LONDON (22 Januari 2026) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi keberhasilan pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, pada Selasa (20/1/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam mempererat hubungan diplomatik kedua negara melalui penguatan kerja sama di sektor ekonomi maritim dan pendidikan tinggi.
Revitalisasi Maritim: Membangun 1.500 Kapal untuk Nelayan Indonesia
Fokus utama dalam pembahasan sektor maritim adalah dukungan Pemerintah Inggris terhadap rencana besar Indonesia untuk membangun 1.500 unit kapal ikan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan pilar strategis dalam transformasi ekonomi maritim Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerja sama ini bukan sekadar membangun fisik kapal, melainkan upaya sistematis untuk memperbaiki kampung-kampung nelayan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menggenjot tingkat konsumsi ikan nasional,” ujar Presiden RI. Beliau menyayangkan bahwa meski Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas laut yang dominan, tingkat konsumsi protein ikan masyarakat masih tergolong rendah.
Melalui kemitraan ini, diharapkan terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi di sektor maritim yang selaras dengan visi ketahanan pangan dan penguatan industri perikanan nasional.
Penguatan Riset dan Pendidikan Bersama Russell Group
Selain sektor maritim, agenda diplomasi kali ini juga menyasar sektor pendidikan tinggi. Presiden Prabowo menginisiasi kerja sama strategis dengan Russell Group, yang merupakan aliansi 24 universitas riset elit di Britania Raya (termasuk Oxford, Cambridge, dan Imperial College London). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset di Indonesia dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi mahasiswa Indonesia di universitas-universitas kelas dunia.
Visi PM Keir Starmer: Penciptaan Lapangan Kerja Global
Menanggapi kunjungan tersebut, PM Keir Starmer menilai hubungan Inggris-Indonesia tengah berada pada fase pertumbuhan yang sangat pesat. PM Starmer menggarisbawahi bahwa kesepakatan maritim ini akan memberikan keuntungan timbal balik (mutual benefit), khususnya dalam penciptaan lapangan kerja baru bagi kedua negara serta stabilitas rantai pasok maritim global.
Langkah Konkret dan Implementasi Jangka Panjang
Pertemuan bilateral yang juga dihadiri oleh delegasi masing-masing negara ini berlanjut pada pembahasan teknis mengenai langkah-langkah konkret implementasi kesepakatan. Kedua pemimpin sepakat bahwa kemitraan strategis ini harus menjadi fondasi kokoh bagi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Pertemuan di London ini menegaskan komitmen Indonesia dan Inggris untuk berkontribusi secara nyata pada stabilitas kawasan dan pertumbuhan ekonomi global di awal tahun 2026.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Siaran Pers Kemenlu RI






