Ingat! Jangan Asal Pilih Prodi Kuliah: Kemendiktisaintek Bakal Tutup Massal Jurusan yang Tak Relevan

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah itu investasi masa depan — kalau salah pilih, bukan cuma waktu yang hilang, tapi peluang hidup juga ikut tertutup. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

Kuliah itu investasi masa depan — kalau salah pilih, bukan cuma waktu yang hilang, tapi peluang hidup juga ikut tertutup. (FOTO : Dok. Istimewa/LT)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersiap mengambil langkah tegas untuk menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Langkah ini diambil untuk mengatasi tingginya angka pengangguran terdidik akibat ketimpangan antara jumlah lulusan dan lapangan kerja yang tersedia.

Sekjen Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa pemerintah akan segera memilah dan mengevaluasi prodi-prodi yang ada. “Ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu dekat. Prodi perlu kita pilih, pilah, dan jika perlu ditutup demi meningkatkan relevansi pendidikan,” ujar Badri dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, Kamis (23/4/2026).

Ancaman Pengangguran: Lulusan Guru Membeludak
Badri menyoroti dominasi rumpun ilmu sosial yang mencapai 60% dari total data statistik pendidikan tinggi, dengan lulusan keguruan sebagai penyumbang terbesar. Kondisi ini dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap tahun kita meluluskan 490.000 sarjana pendidikan, padahal lowongan guru dan fasilitator hanya tersedia untuk 20.000 orang. Artinya, ada 470.000 lulusan setiap tahun yang berpotensi tidak terserap kerja,” ungkapnya.

Hentikan Strategi “Asal Laris”
Kemendiktisaintek mengkritik kampus yang selama ini hanya menerapkan market-driven strategy—membuka prodi hanya berdasarkan tren atau minat pasar tanpa menghitung daya serap industri. Akibatnya, terjadi penumpukan lulusan (oversupply) di sektor-sektor tertentu.

Selain keguruan, Badri juga memprediksi Indonesia akan mengalami kelebihan pasokan dokter pada tahun 2028 merujuk pada standar minimal Bank Dunia, terutama jika distribusi tenaga medis tidak merata di daerah.

Menuju Indonesia Emas
Pemerintah menekankan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi beban jika lulusan perguruan tinggi tidak sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi. Kemendiktisaintek kini tengah menyusun peta jalan prodi masa depan yang berbasis pada kajian strategis, termasuk melalui program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

“Jika lulusan tidak disesuaikan dengan kebutuhan masa depan, cita-cita menjadi negara maju tidak akan pernah tercapai,” pungkas Badri.

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Tolak Pemidanaan Akademisi atas Kritik Kebijakan Pemerintah, Ini Alasanya!
Mendagri Tegaskan Pemda Dilarang Jadikan PHK PPPK Solusi Instan Masalah Anggaran
Kasus Amsal Christy Sitepu: Saat Ide dan Kreativitas Dianggap “Nol Rupiah” oleh Hukum
EKSKLUSIF: Sosok di Balik Terbongkarnya “Hilangnya” Yaqut dari Rutan KPK, Bukan Petugas Tapi Istri Tahanan!
Kapan Lebaran Idul Fitri 1447 H, Jumat atau Sabtu?
Ini Aturan Baru Komdigi Untuk Pencegah Penipuan via Kartu SIM Card
Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran Tumpeng di Alun-alun Hingga Gundulan
HEBOH! Content Creator Tiktok Bongkar Misteri Audio Visual Cita Rahayu yang Mencekam!
Berita ini 125 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:01 WIB

Ingat! Jangan Asal Pilih Prodi Kuliah: Kemendiktisaintek Bakal Tutup Massal Jurusan yang Tak Relevan

Minggu, 19 April 2026 - 19:00 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Tolak Pemidanaan Akademisi atas Kritik Kebijakan Pemerintah, Ini Alasanya!

Jumat, 3 April 2026 - 19:42 WIB

Mendagri Tegaskan Pemda Dilarang Jadikan PHK PPPK Solusi Instan Masalah Anggaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:47 WIB

Kasus Amsal Christy Sitepu: Saat Ide dan Kreativitas Dianggap “Nol Rupiah” oleh Hukum

Senin, 23 Maret 2026 - 01:56 WIB

EKSKLUSIF: Sosok di Balik Terbongkarnya “Hilangnya” Yaqut dari Rutan KPK, Bukan Petugas Tapi Istri Tahanan!

Berita Terbaru