - 16:55 WIB

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:06 WIB

Revolusi Digital Dishub Tanjab Barat: Kini Cek Jadwal Kapal dan Lapor Keluhan Cukup Lewat Ponsel!

Senin, 12 Januari 2026 - 17:53 WIB

Grok AI Resmi Diblokir, Komdigi Demi Lindungi Perempuan, Netizen : “Judol Kapan Slow?”

Senin, 10 November 2025 - 09:40 WIB

Cara Top Up Saldo PayPal Dengan GoPay: Panduan Terbaru

Berita Terbaru