LIVE TV
HNW : Rencana Pajaki Sembako dan Jasa Pendidikan oleh Pemerintah Tak Sesuai Pancasila Polsek Tungkal Ilir Amankan 2 Orang dalam Ops Premanisme Kapolsek Betara Hadiri Penutupan Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut di Desa Mandala Jaya Ruang Isolasi Pasien C-19 di Balai Adat Penuh Pleno KPU Jambi Tetapkan Al Haris-Abdullah Sani Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Home / Tanjab Barat

Selasa, 5 Januari 2021 - 01:29 WIB

Pandemi Covid-19, Angka Perceraian di Tanjab Barat Meningkat

FOTO : Ilustrasi Perceraian/ISt

FOTO : Ilustrasi Perceraian/ISt

KUALA TUNGKALPengadilan Agama Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat angka perkara permohonan perceraian tahun 2020 atau selama masa Pandemi Covid-19 meroket.

Informasinya gugatan tersebut hanya segelintir pasangan suami istri yang setuju melanjutkan rumah tangganya setelah dimediasi Majelis Hakim.

Ketua Pengadilan Agama Tanjab Barat Zakaria Ansori, SHI, MH mengatakan hingga akhir tahun ini pihaknya mencatat kasus permohonan perceraian mencapai 534 perkara.

“Kemarin final, kita sudah data semua totalnya 534 yang memohon perceraian tahun 2020,” kata Zakaria Ansori, Kamis (04/01/21).

BACA JUGA :  HNW : Rencana Pajaki Sembako dan Jasa Pendidikan oleh Pemerintah Tak Sesuai Pancasila

Zakaria mengatakan, terdapat sejumlah alasan dibalik meningkatnya angka perceraian selama pandemi. Mulai dari faktor ketidak cocokan lagi, suami tidak bertanggungjawab, KDRT dan sebagian perselingkuhan.

Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi alasan kuat banyaknya pasangan yang memilih untuk berpisah.

“Yang mendominasi itu faktor ekonomi lah yang banyak apa lagi kan kita ini sekarang lagi Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Zakaria mengatakan pengajuan permohonan cerai berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah tani dan rumah tangga.

“Tani paling banyak, habis itu rumah tangga menyusul wiraswasta, PNS dan nelayan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dinkes Tanjab Barat Gelar Pelatihan Aplikasi SILACAK C-19 bagi Puskermas, Babinsa dan BKTM

Sementara dari segi tingkat pendidikan yang paling banyak mengajukan perceraian keluarga yang lulusan sekolah dasar.

“Yang paling banyak SD setelah itu SLTA, SLTP,  S1, non SD dan terakhir diploma, itu data yang kita terima selama tahun 2020 ini,” bebernya.

Zakaria berpesan bagi masyarakat yang merasa terdampak pandemi Covid-19 harus melakukan konsultasi serta berbagai inovasi dalam rumah tangga.

“Pasangan suami istri disarankan lebih bijak menanggapi masalah yang ada,” pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Covid-19

30 Orang Santri dari Ponorogo Diperiksa Kesehatannya Di Terminal Pembengis

Tanjab Barat

Polres Tanjabbar Amankan Satu Pelaku dan 16 Paket Sabu Siap Edar

Daerah

Dewi Zulkifli Ajak Isteri Prajurit Untuk Selalu Memelihara dan Membina Kerukunan Sesama Anggota Persit

Tanjab Barat

Sekda Tanjabbar Tandatangani Perjanjian Kerjasama Bidang Pertanahan

Tanjab Barat

Launching Ekowisata Sukorejo, Bupati Gowes Jelajah Kampung Kopi Liberika

Tanjab Barat

Gudang Kayu di Kuala Tungkal Alami Kebakaran

Tanjab Barat

FHT Tanjab Barat Salurkan Bantuan Untuk Aisyah

Peristiwa

BREAKING NEWS : Tabrakan Mobil Vs Motor di Muntialo, Pemotor Luka Parah