Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan

Lintas Tungkal

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Bantu NTT Pulih. Gempa M 7,7 menyisakan luka mendalam bagi saudara kita di NTT. Mari rapatkan barisan dan salurkan bantuan terbaik Anda melalui tautan berikut:
+ Donasi

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan. (FOTO : Dok. Ilustrasi/LT)

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan. (FOTO : Dok. Ilustrasi/LT)

MENUJU INDONESIA 2045

Perubahan paradigma harus dimulai dari pertanyaan: “Senjata apa yang bisa kita beli?”

menjadi: “Kemampuan apa yang bisa kita kuasai, produksi, rawat, dan kembangkan sendiri?”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap pembelian alutsista besar idealnya menghasilkan empat hal sekaligus:

kekuatan tempur + transfer teknologi + industri nasional + kemampuan produksi domestik.

Jika pembelian dari luar negeri hanya menghasilkan ketergantungan, manfaat strategisnya terbatas.

Namun, jika menjadi jembatan menuju penguasaan teknologi dan kemandirian, pembelian tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang.

Indonesia tidak perlu menjadi Iran.

Indonesia harus menjadi Indonesia yang mampu membangun kekuatannya sendiri.

Negara kepulauan terbesar di dunia tidak seharusnya selamanya menjadi pasar teknologi maritim negara lain.

Target Indonesia harus lebih tinggi:

NEGARA MARITIM YANG KAYA, MANDIRI, DAN KUAT

Sebab ukuran keberhasilan pertahanan bukanlah seberapa gagah sebuah kapal ketika bersandar di dermaga.

Ukuran sesungguhnya adalah seberapa lama Republik Indonesia mampu bertahan, berproduksi, berlayar, berdagang, dan mempertahankan diri ketika rantai pasokan dari luar negeri terganggu.

Itulah pelajaran perang modern yang layak dipikirkan Indonesia menuju 2045.*

Penulis : Laksma TNI (Purn.) Jaya Darmawan

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Lintastungkal

Follow WhatsApp Channel lintastungkal.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades, Perpanjangan Jabatan, dan Bayang-Bayang Kepentingan 2029!
Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?
Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!
NU Tunisia dan Maqshaduna Hadirkan Webinar Internasional: Maqashid Syariah sebagai Jalan Tengah Islam dalam Menjawab Krisis Peradaban Global
Putus Ego Sektoral, Eks Wakapolri Oegroseno Usulkan Penyidik Tunggal Kasus Korupsi!
Literasi Keuangan sebagai Modal Sosial Masyarakat
Menakar Efektivitas Sidak Pasar: Antara Rutinitas Seremonial dan Realitas Harga Lapangan!
3 Tahun Terakhir Tanpa Kasus Penyelundupan Benih Lobster, Perairan Tanjab Barat Steril atau Longgar?
Berita ini 10 kali dibaca
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG. Dilarang keras menyadur, menggandakan, atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi. Kami tidak segan mengambil langkah hukum bagi pihak yang melanggar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:57 WIB

Indonesia Harus Belajar dari Iran: Membangun Kekuatan, Bukan Sekadar Membeli Kegagahan

Minggu, 13 September 2026 - 17:50 WIB

Kades, Perpanjangan Jabatan, dan Bayang-Bayang Kepentingan 2029!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Alarm Darurat Demokrasi: Indonesia di Ambang Otoritarianisme?

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WIB

Darurat Begal dan Geng Motor: IPB Jambi Desak Tindakan Tegas, Bukan Lagi Kenakalan Remaja Biasa!

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:35 WIB

NU Tunisia dan Maqshaduna Hadirkan Webinar Internasional: Maqashid Syariah sebagai Jalan Tengah Islam dalam Menjawab Krisis Peradaban Global

Berita Terbaru

Poster by lintastungkal

Olahraga

Mardan Terpilih Pimpin IBCA MMA Tanjab Barat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:25 WIB