YTUBE
Kasrem 042/Gapu Ikuti Gerak Jalan Santai HUT RI Ke 77 Tahun 2022 Buntut Kasus Kematian Brigadir J, 83 Polisi Diperiksa Terkait 35 Direkom Patsus Respon Arahan Kapolri, Polda Jambi Berantas Semua Perjudian Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now” Pembinaan Karakter, Siswa Muslim dan Non Muslim di SMPN 2 Dapat Perlakuan Sama

Home / Kota Jambi

Jumat, 17 Juni 2022 - 21:17 WIB

Kasus Pernikahan Sejenis di Kota Jambi, HMI Langsung Angkat Bicara

Pitriya, Ketum Kohati BADKO HMI Jambi

Pitriya, Ketum Kohati BADKO HMI Jambi

JAMBI KOTA – Terjadinya kasus pernikahan sejenis di Kota Jambi menjadi perhatian masyarakat Indonesia tak terkecuali HMI Provinsi Jambi ikut angkat bicara.

Korban diketahui inisial NA (28 tahun) warga Kelurahan Kenali Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, terkejut terhadap suami ternyata seorang perempuan bernama Erayani alias Ahnaf Arrafif. Tidak hanya itu, pelaku juga menguras uang pihak keluarga korban hampir 300 juta. Kasus ini kini bergulir persidangan di Pengadilan Negeri Jambi.

Atas kasus nikah sejenis tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) langsung angkat bicara agar penegak hukum memberikan ketegasan hukum yang lebih berat kepada pelaku karena sudah mencedrai sosial dan agama.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Kebakaran Hanguskan Rumah Penduduk di Teluk Nikau

“Melihat kasus pernikahan sesama jenis di Kota Jambi hingga sampai viral se Indonesia, tidak bisa dibenarkan apalagi dengan kondisi kita di Jambi mayoritas beragama Islam,” ujar Pitriya, Ketum Kohati BADKO HMI Provinsi Jambi kepada media ini, Jumat (17/6/22).

Pitriya menyebutkan, pernikahan sesama jenis sudah Jelas-jelas di dalam Islam melarang. Pernikahan sesama jenis tersebut tidak hanya menjadi pelajaran berat bagi korban dan pelaku namun bagi masyarakat terkhususnya di provinsi Jambi.

BACA JUGA :  Koreografer Belanda Arno Schuitemaker Pukau Penikmat Seni di Jambi dalam Karya “If You Could See Me Now”

“Melihat keterangan dari pihak korban bahwa pernikahan ini sudah berusia 10 bulan dan baru diketahui bahwa suaminya adalah seorang perempuan, kemudian tidak diketahui identitasnya, pemalsuan gelar serta penistaan agama,” cetus Putri.

Dari kasus pemalsuan identitas dari jenis kelamin seharusnya pelaku dihukum atas pasal penipuan dan bisa dihukum berat atas kasus tersebut, kemudian melihat dari pemalsuan gelar juga menjadi kasus yang bisa di tuntut dalam persidangan, sehingga menjadikan efek jera bagi pelaku. [Lanjut Halaman Berikutnya].

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

Korem 042/Gapu Terima Bantuan Beras dari Yayasan Kesejahteraan Sentosa Jambi

Kota Jambi

SKK Migas-PetroChina Serah Terimakan PPM Fasilitas Pendukung Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Kota Jambi

 Judi Tangkas di Kawasan Telanaipura Gerbek, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

Kota Jambi

Jelang Ramadhan, Polda Jambi Musnahkan Barang Bukti 7,7 Kg Sabu

Kota Jambi

Kapolda Jambi Vicon Bersama Kapolri Terkait Vaksinasi Anak dan Lansia di SDN 66 Kota Jambi

Kota Jambi

Hadiri Penyerahan Remisi di Lapas Jambi, Kemas Faried Alfarelly : Kita Apresiasi Kemenkumham Jambi

Kota Jambi

Warga Antusias Ingin Divaksin, Polresta Jambi Siapkan Gerai Vaksin di Transmart

Kota Jambi

Persit KCK Koorcabrem 042 Ikuti Webinar Deteksi Dini Gangguan Mental Emosional