indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Cuaca Panas, Polres Muaro Jambi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla Penemuan Kerangka Manusia di Belakang SPBU Gegerkan Warga 21 Instansi di Kota Jambi Beri Layanan Terpusat di Mall Pelayanan Publik Waspada Kebakaran, Damkar dan Penyelamatan Tanjab Barat Himbau Warga Lakukan Ini Kebun Tercemar Limbah PDAM, Warga Talang Makmur Ngadu ke Wakil Rakyat

Home / Tanjab Barat

Selasa, 5 Januari 2021 - 01:29 WIB

Pandemi Covid-19, Angka Perceraian di Tanjab Barat Meningkat

FOTO : Ilustrasi Perceraian/ISt

FOTO : Ilustrasi Perceraian/ISt

KUALA TUNGKALPengadilan Agama Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat angka perkara permohonan perceraian tahun 2020 atau selama masa Pandemi Covid-19 meroket.

Informasinya gugatan tersebut hanya segelintir pasangan suami istri yang setuju melanjutkan rumah tangganya setelah dimediasi Majelis Hakim.

Ketua Pengadilan Agama Tanjab Barat Zakaria Ansori, SHI, MH mengatakan hingga akhir tahun ini pihaknya mencatat kasus permohonan perceraian mencapai 534 perkara.

“Kemarin final, kita sudah data semua totalnya 534 yang memohon perceraian tahun 2020,” kata Zakaria Ansori, Kamis (04/01/21).

BACA JUGA :  75 Peserta Mengikuti USPK Paket B, Erham : Ijazah Bisa Digunakan Untuk Melanjutkan Pendidikan Formal

Zakaria mengatakan, terdapat sejumlah alasan dibalik meningkatnya angka perceraian selama pandemi. Mulai dari faktor ketidak cocokan lagi, suami tidak bertanggungjawab, KDRT dan sebagian perselingkuhan.

Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi alasan kuat banyaknya pasangan yang memilih untuk berpisah.

“Yang mendominasi itu faktor ekonomi lah yang banyak apa lagi kan kita ini sekarang lagi Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Zakaria mengatakan pengajuan permohonan cerai berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah tani dan rumah tangga.

“Tani paling banyak, habis itu rumah tangga menyusul wiraswasta, PNS dan nelayan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Penemuan Kerangka Manusia di Belakang SPBU Gegerkan Warga

Sementara dari segi tingkat pendidikan yang paling banyak mengajukan perceraian keluarga yang lulusan sekolah dasar.

“Yang paling banyak SD setelah itu SLTA, SLTP,  S1, non SD dan terakhir diploma, itu data yang kita terima selama tahun 2020 ini,” bebernya.

Zakaria berpesan bagi masyarakat yang merasa terdampak pandemi Covid-19 harus melakukan konsultasi serta berbagai inovasi dalam rumah tangga.

“Pasangan suami istri disarankan lebih bijak menanggapi masalah yang ada,” pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Wakil Bupati Tanjabbar Beri Arahan Peserta Latsar CPNS

Tanjab Barat

536 Warga Vaksinasi Dosis 2, Dandim : Kita Maksimalkan Wilayah Terkonfirmasi Covid-19

Tanjab Barat

Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng Menjelang Ramadhan Jadi Atensi Kapolres

Tanjab Barat

Peluncuran Hari Pemungutan Suara, Hairuddin : KPUD Siap Menyukseskan Pemilu Serentak 2024

Tanjab Barat

Sekda Tanjabbar Ikuti Rakor Virtual Terkait UU Cipta Kerja

Tanjab Barat

Dua Tahun Vakum, FASI Tingkat Kabupaten Tanjab Barat Kembali Diselenggarakan

Tanjab Barat

SMP Negeri 2 Kuala Tungkal Gelar Simulasi Persiapan Sekolah Tatap Muka di Masa Pandami

Tanjab Barat

Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Gerai Vaksinansi pada Festival Arakan Sahur