MENUJU INDONESIA 2045
Perubahan paradigma harus dimulai dari pertanyaan: “Senjata apa yang bisa kita beli?”
menjadi: “Kemampuan apa yang bisa kita kuasai, produksi, rawat, dan kembangkan sendiri?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap pembelian alutsista besar idealnya menghasilkan empat hal sekaligus:
kekuatan tempur + transfer teknologi + industri nasional + kemampuan produksi domestik.
Jika pembelian dari luar negeri hanya menghasilkan ketergantungan, manfaat strategisnya terbatas.
Namun, jika menjadi jembatan menuju penguasaan teknologi dan kemandirian, pembelian tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang.
Indonesia tidak perlu menjadi Iran.
Indonesia harus menjadi Indonesia yang mampu membangun kekuatannya sendiri.
Negara kepulauan terbesar di dunia tidak seharusnya selamanya menjadi pasar teknologi maritim negara lain.
Target Indonesia harus lebih tinggi:
NEGARA MARITIM YANG KAYA, MANDIRI, DAN KUAT
Sebab ukuran keberhasilan pertahanan bukanlah seberapa gagah sebuah kapal ketika bersandar di dermaga.
Ukuran sesungguhnya adalah seberapa lama Republik Indonesia mampu bertahan, berproduksi, berlayar, berdagang, dan mempertahankan diri ketika rantai pasokan dari luar negeri terganggu.
Itulah pelajaran perang modern yang layak dipikirkan Indonesia menuju 2045.*
Penulis : Laksma TNI (Purn.) Jaya Darmawan
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal








Komentar