Inovasi Pria Tidak Lulus SD Manfaatkan Limbah Upih Menjadi Briket Arang

- Editor

Selasa, 28 Desember 2021 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didampingi Hj Fadhilah Sadat, Istri Pakde Guntoro menunjukkan hasil Briket Upih Pinang

Didampingi Hj Fadhilah Sadat, Istri Pakde Guntoro menunjukkan hasil Briket Upih Pinang

BETARA – Banyaknya Pelepah Pinang (Upih) yang terdapat di Kebun Warga, kemudian sisa dari pembuatan Piring dari Pelepah Pinang yang berbanding terbalik dengan hasilnya, Guntoro Warga Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi ini berinovasi memanfaatkan limbah pelepah pinang menjadi Briket arang.

Pria yang akrab disapa Pakde Guntoro bagian dari Kelompok Tani Rengas Lestari Desa Teluk Kulbi merupakan penemu Briket pelepah pinang mengungkapkan, pernah mendengar jika di Provinsi Jawa Barat ada orang membuat Briket Tempurung Kelapa.

“Namanya kita orang susah, awalnya bikin piring dari Upih Pinang tetapi banyak sampah daripada hasil yang didapat. Kemudian kita dengar di Jawa Barat ada orang bikin briket dari Tempurung Kelapa walaupun sebelumnya kita tidak peduli, pada akhirnya terpikir orang bisa buat briket kenapa kita tidak bisa,” ungkap Pakde Guntoro kepada lintastungkal, Senin (27/12/21) Malam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diakui Pakde Guntoro, jika sempat terpikir untuk membuat briket tempurung. Tetapi hal itu urung dilakukan mengingat untuk bahan baku takutnya sulit didapat. Sebab, dalam penjualan Kelapa dari Petani dalam keadaan utuh atau Kelapa Bulat.

BACA JUGA :  Polres Merangin Amankan Pelaku Pemerasan dan Pengancaman dengan Modus Viralkan Korban Lewat Berita

“Sebelumnya Warga disini (Teluk Kulbi) penghasilan dari arang dan polanya kita sudah bikin arang tinggal giling begitu saja. Memang awalnya mau bikin dari tempurung karena memikirkan bahan baku sulit apalagi kelapa keluar dari kebun bulat, jadi kita bakal kehilangan bahan baku. Makanya yang kita ini dari Upih. Bahan bakunya melimpah di Kebun Masyarakat dan termasuk mengganggu aktivitas Petani,” ungkap Pria yang tidak Lulus Sekolah Dasar ini.

“Saya dulu belum pernah bikin arang kemungkinan pikiran itu gak nyampek, kuncinya kalau orang bisa bikin kita juga bisa,” imbuh Pakde Guntoro.

Pakde Guntoro menuturkan, pembuatan briket arang Upih Pinang dengan alat manual, arang dilembutkan diayak kemudian di cetak begitu saja. “Jadi alat sangat manual sekali. Itu tinggal kedepan sudah ada orang yang urus (Kopperindag Tanjab Barat) jadi kita ikut mereka yang ada dibidangnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kapolres Tanjab Timur Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pekde Guntoro bagian dari Kelompok Tani Rengas Lestari, Desa Telu Kulbi Kecamatan Betara yang berjumlah 15 orang ini berharap terbit Hak Cipta dari penemuan yang ada saat ini.

“Kalau sekarang tadi Ibu Kabid Perindag ada bawa untuk uji Laboratorium di Jambi. Harapan kita yang utama hak cipta Mas. Tetapi itu sudah di urus mungkin 2 (dua) hari ini keluar,” sebutnya.

Intinya saat ini sambung Pakde Guntoro, wajib telaten seberapa sanggup untuk buat briket, sambil melakukan pengujian. “Kita masyarakat bawah cuma bisa sebagai penemu Mas. Tanpa modal dan dukungan tentu tidak akan jadi, takutnya diambil orang. Karena sudah tahu Umi (Hj Fadhilah Sadat, red) dan Kabid (Hj Siti Azizah,red) kita percaya tidak pindah ke orang lain,” ucapnya.(Bas)

Hj Fadhilah Sadat didampingi Kabid Kopperindag Tanjab Barat melihat Pakde Guntoro mengolah bahan briket. Dok Kopperindag
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Usaha Mandiri Dapat Perhatian Pemerintah, Paryanto Menerima Bantuan Alat Pencetak Mie
Sekretaris Dekranasda : Pelatihan Batik Modal Awal Mendirikan Usaha dan untuk Kesejahteraan UMKM
Rekomendasi Sepatu Boots Tahan Air Kece
PetroChina Datangkan Instruktur Dari Yogyakarta Untuk Pelatihan Ecoprint di Tanjab Barat
Tanjab Barat Elaborasi Batik Khas Daerah dengan Metode Ecoprint
Anwas Sadat Resmikan Sentra Industri Pengolahan Sabut Kelapa Terpadu di Pengabuan
Nah, Vietnam akan Luncurkan 3 Mobnas Listrik, Indonesia?
Pay Attention to the Warning Signs of Depression, Suicide Risk
Berita ini 1,203 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Juni 2023 - 10:27 WIB

103 Perwira Polda Jambi Jajaran Dimutasi dari Wakapolres hingga Kasat

Jumat, 2 Juni 2023 - 00:07 WIB

Kapolda Sumsel Tekankan 6 Prioritas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di OKI

Kamis, 1 Juni 2023 - 15:39 WIB

Puluhan Ekor Sapi Disiapkan Untuk Idul Adha 2023, Penjual : Harganya Naik

Kamis, 1 Juni 2023 - 01:28 WIB

Rapat Batas Daerah di Kemendagri, Anwar Sadat : Kita Bersikukuh Tetap Mempertahankan

Rabu, 31 Mei 2023 - 13:47 WIB

10 Siswa SMPN 2 Kuala Tungkal Ikuti OSN MTK, IPA dan IPS Tingkat Provinsi

Selasa, 30 Mei 2023 - 14:38 WIB

Ini Penyebab Pengajuan SPM Gaji ke-13 ASN Baru Bisa Dilakukan 5 Juni

Senin, 29 Mei 2023 - 19:40 WIB

Aliasi Mahasiswa dan Masyarakat Tanjabbar Bersatu Unjuk Rasa Tolak Pengeseran Tapal Batas di Kemendagri

Senin, 29 Mei 2023 - 13:19 WIB

Senkom Mitra Polri Provinsi Jambi Laksanakan Rakor Persiapan Musprov

Berita Terbaru