indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Kapolres Muaro Jambi Terima Kunjungan Supervisi Slog Polri Antisipasi PMK, Peternak di Tanjab Barat Dihimbau Waspada Korem 042/Gapu Gelar Sosialisasi Bidang Perlawanan Wilayah Tahun 2022 Cuaca Panas, Polres Muaro Jambi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla Penemuan Kerangka Manusia di Belakang SPBU Gegerkan Warga

Home / Berita

Selasa, 2 Juni 2020 - 19:08 WIB

Masa Pandemi  Corona, 148 Perkara Gugat Cerai di PA Kuala Tungkal Didominasi Wanita Muda

FOTO : Juru Bicara Pengadilan Agama Kuala Tungkal, Wisri S.Ag

FOTO : Juru Bicara Pengadilan Agama Kuala Tungkal, Wisri S.Ag

KUALA TUNGKAL – Tercatat sejak masa pandemi virus corona atau Covid-19 dimulai sejak bulan Maret 2020 lalu. Angka pengajuan gugatan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat meningkat, sejak bulan Maret 2020 lalu.

Ketua Pengadilan agama Imam Masduqi, SAg, SH, MH, ES melalui Juru Bicara Pengadilan Agama Kuala Tungkal Wisri S.Ag menyampaikan, bahwa angka perceraian meningkat 50 persen, dari sebelum pandemi Covid-19 melanda.

BACA JUGA :  Pimpin Upacara Bulanan, Danrem 042/Gapu Bacakan Amanat Kasad 

“Biasanya kita melayanin perkara perceraian ini dari 15 paling tinggi 20, sejak pandemi meningkat menjadi 30 perkara,” sebut Wisri di ruang kerjanya, Selasa (02/06/30).

Ia mengatakan jumlah perkara gugatan cerai yang ditanganin Pengadilan Agama Kuala Tungkal, terhitung dari Januari hingga Mei 2020 berjumlah 452 perkara.

“Yang paling banyak itu cerai gugat cerai berjumlah 148 kasus,” Kata Wisri.

Menurutnya meningkatnya angka perceraian di Tanjabbar lebih disebabkan oleh faktor ekonomi yang menurun.

BACA JUGA :  Penemuan Kerangka Manusia di Belakang SPBU Gegerkan Warga

“Rata-rata yang mengajukan gugat cerai perempuan muda berumur 23 hingga 30 tahun,” Sebutnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa dengan adanya wabah penyakit Virus Corona ini, pihaknnya melakukan pembatasan bagi warga yang hendak mengajukan gugatan perceraian.

“Kita ada layanan online dan manual. Kita membatasi setiap hari hanya menerima 10 pengajuan perkara,” tandsanya.(mir)

Share :

Baca Juga

Berita

KONI Tanjab Barat Gelar Musorkab Memilih Ketua dan Pengurus Baru

Berita

Luapan Kanal WKS, Lumpuhkan Perkebunan Masyarakat Bram Itam

Berita

Jaga Ketahanan Pangan, Kasdam II/SWJ Berikan Bantuan Bibit Tanaman Pangan ke Petani Tanjab Barat

Berita

Update Ranking Alexa 37 Media Online di Jambi, 5 Maret 2021

Berita

Ketum PWI Pusat Sambut Baik Webinar Pemanfaatan FABA untuk Pembangunan Ekonomi

Berita

Pj Sekda Provinsi Jambi Lepas 270 Peserta Magang

Berita

Dishub Tanjab Barat Gelar Operasi Penertiban ODOL

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Rakor lintas Sektoral Operasi Terpusat Lilin 2020